
Rugiel tidak menyangka kalau monster yang ada dihadapannya adalah salah saudaranya, yaitu Helios sang matahari. Profil Helios sangatlah berbeda dengan yang Rugiel ingat.
"Hiks.... Tidak mungkin dia Lio, Rino. Lio itu sangat memperhatikan penampilannya, tapi hiks.. kenapa Lio sangat jelek..." Tangis Rugiel pecah begitu saja, hal itu membuat Shiro merasa jengkel dengan saudaranya yang cengeng dan gampang sekali menangis.
"Diamlah! Lebih baik kita pergi dan memberitahukan kepada kak Aquila. Hanya dia yang bisa membebaskan Helios, sedangkan kita hanya bisa membantu sebisa kita bisa." Ucap Shiro sambil menggigit tengkuk Rugiel untuk membawanya pergi dari ruangan itu.
BUUUMMM......
Serangan batu berpijar kembali diluncurkan oleh Helios, dan hampir saja mengenai Shiro dan Rugiel. Namun dengan mudahnya Shiro menghindar dari serangan itu dan keluar dari dalam ruangan itu dengan selamat.
"Kedua kucing itu keluar...! Tangkap mereka....!" Teriak salah satu prajurit berteriak memberi tahukan kepada temannya yang berjaga disisi lain.
Mereka yang berjaga disisi lain langsung berlari tergopoh-gopoh menyusul empat prajurit yang telah mengejar dua kucing itu, yang tidak lain adalah Shiro dan Rugiel. Namun pengejaran mereka tidak membuahkan hasil, karena yang mereka kejar telah menghilang dibalik tembok istana yang tingginya melebihi dua orang dewasa.
Dan tentu saja membuat mereka putus asa dan berdiri mematung didepan tembok itu. "Apa yang kalian lihat..! cepat! Cari jalan lain untuk mengejar dua kucing itu, pasti mereka tidak akan pergi jauh.." Teriak sang kapten yang baru saja datang dan dibelakangnya terdapat sang penguasa kerajaan Zuwei.
"Wah, wah. Ternyata kalian dikalahkan oleh dua ekor kucing. Sangat menyedihkan sekali." Ejek sang raja dengan merendahkan. Tampilan sang raja sangatlah mewah, dengan jubah yang bersulam benang emas dan perak dan bertabur berbagai jenis permata.
"Maafkan atas ketidak berguna nya kami untuk menangkap dua kucing itu yang mulia." Ucap sang kapten penjaga dengan mengepalkan tangannya.
"Ya, dirimu memang tidak berguna untuk menangkap kucing liar yang telah berani membuat kekacauan di istanaku ini." Ucap sang raja meremehkan, lalu dia berjalan menuju ruangan yang baru saja disusupi oleh kedua kucing itu.
__ADS_1
Sesampai di ruangan itu, sang raja langsung membuka rune penyegel dan langsung memasuki ruangan yang sudah kacau balau dengan batu tersebar. Yang menandakan kalau ditempat itu terjadi pertempuran.
Lalu sang raja menghampiri budak peliharaannya yang tidak lain adalah sang pilar matahari, Helios. Terlihat sangat jelas dimana Helios terpancar kekejaman haus darah dengan hawa panas yang pekat karena tidak puas membunuh dua hewan kecil yang menggangu tidurnya.
"Tenang lah, aku tau apa yang kamu inginkan. Dan kebetulan aku membawakan makan siang mu disini." Ucap sang raja sambil menepuk kepala Helios untuk menenangkan.
Geraman kecil terdengar dari paruh runcing Helios, kemudian matanya yang memerah terbuka dan mengamati sekitarnya.
"Kapten, kemarilah. Peliharaan ku ingin berkenalan dengan mu." Ucap Sang raja dengan senyuman yang tidak diketahui apa maksudnya.
"Ya-yang m-mulia, h-hamba tidak be-berani." Ucap sang kapten dengan gemetaran.
"Apa kamu ingin menentang perintah rajamu?" Kata sang raja dengan senyum sinis.
"kemari lah, raja ini ingin memberimu hadiah atas kerja kerasmu kapten." Ucap sang raja.
Mau tidak mau, sebagi bawahan sang raja kapten prajurit melangkahkan kakinya dengan gemetar untuk menghampiri sang raja yang tidak terlalu jauh dari peliharaannya itu yang berwajah ganas.
Namun naas, nasib buruk tidak dapat dihindari oleh dirinya yang telah didorong sang raja dengan kejam. Dan paruh tajam langsung menusuk tubuhnya hingga tembus dibelakang tubuhnya. Dia menatap sang raja dengan tidak percaya.
"Y-yang m-mulia, ke-kenapa an-da melakukan hal ya-yang sangat ke-kejam pada ha-hamba. Apa salah ha-mba?" Tanya sang kapten dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Tanyakan saja pada dirimu sendiri kapten, atas kinerja mu yang tidak berguna pada ku. Aku rasa hukuman ini sangat tepat." Ucap sang raja sambil membuang muka dan pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah dingin.
Sang kapten prajurit tidak menyangka kalau dirinya akan ditinggalkan dan menjadi santapan peliharaan sang raja, tapi apalah daya yang dia miliki. Nasib buruk sudah menanti bersama sang malaikat maut yang sudah berdiri dihadapannya.
Namun, sangat disesali, sang prajurit mati tanpa meninggalkan jasad untuk dikirimkan kepada keluarganya untuk dimakamkan, tetapi seluruh tubuhnya masuk dalam perut sang peliharaan raja nya yang kejam dan gila harta itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditengah gurun nan gersang, berdiri sebuah kuil yang usang dengan bagian yang telah lapuk dimakan oleh waktu. Tanah bergetar, mengepulkan debu yang berwarna kuning kecoklatan membumbung tinggi menutup langit cerah dengan sang Surya yang bersinar terik.
Sebuah celah besar menganga, dengan pasir terjatuh didalam lembah yang baru saja terbentuk akibat getaran yang tidak terlalu besar. Namun getarannya sampai di ibu kota kerajaan Zuwei yang berjarak puluhan mil yang tengah mengadakan festival doa di kuil dewa Orunmla.
Jatuhnya pasir berwarna kuning kecoklatan dalam lebah seperti air yang mengalir, serta sinar matahari yang memantulkan cahayanya membuat air terjun pasir itu seperti air terjun emas dengan kepulan debu sebagai ganti embun air yang biasanya membentuk pelangi.
Dari dalam lembah yang baru saja terbuka, muncullah sebuah menara dengan warna coklat muda yang berhias ornamen element tanah yang terpahat dengan sangat indah. Dan menara itu melayang tepat ditengah terbukanya lembah yang menganga lebar dan baru saja menelan pasir dalam jumlah yang sangat banyak.
Pemandangan yang sangat lah tidak masuk akal, karena gurun Agris dikenal oleh para manusia sebagai gurun kematian. Sebab setiap orang yang menjelajahi gurun Agris menghilang, seperti ditelan bumi. Namun itu adalah kenyataan karena ulah manusia yang berubah menjadi monster karena keinginannya menjadi mahluk abadi dengan cara yang salah.
Semua itu telah berlalu, hal yang menyakitkan pun telah berlalu bagi Soleil sang pilar tanah dan telah terbebas dari penderitaannya yang telah menyiksanya selama seratus tahun. Dan sebuah kebahagiaan menghampirinya dengan datangnya sang Messiah yang memberikan cahaya kehidupan.
Meskipun Soleil adalah pilar yang paling lemah, tapi dia adalah pilar yang paling mendasar. Bahkan pilar lain juga sangat mengandalkannya dan melindungi dengan sepenuh hati, termasuk juga sang Catarino sang pilar utama.
__ADS_1
Disebuah pintu yang terdapat pahatan pohon Willow dengan warna yang segar, membuat siapapun ingin segera membuka pintu dan menjelajahi ruang yang terdapat dalam menara yang sudah tidak lama muncul berserta menara dari sang pilar dari wilayah dari kerajaan tau kekaisaran yang lain. Terkecuali menara dari kekaisaran tengah, yaitu kekaisaran Teranivis tempat sang pilar utama.