Penyelamat Yang Dibenci

Penyelamat Yang Dibenci
BAB 140


__ADS_3

"Hai... Kakak-kakak ku yang cantik.... Rin datang untuk membantu...." Teriak Rin dengan membuka pintu secara kasar dan mendadak hingga membuat daun pintu nya pun terlontar hingga tidak berbentuk lagi.


"Ah.. Nona Rin. Selamat pagi." Sapa Leave dan Minami bersamaan meski pun terkejut dengan kelakuan Rin yang membuat daun pintu hancur.


"Nona Rin, bisakah nona tidak membuat hancur pintu itu?" Tanya Minami dengan wajah terheran.


"Hehe, maafkan aku. Kalau begitu, biarkan aku membantu ya?" Kata Minami dengan senyum tak bersalah.


"Nona tidak perlu, biarkan aku dan Minami yang melakukannya, nona Rin lebih baik tunggu lah didepan bersama nona Aquila." Pinta Leave kepada Rin yang sudah berdiri disamping Leave yang sedang memanggang daging.


"Biarkan aku membantu...."Kata Rin dengan mengabil paksa spatula yang dipakai Leave untuk membalikan daging yang dipanggang.


"Rin....!!! Jangan...!!!" Teriak Aquila dengan sangat panik melihat Rin yang akan membalikkan daging panggang.


"Apa?" Tanya Rin dengan memandang Aquila yang terenggah-enggah dengan wajah heran.


Lalu Rin pun langsung membalikan daging yang ada dipanggang dengan sekuat tenaganya karena terlalu semangat untuk membantu menyiapkan sarapan pagi mereka, namun naas. Nasib berkata lain.


BUUMMM.....


"HHOOOII...... APA YANG KAMU LAKUKAN RIN.....!!!!" Teriak Aquila dengan tidak percaya dengan kelakuan sahabatnya itu yang terlampau semangat itu.


"Aku tidak melakukan apa pun." Jawab Rin dengan wajah linglung dengan apa yang barusan dia alami.


"Huuhh.... keluar...!" Perintah Aquila tanda tidak menerima kelurahan.


"Tapi..." Ucap Rin dengan memohon.


"Keluar..." Tekan Aquila dengan menatap Rin tajam.


"Baiklah.." Ucap Rin dengan pasrah meninggalkan tempat yang baru saja di kacau kan tanpa ada sebab oleh dirinya sendiri.


"Huh... Aku harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi." Keluh Aquila dengan mengusap wajahnya kasar.


"No-na...." Cicit Leave dengan gugup.


"Ada apa?" Kata Aquila dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Nona, membuatku takut." Kata Leave dengan suara lirih.


"Oh..." Kata Aquila menanggapi ucapan kakaknya itu dengan tidak perduli dengan teriakannya kepada Rin.


"Hah, sepertinya kali ini aku harus membereskan kekacauan ini." Keluh aquila dengan mulai menggelung rambutnya yang berwarna perak nan panjang itu, dan kemudian langsung menarik lengan bajunya sampai kesikunya.


"Lakukan dengan cepat, lalu kita segera pergi dari tempat dingin ini." Kata Aquila sambil memulai melakukan apa yang dilakukan oleh Rin barusan.


"Tentu saja nona." Ucap Minami dan Leave bersaman.


Setelah sekian menit telah berlalu, mereka bertiga yang masih bergulat dalam dapur selesai menyelesaikan kekacauan. Dan kemudian langsung menyajikan ditempat berandanya para pilar dunia Callista bersama Rin yang masih murung, sebab baru pertama kali di dunia yang berbeda dia dimarahi oleh sahabatnya karena keinginannya untuk sekedar membantu.


"Rin, makanlah." Kata Aquila yang membuyarkan lamunan Rin.


"Apa tidak apa-apa? Apa kamu tidak marah kepadaku? " Tanya Rin memastikan.


"Tentu saja. Aku hanya sedikit marah padamu, kau tau sendiri kalau dirimu tidak pandai dengan urusan dapur. Jadi makanlah, aku akan meyiapkan perbekalan mu untuk menemui serigala kecilmu itu, pasti dia sangat merindukanmu." Hibur Aquila dengan menepuk pundak Rin.


"Kak Dita... Kak Rin... Ayo makan... Atau Adrian akan menghabiskan milik kalian....!!!" Teriak Soleil memperingati.


"Aku harap kita tidak didahului ular rakus itu." Harap Aquila dengan menarik tangan Rin untuk menuju berkumpulnya para pilar dan kedua kakaknya itu.


"Kau tetap saja jadi penakut dengan mendengar kata itu, dimana sikap sok kuat mu itu." Kata Aquila mengejek Rin.


"Jangan Katakan hal itu. Aku memang takut dengan ular, bukan berarti aku takut dengan yang berhubungan dengan nya." Bela Rin untuk menyanggah ejekan Aquila pada dirinya.


"Sama saja... Lalu?" Kata Aquila yang sudah duduk dan sembari memotong daging yang sedikit hangus.


"Lalu apa?" Tanya Rin tidak mengerti.


"Apa kamu akan mengikuti keinginan kaisar samudra atau bersikap seperti biasa?" Tanya Aquila serius.


"Untuk sementara aku akan mengikuti kemauannya agar kaisar sialan itu tidak mencurigai ku, namun itu cukup membuatku kesal dengan tugas yang selalu dia berikan pada ku yang sangat diluar kewarasan ku." Keluh Rin dengan menggigit keras pada daging yang tidak dipotong, seakan sedang melampiaskan kekesalannya.


"Baguslah, bila kita bertemu di kemudian hari jangan ragu untuk menyerang ku seperti kemarin." Kata Aquila dengan tersenyum kecil.


"Kemarin, aku tidak mengenal mu sama sekali. Lihatlah, bahkan sekarang pun aku masih lupa kalau itu dirimu." Kata Rin dengan mendengus kesal.

__ADS_1


"Kakak, kakak... Apa kita akan bertemu lagi?" Tanya Soleil kepada Rin.


"Tentu saja. Lagi pula dia akan ikut denganku, jadi dimasa depan pasti kita akan bertemu kembali." Jawab Rin sambil menunjuk Nix yang masih asik dengan sarapannya.


"Uhuk... Uhuk... Aku? Aku tidak Sudi ikut dengan mu rambut pendek." Jawab Nix dengan cepat meski tersedak potongan daging.


"Huh... Aku punya nama tau. Panggil saja Rin." Ucap Rin dengan memperkenalkan namanya, meski sedikit kesal dengan sosok macan tutul salju itu.


"Aku tidak mau. Emang siapa dirimu memerintahkan mahluk mulia seperti ku?" Kata Nix dengan menyombongkan dirinya sediri.


"Imut sih imut. Tapi kelakuannya tidak imut sama sekali." Gumam Rin dengan memasukan potongan daging terakhir dengan lahap.


"Nix....." Tegur Aquila dengan nada datar namun menusuk.


"Maaf kak..." Ucap Nix dengan suara lirih.


"Sejak kapan saudara kita yang keras kepala itu menjadi menutur dengan kak Aquila? Atau aku masih belum bangun tidur?" Kata Vent Leger dengan mencubit lengan Helios.


"Auu....!!! Sakit, apa yang kamu lakukan Eger...!!!" Teriak kesakitan Helios dengan menyentuh lengannya yang baru saja dicubit itu.


"UPS... maaf, salah sasaran." Kata Vent Leger dengan menunjukan giginya.


"Huh... kenapa? Apa aku tidak boleh memanggilnya dengan kakak? Lalu kenapa kalian bisa kenapa aku tidak bisa?" Kata Nix dengan wajah menantang.


"Cih... Anak ini...." Kata Vent Leger kesal karena tidak bisa menjawab pertanyaan Nix.


"Apa sudah selesai berdebatnya?" Kata Aquila penuh peringatan.


Nix, Helios, dan Vent Leger langsung membuang muka tidak berani menatap wajah Aquila yang sedang menatap mereka dengan tajam, sedangkan Shiro dan yang lainnya hanya bisa menahan tawa mereka agar tidak keluar.


"Kak Aquila?" Tanya Adrian menguatkan dirinya untuk mengajukan pertanyaan pada sang kakak yang sedang terlihat kesal itu.


"Apa?" Jawab Aquila dengan acuh dan tentu saja membuat Adrian tersentak terkejut dengan ucapan Aquila.


"I-itu.... Bolehkan aku memakannya?" Tanya Adrian dengan takut-takut sambil menunjuk beberapa potong daging yang ada dihadapan Leave.


"Makan saja." Kata Aquila dengan santai.

__ADS_1


"Giel juga mau..." Kata Rugiel sambil menarik piring yang sudah ditangan Adrian, dan dalam sekejap pertengkaran pun terjadi dengan lebih heboh dari pada sebelumnya.


__ADS_2