Penyelamat Yang Dibenci

Penyelamat Yang Dibenci
BAB 52


__ADS_3

Setelah mengambil seorang wanita yang ada didalam tenda itu, para prajurit itu langsung membawa wanita itu kedalam semak-semak yang tidak jauh dari tempat berjaga sebelumnya.


Setelah dirasa aman, prajurit itu langsung menerkam wanita yang sudah terpengaruh afrodiks yang dicampur dengan minuman yang mereka minum sebelumnya. Dia melakukannya secara brutal seperti anjing mengejar mangsanya setelah dapat langsung mencabik dan menerkamnya secara beringas.


Sedangkan wanita itu hanya bisa meringis namun suara desahan terus keluar dari mulut mereka dengan hina. Tanpa mereka sadari, sosok berwarna putih melayang dibelakang mereka yang sedang berkecamuk dengan birahi.


wanita yang ada dibawah kukungan prajurit itu hanya bisa terpejam menikmati keindahan dunia sesaat. Setelah pelepasan, wanita itu langsung membuat matanya dan seketika berteriak histeris dan langsung tidak sadarkan diri.


Prajurit yang belum melepaskan benda mereka bingung dengan tingkah budak birahi tuan mereka yang langsung tidak sadarkan diri setelah berteriak histeris.


Deruan angin malam yang dingin langsung menyapa kulit telanjangnya, dengan nafas yang terengah-engah karena kegiatan sebelumnya itu.


AAAUUUUUU..........


Lolongan panjang serigala mulai terdengar, suara gemeresik dedaunan kering tertiup angin malam yang dingin membuat prajurit yang belum mengetahui keadaannya hanya bisa merinding ketakutan.


Sedangkan prajurit yang sedang berkeliling dan melihat temannya yang setengah telanjang itu kebingungan. "Hei kawan...! Setidaknya pakailah celanamu. Aku tau kalau milikmu itu besar." Tegurnya.


"Heh... Aku belum puas, tapi jalang tuan sudah tidak sadarkan diri. Apa kalian mau membantu ku?" Tanya prajurit dari balik semak.


"Buat apa aku membantu mu, sedangkan aku masih perjaka." Tolak salah satu perajut yang terlihat masih muda.


"Kamu benar bocah, lebih baik kita pergi saja." Kata prajurit seniornya. Mereka pun pergi meninggalkan orang yang berada dibalik semak.


"Apa kamu memerlukan bantuan......?" Sebuah suara centil langsung menyapa telinga prajurit itu. Namun suaranya terdengar aneh dan udara menjadi dingin menusuk kulit.

__ADS_1


Dengan rasa gugup yang ketara, prajurit itu langsung membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang mengodanya, apakah jalang tuannya sudah bangun?


Ternyata perkiraannya salah, yang ada dihadapannya memanglah seorang wanita. Namun, dengan wajah yang hancur dengan darah yang mengalir dari luka yang timbul diwajahnya. Dan tentu saja dia melayang.


Rasa takut nya seketika keluar dari wajahnya yang garang, adrenalin nya langsung meningkat, namun dia tidak bisa melangkahkan kakinya meski hanya selangkah saja. Rasanya seperti ada akar pohon yang menjerat kakinya.


Wajah pucat, keringat dingin mengalir deras diwajanya, kakinya pun tidak luput dari rasa gemetar yang ekstrim, suaranya pun ikut menghilang dengan bangkitnya rasa takut.


"H.......hh......Han.....tuuu......!!!!!" Teriaknya dengan terbata dan air seninya ikut keluar membasahi kakinya, kemudian langsung tidak sadarkan diri didekat wanita budak birahi itu.


"Ke ke keee...." Hantu itu langsung tertawa mengerikan dan kemudian melesat dibalik rimbunnya ranting pohon yang berserakan.


Prajurit yang baru saja melewati tempat itu langsung kembali dan melihat apa yang terjadi karena suara teriakan ketakutan yang sangat keras dan diikuti juga dengan suara tawa yang janggal.


"Apa kalian ingin aku bantu juga.....?" Tanya seseorang wanita dari belakang mereka dan menghembuskan nafas dingin dan bau anyir langsung menusuk hidung mereka.


Detak jantung mereka langsung memompa dengan cepat, namun nafas mereka tercekat tidak ingin dikeluarkan dari paru-paru yang sudah penuh dengan karbon dioksida namun enggan untuk keluar.


Prajurit termuda langsung menengok kan kepala ingin tau siapa dibelakang mereka, akan tetapi kepalnya kaku meski hanya sekedar menengok kebelakang saja. Namun, setelah berhasil menggerakkan kepalanya. Pandanga matanya langsung disuguhkan dengan wajah mengerikan dengan darah yang masih menetes mengenai bajunya yang compang-camping seperti korban perang.


"S...si...a...pa k...ka..mu?" Tanya nya dengan suara terbatas ketakutan dengan kakinya juga ikut bergetar.


"B-bocah, a-apa yang k-kamu lihat?" Tanya prajurit senior yang tidak berani melihat kebelakang ya.


"Ke ke ke, ternyata kamu ingin tau siapa aku nak?" Jawabnya namun dengan suara tawanya khas itu.

__ADS_1


"Baiklah, daripada kamu mati penasaran seperti aku ini. Ke ke ke....!!" Katanya lagi namun dengan suara tawa yang lebih mengerikan sama dengan wajahnya yang juga mengerikan itu.


Prajurit senior bingung dengan kata hantu itu, tapi rasa takutnya lebih kuat dari pada rasa penasarannya. Namun juniornya masih diposisi semula tidak bisa mengembalikan posisi kepalanya untuk menghadap ke depan, kakinya masih bergetar hebat.


"Jangan takut, nak. Aku tidak menyakitimu jika kamu segera pergi dari hutan ini. ke ke ke....! Tapi lebih baik, kalian semua pergi dan jangan pernah datang lagi ke ke ke.....!!!!" Ucapnya dengan tawa yang menyelinap diantara perkataanya lalu hantu itu terbang tinggi dan menghilang.


Rasa membeku dikali mereka langsung mencair dan jatuh terduduk karena mereka sudah tidak mampu untuk mengangkat berat badan mereka sendiri, kakinya juga masih bergetar dengan hebat.


"S-senior..... apa yang a-aku lihat itu nyata?" Tanyanya dengan tidak percaya dengan kejadian barusan.


"I-itu nyata bocah. T-tapi kenapa ha-hantu perang sampai kehutan ini?"


"Aku juga ti-tidak tau senior."


Setelah cukup lama duduk terdiam untuk mengurangi rasa takut mereka, lalu berdiri meski dengan kaki yang lemah. Mereka memaksakan diri untuk segera pergi dari tempat itu untuk memberitahukan teman-teman seperjuangan mereka untuk segera pergi dark tempat berhantu itu dan kembali ke kerajaan Zuwei meskipun hukuman akan segera menanti mereka.


Dan tidak lupa menyeret teman mereka yang sudah tidak sadarkan diri dengan bagian bawah tanpa busana, yang terpenting bagi mereka segera pergi dari tempat terkutuk itu dan membiarkan budak wanita birahi itu dibalik semak-semak.


Setelah mereka sampai di bagian tenda prajurit, meski tatapan aneh dan penasaran terhadapnya. Mereka langsung memberitahukan apa yang menimpa mereka, yaitu bertemu hantu perang yang mengerikan dan meminta mereka semua segera pergi dari hutan Roa.


Prajurit yang lain langsung percaya dengan setiap kata senior mereka dan langsung mengemasi barang bawaan mereka yang tidak terlalu banyak. Yang terpenting bagi mereka, harus segera pergi dari tempat itu dan tidak kembali lagi.


Tentang bangsawan yang menyewa mereka, mereka mengabaikannya dan langsung bergegas pergi dengan langkah kaki tergesa meski mata mereka sangat lelah tapi rasa takut mereka lebih berat.


Seorang gadis yang duduk digunakan tanah dengan suara desisan kasar dari dalam gubukan itu dengan acuh, senyum sinisnya terlihat jelas dimalam yang pekat dan sinar bulan yang buram.

__ADS_1


__ADS_2