Penyelamat Yang Dibenci

Penyelamat Yang Dibenci
BAB 21


__ADS_3

Minami terdiam dalam dalam keterkejutan nya, Shiro yang masih dalam bentuk kucing memandangi Minami dengan rasa ingin tahunya.


Suasana yang tadi ramai kini menjadi senyap seperti tidak ada penghuninya namun dengan deru nafas yang masih dapat didengar oleh masing-masing orang didalam ruangan itu.


Minami melangkahkan kakinya menuju cermin yang terpasang di dekat tangga, memudahkan siapapun yang ingin bercermin dengan leluasa. Memang benar yang dikatakan Aquila, bahwa kedua warna matanya berubah yang dulu berwarna hitam arang kini menjadi putih keperakan dan hitam legam.


Kemudian disusul dengan berubahnya warna rambut yang dulu berwarna hijau sekarang menjadi kuning keemasan seperti cahaya matahari di sore hari disebagian rambutnya, sedangkan sebagian lainnya menjadi hitam kelam langit malam tanpa bintang.


Perubahan yang sangat mendadak dalam sekejap, membuat sang pemilik tidak tau harus berbuat apa. Mereka bertiga memandang takjub dengan perubahan yang dialami oleh Minami.


"Kakak sangat cantik, benarkan kak Leave , shiro?" Kata Aquila dengan mata yang berbinar dan kekaguman yang jelas di wajahnya.


Leave dan Shiro mengiyakan ucapan Aquila yang memang benar, Sedangkan Minami tidak tau harus berbicara apa. Perubahan secara mendadak membuatnya terkejut sekaligus bersyukur karena segel yang membelenggu dirinya hampir semuanya terlepas dan menyisakan dua segel lagi.


"Apakah saya tidak aneh dengan perubahan seperti ini?" Tanya Minami kepada mereka.


"Tidak aneh sama sekali." Ucap Leave dengan menganggukkan kepalanya dan membuat bunga yang ada ditanduk nya bergoyang.

__ADS_1


"Sangat cocok dengan kak Nami." Aquila dengan semangat.


"Hem-hem." Kata Shiro sambil memakan makanannya dimeja, sontak saja Aquila langsung menatap Shiro dengan tajam.


Sedangkan yang ditatap masih asik saja makan tanpa menghiraukan yang lain. Aquila yang merasa jengkel dengan tingkah Shiro langsung mengambil piring Shiro dan mengangkatnya tinggi dengan tangannya.


"Kakak....! Aku masih lapar, kenapa kamu tega sekali dengan adikku sendiri." Shiro sambil melompat di meja untuk menggapai piring yang ditangan Aquila.


Aquila dengan santainya mengabaikan Shiro. " Kak Leave dan kak Nami ayo kita makan, daripada semuanya habis dimakan kucing rakus ini."


Mereka bertiga dan ditambah seekor kucing memakan makanan mereka dengan tenang dan khidmat. Setelah acara makan mereka selesai, Leave dan Minami membereskan peralatan makan sedangkan Aquila mengabil sebuah buku tentang tehnik pedang tingkat menengah dan mempelajarinya. Kucing putih yang tak lain adalah Shiro menikmati tidur siangnya di samping Aquila dengan nyaman.


Kegiatan Aquila hanyalah berlatih dan membaca buku terus menerus, begitu juga dengan Leave, Minami, dan Shiro yang juga fokus melatih tubuh dan Shiro mereka masing-masing.


Musim semi, panas, gugur dan dingin telah berlalu dan terus bergulir menuju musim berikutnya selama tiga tahun, dan saat ini umur Aquila sudah menginjak lima belas tahun dan telah menguasai tehnik pedang, panah dan belati sampai tingkat raja tahap menengah dan semua sihir dapat dikuasai oleh Aquila dan dengan tingkat tertinggi diadiraja dan yang terlemah di tingkat sakral.


Sedangkan Shiro sudah memulihkan kekuatannya ditingkat dewa, dan meningkatkan kekuatan fisik tubuh pilarnya tanpa hambatan yang berarti. Leave juga mengalami peningkatan, bentuk hewan penjaga miliknya berevolusi menjadi rusa kristal putih namun bunga dan daun merambat masih dengan warnanya masing-masing seperti lukisan. Sedangkan tingkat sihirnya berada ditingkat adiraja pada element kristal dan tumbuhan pada tingkat raja.

__ADS_1


Dan kini Minami sudah sepenuhnya melepas segel yang membelenggunya selama 120 tahun, dan juga telah menguasai kedua sisi terang dan gelap dalam dirinya yang ternyata diturunkan oleh dua penguasa yang berbeda.


Kenyataanya kedua kerajaan itu tidak akur dan saling bersaing karena berbeda element dan menunjukan siap yang paling hebat. Sebenarnya kedua penguasa itu adalah sepasang kekasih yang terpisah secara paksa. Mereka selalu bertemu secara diam-diam dan melahirkan seorang gadis kecil yang mewarisi kekuatan mereka. Hal ini sangatlah tabu bagi bangsa light elf dan dark elf, dengan terpaksa mereka menyegel kekuatan sang anak dan mengantarkan kehutan Catarino untuk menyembunyikan sang buah hati.


Setelah itu terjadi perang besar antara bangsa elf dengan kekaisaran bagian selatan karena masalah sepele, yaitu salah satu seorang light elf tidak sengaja memasuki hutan wilayah manusia dan mengambil buah yang tidak ada di hutan elf untuk dijadikan obat.


Karena peperangan itu, kerajaan light elf musnah dalam sehari dan hanya menyisakan reruntuhan kerajaan saja. Penguasa dark elf yang mengetahui kalau kerajaan kekasihnya musnah, dia mengumpulkan prajurit miliknya untuk membalaskan dendam kekasihnya dengan dalih untuk menguasai kekaisaran selatan.


Para dark elf percaya begitu saja dengan ucapan sang penguasa dan menyerang kekaisaran selatan dengan membabi-buta namun dengan kekalahan telak. Karena kekaisaran selatan yang telah mengontrol salah satu pilar membuatnya mudah mengalahkan musuhnya.


Dalam dua hari, dua kerajaan elf musnah dan hanya menyisakan cerita yang tragis. Minami mengetahui semua itu dari cerita Catarino pilar utama yang telah merawatnya selama ini.


Dengan tekat yang kuat untuk membantu Aquila mengembalikan keseimbangan dunia yang dia tempati dan membalaskan dendam kedua orang tuanya. Minami menjadikan dendamnya sebagai batu pijakan untuk menjadi kuat.


Saat ini Minami berada di tingkat dewa dan memudahkannya memanipulasi cahaya dan kegelapan dengan mudah.


Musim semi ketiga, mereka semua sudah siap untuk menyelamatkan para pilar dan mengembalikan kedamaian dunia Callista.

__ADS_1


__ADS_2