Penyelamat Yang Dibenci

Penyelamat Yang Dibenci
BAB 6


__ADS_3

Rin terkejut dengan datangnya Dita ke tokonya saat ini, padahal Dita sedang sakit. Namun, Rin merasa terbantu juga dengan datangnya Dita membantunya.


Dita hanya tersenyum dan langsung menuju kemeja kasir, Rin hanya menatapnya dengan bodoh.


sedangkan para pembeli ada yang kagum dan ada juga yang iri melihat kecantikannya. Kemudian Dita menaruhkan Shiro di sofa dan langsung membantu Rin. Sedangkan si tupai besi berada diluar toko bersembunyi diantara pot bunga.


Dita baru menyadari kalau hewan penjaga milik Rin adalah serigala es yang tengah membaringkan badannya didekat kaki Rin. Pantas saja Dita kadang merasa kedinginan.


Setelah para pembeli telah selesai dilayani. Dita langsung mengambil bahan makanan yang diperlukan, sedangkan Rin langsung memeriksa apa saja yang telah habis dan mengisi ulang barang yang kurang.


Setelah selesai, Rin langsung kembali kemeja kasir dan duduk pada sofa. Rin melirik Shiro yang tengah duduk dengan mengibaskan ekornya yang berbulu lebat itu.


"Ta, tumben kamu punya peliharaan?" Tanya Rin terheran, sebab Rin tahu betul dengan Dita yang sangat jarang memiliki waktu luang untuk mengurus hewan peliharaan.


"Tak apa lah Rin, sekali-kali memliki teman di rumah." Kata Dita dari balik etalase sambil memilih buah.


"Heeemmmm...? jadi aku bukan temanmu ya...?" Tanya Rin menggoda.


"Bukan begitu, tapi kamu ku anggap seperti saudaraku Rin." Dita menjawab dengan suara kecil, Rin mendengar jawaban Dita hanya tertawa sambil mengelus shiro.


"tenang lah, aku hanya becanda. Tapi malah kamu anggap serius."


"Jangan menggoda ku terus Rin!" Dita sambil mengeluarkan kepala dari balik etalase dan menatap Rin dengan tajam.


"Wah, awas entar keluar bola matamu dari tempatnya."


"Rin......... jangan menggodaku terus." Dengan nada sedikit manja dan sebalnya.


Rin hanya tertawa melihat kelakuan kanakan-kanakan Dita, bila ada orang lain yang melihatnya maka Dita dianggap sebagai orang yang memiliki pribadi ganda. Sebab Dita hanya menunjukan sikap demikian hanya pada orang terdekatnya saja. Bila dengan orang lain sikap Dita akan menjadi tidak perduli dan dingin.

__ADS_1


"Apa kamu sudah baikan Ta ?" Tanya Rin sambil mengecek ponselnya.


"Kalau belum baikan, mana mungkin aku keluar rumah Rin." Dita sambil berjalan membawa bahan makanan yang telah dia pilih dan langsung mentotal semau belanjaannya dan memasukan uangnya kedalam laci. Kemudian Dita langsung duduk di sofa dekat Rin.


"iya juga sih."


"Apa sedari tadi kamu kerepotan saat aku tinggal pulang Rin."


"Tidak, jangan kamu pikirkan itu. Kitakan sahabat. Jadi sebagai sahabat mu aku tidak merasa keberatan." Sambil menatap Dita yang terlihat gelisah.


"Ada apa Ta?" tanya Rin penasaran.


Kemudian Dita memandang Rin dengan ragu. "Jadi..., ceritakan saja. Jangan ragu-ragu begitu." sambung Rin.


Kemudian Dita menghela nafas panjang dan melirik hewan penjaga milik Rin yang tengah duduk di samping Rin dengan tampang garangnya, sedangkan rusa kristal milik Dita duduk dan meletakkan kepalanya dipangkuan Dita. Shiro hanya bertingkah dengan memainkan bola yang baru saja Dita beli.


"Rin, apa kamu percaya dengan dunia lain, maksudku seperti dunia kita namun berbeda?" Kata Dita dengan suara lirih. kemudian suasana menjadi hening.


Dita hanya menahan kekesalannya akibat Rin yang menertawakan akibat pertanyaannya.


"Tapi, menurutku kemungkinan kecil ada dunia lain. Maksudku semesta ini sangat besar dan masih belum diketahui ujungnya kan?" Kata Rin setelah menyelesaikan tertawanya tadi. Sebab, baru kali ini Dita menanyakan hal yang konyol menurut Rin.


Dita terkejut mendengarkan apa yang Rin katakan. Biasanya Rin hanya menggunakan logika bila menyangkut hal-hal yang dianggap nya diluar nalarnya.


"Jadi, menurutmu dunia lain ada Rin?" Dita bertanya dengan semangat.


"Ya mungkin saja, meskipun kecil kemungkinannya."


"Jadi apa kamu akan percaya dengan apa yang aku katakan?"

__ADS_1


"Ya belum lah Dita, kamu saja belum bilang." Kata Rin dengan nada sebalnya.


"Ahhhh...,maaf. Aku terlalu semangat. hehe." Dita merasa malu dengan kelakuannya.


Kemudian Dita melirik hewan penjaga Rin sambil melihat keadaan toko. "Jadi apa kamu Percaya dengan hewan penjaga?" Rin yang mendengarkan pertanyaan Dita hanya bisa mengerutkan keningnya. Karena pertanyaan Dita meleset dari parkirannya.


"Tidak." kata Rin sambil menggelengkan kepalanya.


"Sudah aku duga, tapi dia selalu ada di sampingmu Rin." Dita Sambil menunjuk serigala es yang duduk di samping Rin, tapi Rin hanya memandang kosong yang ditunjuk Dita.


"Suatu saat nanti kamu bakal mengerti perkataan ku Rin. Ahh..., lupakan saja." Dita Sabil berdiri dan membawa belanjaannya, dan tak lupa mengambil Shiro yang tengah asik bermain bola pemberian Dita.


"Suatu saat nanti kamu bakal mengerti yang aku ucapkan. Sampai jumpa besok ya Rin. jangan sampai kelelahan." Dita sambil berlalu keluar toko milik Rin.


Rin yang mendengarkan perkataan penuh misteri milik Dita hanya terdiam sambil melihat sekelilingnya, sambil mencerna perkataan Dita tentang hewan penjaga miliknya sedangkan serigala es milik Rin hanya terdiam sambil melihat Rin dengan sendu. Sebab serigala es milik Rin ingin diperlakukan sama dengan rusa kristal milik Dita.


Dita berjalan menyusuri jalan yang tadi dilaluinya, sambil menikmati lalu lalang kendaraan atau orang yang berjalan disekitarnya. Dita teringat beberapa kejadian yang baru saja dia alami yang dirasanya sangat aneh tersebut.


"Kak, kenapa kakak mengatakan hal yang tidak dimengerti manusia biasa seperti dia?" Tanya Shiro penasaran dengan perkataan Dita yang diucapkan kepada Rin.


"Tidak apa Shiro, aku hanya ingin memberitahukan saja disekitarnya." Jawab Dita sambil terus berjalan.


Sedangkan orang-orang merasa aneh melihat Dita berbicara sendiri itu. Dita hanya mengacuhkannya saja dan terus berjalan pulang.


"Jadi, apa dia akan tau dengan apa yang kakak katakan kepadanya?" Shiro yang masih penasaran dengan cara berpikir Dita yang menurutnya unik tersebut.


"Entahlah, itu tergantung Rin sendiri. Dia selau mengandalkan logika. Sehingga dia tidak akan percaya dengan begitu mudah Shiro."


Setelah perjalanan yang sedikit melelahkan bagi Dita. Tibalah Dita didepan gerbang rumahnya dan langsung memasukinya, lalu Dita langsung membuka pintu depan dan menuju dapur untuk memasak makanan. Sebab sedari tadi pagi Dita hanya memakan roti tawar untuk mengganjal perutnya yang kosong akibat bangun kesiangan.

__ADS_1


Sedangkan Shiro hanya bisa melihat Dita yang sedang memasak, Shiro ingin membantu tapi apalah daya dia hanya seekor kucing yang tak bisa memegang Sutil untuk memasak.


Selang beberapa menit kemudian, masakan Dita pun sudah selesai dan meletakkannya di atas meja makan dan mengambil Shiro makanannya berupa seekor ikan yang digoreng. setelah memberi Shiro makan, Dita juga ikut memakan makanan yang telah dia masak.


__ADS_2