Penyelamat Yang Dibenci

Penyelamat Yang Dibenci
BAB 82


__ADS_3

Alunan syair Alkitab terus mengalun dengan keagungan nya sendiri, menenangkan rasa dan karsa yang bergejolak memberontak. Meskipun mereka tidak tau arti dari syair ayat Alkitab, namun setiap kata langsung membasahi sanubari yang kering akan pengetahuan.


Setitik cahaya menyebar dan berjumpul pada satu titik dan menjadi sebuah lentera cahaya putih dan menuju pada seorang gadis yang masih belum percaya dengan apa yang diucapkan oleh sang Panasea.


Bahasa Alkitab yang dilontarkan oleh Panasea adalah bahasa Indonesia yang digunakan oleh Aquila di bumi, lebih tepatnya adalah jiwa Dita Andriyani yang bertransmigrasi di dunia Callista dan menempati tubuh Aquila Aisar.


Cahaya yang membentuk lentera terbang secara perlahan dan kemudian memasuki kening Aquila yang terdapat simbol bulan sabit. Dan secara bersamaan kesadaran Aquila tertarik dimana sebuah tempat yang sama persis saat bertemun


kali pertama dengan Dewi Callista, yaitu dipadang rumput dengan pohon Willow yang berdiri sendiri dengan daun yang menjuntai.


Hembusan angin membelai lembut setiap bunga yang tumbuh dengan indah, warna putih dan emas lebih mendominasi dari pada sebelumnya. Kelopak bunga berterbangan akibat hembusan angin dan membentuk sesosok manusia yang tidak diketahui apa jenisnya dengan tertawa bahagia.


Dan mereka yang terbentuk dari kelopak bunga menari dengan sangat indah dengan musik dari alunan daun pohon Willow yang damai. Hembusan angin mendorong Aquila secara perlahan untuk menuju para manusia yang terbentuk dari kelopak bunga yang sedang menari.


Salah satu tangan dari manusia kelopak bunga terulur dan memegang tangan Aquila untuk mengikutinya menari.


"A-aku tidak bisa m-menari." Ucap Aquila gugup.


Tetapi hanya senyum yang menjawab dari manusia kelopak bunga, dan pada akhirnya Aquila hanya bisa mengikuti gerakan yang ditarikan oleh manusia kelopak bunga secara kaku.


Lama kelamaan, Aquila pun bisa mengikuti tarian mereka yang ceria dan semangat, mereka menggerakkan tubuhnya begitu indah secara bersamaan. Seperti kupu-kupu dan capung, sangat indah, ceria, dan bersemangat.


Namun, tarian itu berakhir dengan berhamburannya manusia yang terbentuk dari kelopak bunga, dan dengan Aquila yang tertunduk dengan nafas terengah-engah namun terpancar kebahagiaan dari wajah Aquila.


"Engkau begitu menikmatinya wahai anakku." Sapa seorang lelaki yang berada dibelakang Aquila.

__ADS_1


Aquila pun langsung berdiri dan menegakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menegurnya. Aquila merasa sangat terkejut dengan orang yang telah menyapanya, dia adalah Dewa kebijaksanaan Orunmla.


"Salam hormat, Dewa Orunmla." Sapa Aquila.


"Anak yang baik, aku sangat senang bisa bertemu denganmu kembali wahai anakku." Kata Dewa Orunmla dengan mengelus kepala Aquila.


"Aku pun begitu dewa Orunmla, sangat bahagia bisa bertemu denganmu kembali." Kata Aquila dengan tersenyum tulus.


"Aku tidak mengira kalau engkau akan mengunjungi kuilku, aku sangat bahagia mengetahui kalau engkau mengunjungiku." Ucapnya dengan suara yang sangat bahagia.


Aquila hanya bisa tersenyum entah bingung mau mengatakan apa, karena melihat kebahagiaan yang terpancar dari dewa kebijaksanaan yang tampan.


Dewa Orunmla berbicara sangat antusias, bahkan citranya yang tenang kini menjadi sangat jauh dari kata tenang. Aquila bingung dengan tingkah dewa Orunmla, apakah dia terkena penyakit alter ego?


"Jadi, kenapa aku bisa kemari, bukankah aku berada didalam kuil?" Tanya Aquila dengan wajah serius.


"Hah..., seperti biasanya, engkau sangat dingin anakku. Apakah aku salah bila ingin melepas rindu dengan anakku sendiri?" Keluh Dewa Orunmla dengan raut wajah sedih.


Aquila bingung mau bilang apa, hanya matanya saja yang berkedut melihat pria tampan yang ada dihadapannya yang tidak lain adalah Dewa Orunmla.


"Baiklah, baiklah. Jangan menatapku seperti itu. Aku hanya ingin mengatakan saja kalau waktu Soleil tidak banyak, dan hari ini harus segera dibebaskan. Engkau harus membebaskannya hari ini anakku atau daratan ini akan segera runtuh tenggelam dalam samudra pasir." Ucap Dewa Orunmla serius.


"Bukankah segel yang mengekang Soleil melemah besok? kenapa menjadi hati ini?" Tanya Aquila heran sekaligus terkejut.


"Waktu terus berjalan anakku, Seratus tahun telah berlalu. Kekuatan Soleil melemah karena permata kehidupannya telah ditelan oleh Helios sang matahari. Jika menunggu besok, dia akan menghilang dan menelan daratan kekuasaannya." Jelas Dewa Orunmla.

__ADS_1


"Waktu ku sudah mencapai batas anakku, hiduplah dengan baik, tantangan dihadap mu akan semakin berat. Aku harap kita akan berjumpa lagi." Tambah Dewa Orunmla dengan kabut tipis yang mulai menelannya.


"Tunggu..! Apa maksudmu..?!" Teriak Aquila yang meminta penjelasan, namun kesadarannya telah ditarik paksa untuk memasuki raganya yang masih terdiam dalam kuil yang dipenuhi alunan Alkitab.


Mata Aquila terbuka secara paksa dengan sayap transparan muncul dari balik punggungnya. Hak ini membuat orang-orang yang berada disekitarnya langsung pingsan karena tidak bisa menahan aura Aquila.


Dalam sekejap, keributan pun pecah memenuhi ruangan kuil yang luas, Aquila tidak menghiraukan keributan yang disebabkan olehnya. Yang berada dalam pikirannya adalah Soleil yang sudah sampai batasnya.


"Nona..?" Kata Minami dengan penuh pertanyaan.


"Aku harus pergi kak, aku tidak bisa berada disini terlalu lama. Atau jiwa salah satu adikku akan melayang. Aku serahkan masalah Disini padamu kak...!" Kata Aquila sambil melemparkan perhiasan emas yang berbentuk ular kobra yang tidak lain adalah magical beast ular the king of gold.


Aquila langsung melesat keluar dari dalam kuil dengan bantuan sayap transparan dengan butiran es yang terhempas akibat kepakan sayap milik Aquila dan memberikan rasa sejuk pada orang yang berada diluar kuil yang panas menyengat.


Orang-orang yang berada diluar kuil merasa takjub dengan apa yang mereka lihat, seakan mereka melihat sang Hestia pembawa pesan Dewa Orunmla. Namun mereka merasa bingung, kenapa sang Hestia keluar dan terbang kearah gurun Agris yang penuh hawa kematian?.


Didalam istana yang penuh dengan kemewahan dengan emas dan batu permata, mereka direpotkan oleh seekor kucing dan magical beast yang membuat onar diberbeda tempat yang membuat para prajurit kewalahan akibat ulahnya.


Mereka berdua yang tidak lain Shiro dan Rugiel yang membuat onar untuk mengalihperhatian para prajurit agar salah satu diantara mereka bisa masuk dalam istana dan mencari tau keberadaan sang pilar Helios sang matahari. Meraka berdua sangat yakin kalau saudara mereka Helios aada didalam istana karena hawa keberadaannya sangat kental akan aura panas.


Selang beberapa waktu, Aquila sampai didepan sebuah kuil yang usang dengan beberapa bagian yang sudah lapuk dan keropos. Aquila mendorong pintu kuil yang tidak terkunci, lalu kepulan debu membumbung dan menutupi pandangan Aquila untuk melihat kedalam kuil itu.


*Hai minna-san, gimana kabar kalian? Pasti sehat kan. Besok mulai awal puasa 1442 H, semoga kita selalu dilindungi dan diberikan kesehatan agar bisa mengikuti puasa esok. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.


Maata aitai nee*...😘

__ADS_1


__ADS_2