
Setelah selesai makan, Dita langsung membersihkan alat makannya. Shiro hanya tiduran di sofa sambil memegangi perutnya yang buncit akibat kekenyangan. Sedangkan rusa kristal berada dihalaman depan, sambil memakan sayuran yang Dita beli waktu berbelanja tadi.
saat semuanya telah selesai Dita langsung menuju tempat Shiro berada.
"Jadi Shiro, bagai mana keadaan duniamu saat ini?" Pertanyaan Dita sukses membuat Shiro terbangun dan bangkit dari tiduran nya.
"Saat ini aku tidak tau kak, yang kuingat sebelum terlempar disini di duniaku sangat lah kacau. Dan bencana alam dimana-mana. membuat keseimbangan nya menjadi kacau." Shiro sambil mengingat terakhir kali tentang bumi hijau dunianya.
"Kalau aku ke sana, apa aku bisa kembali lagi kesini?"
"Kalau itu, aku tidak bisa memastikannya kak." Shiro ragu akan jawabannya sendiri.
Dita hanya bisa terdiam mendengarkan apa yang diucapkan Shiro.
"Jadi tidak bisa ya?" Dita melihat lekat Shiro yang tengah menundukkan kepalanya.
"Lebih tepatnya kakak di dunia ini telah tiada, karena jiwa kakak yang berpindah tapi tidak dengan raga kakak." Perkataan Shiro membuat Dita terdiam.
"Apa kakak bisa?" Tanya Shiro Sabil memastikan raut wajah Dita yang terlihat berpikir keras tentang apa yang diucapkan Shiro.
Dita hanya termenung sambil mengingat kenangan dengan orang tuanya dalam rumah yang sekarang Dita tinggali, dan juga Dita merasa keberatan untuk meninggalkan Rin.
Rin lah yang telah menemaninya setelah kedua orang tuanya meninggal. Dan Dita juga merasa tidak enak sebab sering merepotkan Rin yang sering membantu untuk semua kebutuhan hidupnya, selama masih bersekolah.
Dita yang terhanyut dalam lamunannya, membuat Shiro merasa tidak enak untuk memaksa Dita ikut keduniaannya itu yang penuh kekacauan. Tapi bagaimana lagi, sebab Dita lah yang ditunjuk sebagai Messiah oleh semua sisa kesadaran para saudaranya sebelum menghilang dan menjadi mesin pembunuh.
__ADS_1
"Apa tidak ada cara lagi shiro?" tanya Dita memastikan dengan konsekuensi yang akan diterimanya.
"Tidak ada cara lain kak, hanya itu saja jalan satu-satunya." Dengan nada yang sangat lirih namun masih bisa didengar oleh Dita.
Dita yang mendengarkan jawaban Shiro yang begitu lirih, membuatnya menghela nafas panjang.
"Baiklah, aku akan melakukanya untuk membantu adik kecilku ini." Kata Dita dengan penuh semangat dan membuat Shiro terperangah dengan perkataan Dita
"Ppa kakak tidak keberatan, semua kenangan yang ada di dunia ini akan kakak tinggalkan?" tanya Shiro memastikan dengan apa yang diucapkan Dita tadi.
Dita tau ini keputusan Yaang sulit baginya, tapi di dunia ini lebih sulit daripada kenangan pahitnya akibat ditinggal mati oleh ibu dan ayahnya akibat kecelakaan. Dan juga Dita merasa terlalu sering merepotkan Rin.
"Shiro, aku akan melakukanya. Tapi aku ingin bertemu sahabatku untuk terakhir kalinya." pinta Dita.
"Kakak bisa melakukanya, juga aku harus mempersiapkan persiapan berpindah dimensi. jadi kakak tenang saja untuk menemui sahabat kakak itu."
"Terimakasih Shiro, aku akan memanfaatkan waktuku untuk terakhir kalinya." Kemudian Dita langsung menyambar tasnya dan pergi keluar rumah untuk menemui Rin.
Melihat Dita yang begitu semangat membuat Shiro merasa tak tega untuk mengorbankan kehidupan Dita yang ada disini, untuk memenuhi keegoisan dirinya akan dunianya yang akan hancur itu. tapi Shiro tak tega juga melihat saudaranya menjadi mesin pembunuh untuk memenuhi hasrat keserakahan dan kekuasaan manusia yang tinggal di sana, terutama raja serta bangsawan yang egois dan mengabaikan kesejahteraan rakyatnya.
Shiro juga merasa iri akan dunia tempat tinggal Dita yang begitu damai dan tenang, tanpa adanya peperangan atau pun tirani yang mengekang kebebasan manusia yang tinggal di dunia ini. Berbeda dengan dunianya yang kacau balau.
Shiro langsung membuat Rune berpindah jiwa dengan sangat hati-hati, agar mana yang ada pada dirinya tidak terbuang sia-sia. sebab ditempat Dita keberadaan mananya sangat tipis, bahkan bisa dikatakan tidak ada sama sekali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Dita keluar dari rumahnya dan melihat rusa kristal yang tengah berbaring dibawah pohon yang rindang. Meskipun hari telah sore, cahaya matahari masih bersinar terik tapi cukup membuat orang diluar ruangan merasa kepanasan serta berkeringat.
Rusa kristal yang melihat Dita berjalan kearahnya, membuatnya langsung berdiri dan menundukkan kepalanya sebentar. Dita melihat kelakuan rusa kristal hanya tersenyum dan menyentuh kepalanya dengan lembut.
"Maaf, andaikan sedari dulu aku menyadari keberadaan mu." rusa kristal yang mendengarkan ucapan Dita hanya memandang dengan penuh minat, meskipun mengerti yang diucapkan Dita. dia tidak bisa berbicara layaknya manusia. karena kekuatannya masih ditingkat Junior tahap awal sedangkan yang bisa berbicara ditingkat Senior tahap awal.
Sedangkan Shiro kekuatannya sekarang hanya ditingkat sakral tahap akhir, karena kekuatan dan tingkatannya langsung menurun drastis akibat pengorbanannya saat Shiro dilempar oleh sisa kesadaran saudaranya. Kekuatan sebenarnya berada di tingkat Adiraja tahap akhir.
Setelah itu, Dita langsung keluar dari halaman rumahnya dan diikuti oleh rusa kristal. "Apa kamu punya nama, rasanya aneh bila aku tidak tau namamu." Kata Dita sambil melihat sekelilingnya karena akan menyebrang untuk sampai di seberang jalan.
Sedangkan rusa kristal hanya menganggukkan kepalanya dengan semangat, sebab sebuah nama sama saja meningkatkan kekuatan dan tahapan.
Melihat antusias rusa kristal, Dita berpikir sambil mengetuk dagunya dengan jari telunjuknya.
"Bagaimana kalau Leave, sebab warna tanduk mu seperti warna daun muda yang begitu cantik." Kata Dita sambil berjalan, karena lampu pejalan kaki menunjukan warna hijau.
Rusa kristal yang mendapatkan nama, langsung diselimuti kabur berwarna hijau muda sama seperti Shiro yang diberi nama oleh Dita namun dengan warna yang berbeda.
Tampilan Leave saat ini menjadi begitu lebih menawan dan terkesan gagah. Awalnya warna tanduknya hijau pucat sekarang menjadi hijau muda cerah dan dililit oleh bunga berwarna pink pucat dan putih. Sedangkan disekitar lehernya terdapat kristal yang berpencar membentuk bulan Sabit. sedangkan dikakinya terdapat tumbuhan rambat yang memancarkan cahaya redup, begitu pula dengan ekornya yang dililit tumbuhan dan terdapat kristal membentuk bulan sabit dan ditengahnya terdapat kristal segi emat yang memancarkan cahaya.
Dita yang menyaksikan perubahan Leave merasa takjub dengan perubahan yang menurutnya sangat mencengangkan, sama seperti Shiro.
Tak sampai disitu, Leave langsung menjatuhkan tubuhnya sebagai tanda hormat. "Dengan ini saya Leave memberi hormat kepada tuan dan mengabdikan diri sampai kapan pun, meskipun jiwa tuan berpindah ke dunia lain. saya, Leave akan mengikuti tuan, ini lah sumpah saya!" Leave mengatakan dengan tegas dan penuh wibawa.
Dita yang mendengarkan suara wanita yang begitu tegas dan berwibawa hanya bisa terkejut dan terharu. Sebab Dita mendengar perkataan Leave akaan mengikutinya sampai kapan pun. Padahal mereka baru bertemu belum sampai sehari. Tapi Leave mengikuti Dita sejak masih kecil.
__ADS_1