
Sebelum sampai di toko Rin, Dita dikejutkan oleh mobil polisi yang tiba-tiba berhenti tepat didepan gang yang Dita akan lalui. Dita yang keheranan pun bertanya kepada salah satu polisi yang dikawal oleh hewan penjaga seekor jaguar hitam pekat. polisi terebut sedang memasang pita kuning yang bertuliskan dilarang lewat.
"Apa yang terjadi pak?" tanya Dita sambil memberanikan diri, karena ditatap jaguar hitam dengan tajam.
Sedangkan rusa milik Dita hanya mendengus tidak suka melihat kelakuan jaguar itu.
"Barusan ada ada orang yang melaporkan kejadian ada seorang pemuda bunuh diri diujung gang ini." Jawab sang polisi ramah.
Dita yang mendapatkan jawaban tersebut hanya menganggukkan kepala tanda mengerti. Kemudin polisi tersebut langsung memasuki gang tersebut, menyusul rekan-rekanya yang sudah mendahuluinya.
Dita pun melanjutkan perjalannya untuk ke toko Rin yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
BUUUM.......
Suara ledakan yang begitu keras dan menghempaskan angin begitu kuat, dengan sigap rusa kristal milik Dita langsung melindunginya, dan langsung ke bentuk mode tempurnya. sedangkan Shiro hanya melihat dengan tenang.
Mode tempur rusa milik Dita langsung mengeluarkan kristal mirip zirah ke seluruh tubuhnya dan dibelakang kepala rusa tersebut terdapat lingkaran aneh namun secara bersamaan terlihat cantik dan mengagumkan, sedangkan ekornya dipenuhi kristal dan terdapat berbagai bunga yang bermekaran.
tidak hanya hewan pelindung Dita saja yang memasuki mode tempur, namun semua hewan penjaga milik orang lain melakukan hal yang sama dengan milik Dita.
Dita terheran melihat polisi yang Dita tanyai keluar dari gang tersebut dengan jaguar yang terluka parah. Tidak hanya itu, namun semua hewan penjaga milik polisi yang lain terluka parah juga.
Sedangkan dari dalam gang tersebut , Dita melihat seorang pemuda yang sama seperti tadi pagi yang berbelanja di toko Rin. Namun memiliki mata yang sepenuhnya hitam dan hewan penjaganya menjadi sangat mengerikan dengan mulut terbuka menampilkan taring yang panjang serta air liur yang menetes dari dalam mulutnya. Seakan-akan akan memakan apa saja yang ada didepannya.
Sedangkan para polisi hanya menembaki pemuda tadi, tapi peluru yang keluar dari pistol tersebut berhenti tepat dihadapan pemuda tadi dan langsung terjatuh begitu saja.
Hal tersebut membuat sebagian orang-orang melarikan diri dan ada yang meneriakinya monster atau pun iblis.
Dita hanya terdiam menyaksikan hal tersebut, sedangkan pemuda tadi dan hewan penjaganya yang berubah menjadi sangat mengerikan dan menjijikan ketika melihat Dita. Seakan Dita adalah mangsanya.
Rusa kristal milik Dita langsung mengeluarkan senjatanya yang berupa tombak untuk berjaga-jaga. Sedangkan Shiro langsung turun dari gendongan Dita dan maju ke depan.
__ADS_1
"Shiro, apa yang kamu lakukan!" Teriak Dita panik melihat Shiro yang berapa didepan pemuda tadi.
"Bukan apa-apa kak, kakak tunggu dan lihatlah." Kata Shiro meyakinkan.
Shiro yang berada didepan pemuda tadi langsung berubah menjadi wujud sempurnanya.
"Hewan rendahan sepertimu tidak layak berdiri dihadapan tuanku." Kata Shiro dengan sombongnya.
"Ghhhheeeeerrrr " Hewan penjaga tersebut mengeram tidak suka dengan sikap sombong Shiro.
Sedangkan Dita hanya mengerutkan dahinya melihat Shiro yang begitu sombong, padahal sebelumnya Shiro hanyalah kucing yang cengeng.
"Berani sekali hewan rendahan sepertimu mengeram dihadapan hewan suci ini."
"Hewan penjaga seharusnya melindungi tuannya, bukan membuatnya melakukan hal yang tak bermoral seperti ini. Kau hewan penjaga atau monster hah?!" Bentak Shiro yang sangat marah, sedangkan hewan penjaga milik orang lain disekitar Shiro hanya bisa menundukkan wajahnya tidak berani mengangkat wajah mereka terkecuali rusa kristal milik Dita yang masih dalam sikap siaga.
Sedangkan orang-orang hanya terheran melihat pemuda tadi terdiam dihadapan Dita.
Sedangkan hewan penjaga tadi kembali kebentuk aslinya yang berupa seekor tupai besi langsung menangis dengan sangat kerasnya, pemuda tadi langsung terjatuh karena pengendalian pada tubuhnya telah hilang.
Sedangkan orang-orang yang menyaksikan hal tersebut hanya terperangah melihat pemuda tadi langsung terjatuh. Polisi langsung menghampiri pemuda yang tewas tadi untuk dibawa ke rumah sakit untuk mengetahui identitasnya.
Dita hanya terdiam saja menyaksikan hal tersebut, lebih tepatnya belum sadar dari keterkejutan nya itu. Karena Shiro bisa bijaksana sedangkan tadi sombong mendominasi.
Merasa semuanya telah usai, Shiro langsung berubah menjadi kucing kecil yang menggemaskan lalu menghampiri tupai besi.
"Biarkan dia pergi, sedangkan kamu bisa mencari tuan baru untuk melindunginya. atau kembali ke keluarganya." Dan Shiro langsung berbalik arah menuju Dita yang diam mematung, sedangkan sang rusa kristal berubah ke wujud awalnya.
"Kakak, ayo kita cari makan." Sambil menampilkan wajah yang imut. Dita pun tersadar dari lamunannya dan melihat sekelilingnya dan melihat tupai besi tadi masih menangis sesenggukan.
Dita yang merasa kasihan langsung menghampiri tupai besi, sedangkan Shiro yang terabaikan hanya cemberut.
__ADS_1
"Hei kecil, ada apa?" tanya Dita dengan lembut.
Tupai besi yang mendengarkan suara Dita yang lembut langsung berlari dan memeluk kaki Dita dengan erat. Kemudian rusa kristal langsung menarik tupai besi dengan mulutnya. Karena rusa kristal merasa tupai besi tersebut berbahaya bagi tuannya.
Melihat kelakuan rusa kristal yang begitu waspada, Dita hanya tersenyum. Kemudian melihat tupai besi yang masih menangis.
"Biarkan dia ikut." Kata Dita kepada rusa kristal, sedangkan rusa kristal langsung melemparkan tupai besi dengan tidak senang.
Tupai besi memandang Dita bagai kan sang penyelamat hidupnya. Karena rusa kristal dikenal kalangan hewan pelindung sebagai yang terkuat ke-3 setelah serigala es dan harimau api. sedangkan naga dan burung Phoenix dianggap sebagai hewan penjaga legenda bagi mereka.
kemudian Dita melihat Shiro yang cemberut karena diabaikan hanya tersenyum kecil dan langsung menggendong Shiro.
"akamu marah?" Kata Dita sambil menggoda Shiro, sedangkan yang digoda hanya terdiam cemberut.
"Baiklah, aku tidak jadi beli bahan makanan saja."
Shiro yang mendengarkan perkataan Dita langsung membulatkan matanya.
"Jangan begitu, aku beneran lapar kak, jadi jangan membatalkan berbelanja nya ya kak." Dengan nada yang memelas.
"Hahaha..... aku becanda Shiro." Shiro yang mengetahui kalau Dita menggodanya kembali cemberut.
"Kamu kalau cemberut kaya gitu, itu membuatku semakin ingin menggoda mu terus Shiro."
Shiro hanya terdiam saja, sedangkan rusa kristal hanya memandangnya dengan tatapan polosnya.
Mereka pun terus melanjutkan perjalanannya untuk membeli bahan makanan yang Dita butuhkan dan membeli makanan untuk Shiro.
Beberapa saat kemudian, sampailah mereka didepan toko Rin yang terlihat ramai, dan Rin pun terlihat kewalahan melayani pelanggan yang berbelanja. Dita pun masuk kedalam dan langsung menuju meja kasir.
"Bukan kah kamu sedang istirahat, kenapa malah kesini?" tanya Rin keheranan.
__ADS_1