Penyelamat Yang Dibenci

Penyelamat Yang Dibenci
BAB 58


__ADS_3

Disiang hari yang terik, sang Surya memancarkan cahaya dengan sangat terik siap untuk membakar semua yang ada ditanah gersang dengan akar pohon dan semak yang tertinggal.


Angin yang biasanya berhembus sejuk untuk menyejukkan kulit yang berkeringat kini hilang jejaknya entah kemana, seakan tidak pernah melalui tempat itu.


Magical beast, hewan buas, dan budak segera menyingkir dari tempat yang sangat panas dan dingin secara bergantian. Seorang gadis berdiri diudara kosong dengan rambut yang terbang secara acak. Seakan menandakan kalau sang pemilik sangat murka, dan lonceng yang terpasang di rambutnya tidak mengema seperti biasanya dan menjadi sunyi.


Kedua burung merah kejingaan bingung, karena nona yang mereka ikuti sedang dalam kendali amarah dan haus darah yang kental. Magical beast rusa kristal sudah siap dalam mode tempur dan diikuti juga dengan kedua pilar berupa kucing berekor Sembilang element dan sekor Griffin dengan sayap yang menentang indah degan warna hitam dan putih dengan ujung sayap berwarna biru neon cerah.


"Apa tidak masalah nona, jika membuat nona Aquila terluka?" Tanya Minami kepada Leave yang sudah terlihat serius dan dengan sepuluh tombak kristal yang siap menghunus.


"Kalau bisa, tapi setidaknya buat nona Aquila tidak sadarkan diri. Aku tidak mau nona mengamuk seperti dulu karena meninggalnya orang tua nona di bumi dulu yang tidak wajar." Kata Leave sambil mengamati Aquila yang masih diam diudara.


"Baiklah, aku mengerti. Aku akan berusaha sebisa ku nona." Kata Minami dengan mengeluarkan belatinya dan tiupan angin membuka tudung rambutnya yang berwarna kuning dan hitam serta telinga runcingnya yang berhias permata bening dari kristal milik Leave yang dapat mengisi ulang mana.


Minami menghilang dari tempatnya dan berbaur dengan cahaya matahari, Shiro masih berusaha menyadarkan Aquila dengan perkataannya dan Rugiel melakukan apa yang dia bisa lakukan untuk menyadarkan kakak tercintanya.


"Tuan, Mundur sekarang...!" Teriak Leaave dari bawah mereka.


Shiro dan Rugiel yang mendapatkan peringatan Leave langsung pergi menjauh dari tempat itu dan menyusul Leave yang berada dibawah. Saat meraka berdua sampai didekat Leave, sebuah dentingan benda tajam langsung menggema keras.


TRANGG.....

__ADS_1


Percikan api keluar dari tumbukan benda tajam itu, dan Mianmi langsung muncul dari hadapan Aquila yang menatapnya dengan dingin. Minami merasakan bahaya akan datang padanya langsung menjaga jarak dengan Aquila yang tengah memegang belati yang terselip di pinggangnya.


Leave menyerang Aquila dengan element tumbuhannya dan langsung mengikat kaki Aquila, lalu sepuluh tombak yang ada di punggung Leave langsung mengurung Aquila seperti penjara.


Namun dengan mudah Aquila menghempaskan kesepuluh tombak yang mengurungnya, dan ditangan Aquila terdapat sebilah pedang uchikatana yang ukuranya lebih pendek dari katana dan lebih panjang dari tantou. Aquila melesat secepat angin dan menyerang Leave yang ada di bawahnya.


BUUUMMMM......


kepulan debu membubung tinggi, dan seekor rusa keluar dari dalam kepulan debu itu, Rugiel segera memanfaatkan hal itu untuk menyerang Aquila dengan element petir. Namun Rugiel salah memprediksi pergerakan Aquila, dan sebuah uchikatana yang menyambut dirinya yang akan menyerang.


TIIINNNGGGG.....


Sebuah tombak bening langsung menghalang pedang yang hampir menusuk Rugiel. "Terimakasih kak." Ucapnya dengan penuh syukur kepada Leave yang telah menyelamatkannya.


Kini Minami dan Shiro yang menyerang Aquila, namun dengan mudah Aquila hindari. Aquila langsung melesat cepat kearah Minami yang lengah karena serangan sebelumnya. Shiro memfokuskan dirinya untuk membuat rune pengurung kepada Aquila yang menyerang Minami secara brutal dengan uchikatana yang ada ditangannya.


"Minami...! menghindar....!" Teriak Shiro.


Minami yang mendengar peringatan Shiro langsung menghindar dari Aquila yang akan menyerang kembali kepadanya. Sebuah rune dengan cahaya ungu gelap mengarah ke Aquila dan langsung mengikat dengan erat.


Aquila meronta untuk melepaskan diri dari ikatan yang dibuat oleh Shiro. Namun usahanya sia-sia, karena ikatan yang Shiro buat menyerap mana milik Aquila dengan rakus dan membuatnya lemah secara bertahap.

__ADS_1


Setelah lama Aquila berjuang dari ikatan yang dibuat Shiro, akhirnya lepas namun tubuh Aquila lemah tetapi aura membunuhnya masih menguat dan raut wajah Aquila terlihat sangat mengerikan bagi mereka yang melihat secara langsung.


Minami mengambil kesempatan itu dan menyerang Aquila dengan tangan kosong agar Aquila tidak sadarkan diri. Namu sayang beribu sayang, serangan Minami tidak membuat Aquila pingsan tapi tangan Minami rasanya seperti memukul ribuan batu besar.


Minami langsung mundur dan kembali disisi Leave yang masih mengamati Aquila. "Nona, kenapa aku tidak bisa memukul nona Aquila, tubuhnya sangat keras." Ucap Minami dengan heran dan mengunakan sihir penyembuh untuk mengurangi rasa sakit ditangannya.


"Huh... sepertinya aku harus melakukanya. Tuan Rugiel, aku memerlukan bantuan mu." Ucap Leave sambil berlari kearah Aquila yang sudah berdiri ditanah dan kemudian sebuah sulur kelar dari dalam tanah dan langsung mengikat erat tubuh Aquila.


"Aku akan melakukan apa yang aku bisa." Kata Rugiel sambil mengikuti Leave dari belakang.


"Sekarang tuan Rugiel...!" Teriak Leave kepada Rugiel.


Sebuah cahaya kuning dengan listrik kecil muncul dari paruh Rugiel dan mengarahkannya ke tubuh Aquila yang terikat erat oleh sulur Leave. Aquila berusaha keras agar terlepas dari jeratan Leave namun percuma, sulur buatan Leave telah digabungkan dengan element kristal sehingga lebih kuat dari milik Shiro yang hanya menghisap mana Aquila.


Aquila yang masih berusaha untuk lepas dari ikatan itu, namun sebuah bola cahaya langsung mengenai tubuhnya dan membuatnya tidak sadarkan diri dengan beberapa luka kecil dari serangan Rugiel.


Kepulan asap dari serangan Rugiel masih membumbung tinggi, dan mereka semua tidak berani untuk mendekat takut bila Aquila masih belum sadar dari ke marahanya dan menyerang mereka secara mendadak.


Setelah asap putih itu menghilang, tergeletak seorang gadis yang sudah tidak sadarkan diri. Leave langsung berubah ke wujud manusianya dan langsung menuju Aquila yang sudah tergeletak dengan ikatan sulur tumbuhan yang masih utuh.


Leave langsung mengendong Aquila yang sudah tidak sadarkan diri dan membawanya ke tenda. Setelah sampai di tenda, Leave langsung meletakkan Aquila di kulit beruang yang lembut dan Leave langsung melepas sulur yang mengikat Aquila. Minami, Shiro dan Rugiel juga langsung menyusul Leave yang telah mendahului mereka semua.

__ADS_1


Para budak wanita yang ada didalam tenda itu tidak berani bertanya tentang apa yang barusan terjadi. "Minami, tolong ambilkan aku air hangat." Perintah Minami dengan tatapannya masih terarah Aquila dengan cemas.


Shiro dan Rugiel berubah menjadi manusia agar mudah memasuki tenda itu dan segera duduk disamping Aquila dengan wajah yang cemas dan khawatir.


__ADS_2