
Bingung? Tentu saja Aquila merasa bingung dengan tingkah Minami yang kadang membuatnya yang namanya sakit kepala karena terlalu menghawatirkan secara berlebih, melebihi Leave.
"Ya, setidaknya aku mendapatkan kehangatan didalam hatiku yang dingin." Guman Aquila sambil memandang jauh dari hamparan pepohonan yang baru saja menumbuhkan tunas pertama.
"Nona, sarapan untukmu sudah aku bawakan. Dan sebentar lagi nona Leave akan kemari." Ucapan Minami langsung membubarkan semua lamunannya yang batu saja terbayang dalam angan-angan.
"Terimakasih kak, aku akan segera memakannya. Apa para adik-adikku sudah pergi ke menara milik Helios kak Nami?" Tanya Aquila sambil memakan bubur yang dibawakan Minami.
"Mereka pergi ke menara tuan Helios saat matahari telah mencapai setinggi galah nona." Jawab Minami yang juga ikut memakan sarapan yang dia bawa sekalian dengan bubur milik Aquila.
"Hemmm. kak Nami, apa disini terdapat kuil? Aku ingin berkunjung sebentar." Kata Aquila menyampaikan keinginannya sambil menikmati hembusan angin yang menerbangkan kelopak bunga yang berwarna putih.
"Tentu saja nona, disini terdapat kuil Dewi Amaterasu yang menurunkan tuan Helios sebagi pilar matahari dan juga sebagai wali-Nya. Apa nona ingin berkeliling kesana?" Jawab Minami dengan wajah yang serius dengan keinginan Aquila yang jarang disampaikan.
"Ya, aku ingin berkeliling dan berdoa di kuil Dewi Amaterasu." Kata Aquila sambil memakan sesuap terakhir bubur yang terdapat di mangkuknya.
"Kalau begitu, aku akan memberitahukan kepada raja Tayounokuni. Dan nona, tunggu saja disini dan sebentar lagi nona Leave akan datang kemari." Ucap Minami dengan antusias, lalu menutup pintu geser itu secara perlahan.
Setelah kepergiannya Minami, pintu geser itu terbuka dan menampilkan seorang gadis dengan dua tanduk bening dan bunga putih yang bermekaran ditanduk nya yang bening. Tentu saja dia adalah hewan penjaga milik Dita dibumi dan kini menjadi hewan suci di dunia Callista, Leave.
"Nona, apa nona yakin ingin pergi berkeliling? Bukankah nona baru sadar? Lalu bagaimana kalau nona tidak sadarkan diri lagi?" Tanya Leave yang bertubi-tubi dan tidak memperhatikan ekspresi wajah Aquila yang berubah menjadi terkejut karena dipeluk oleh Leave.
"Kak Leave, bukankah pertanyaan mu terlalu banyak, aku bingung mau menjawab yang mana." Ucap Aquila dengan nada manja penuh keluhan.
__ADS_1
"Maafkan aku nona, aku hanya terlalu menghawatirkan dirimu saja. Apa nona yakin ingin pergi berjalan-jalan?" Tanya Leave memastikan.
"Ya, aku ingin melihat seperti apa kehidupan rakyat kerajaan ini. Dan kak Leave tenang saja. Aku akan mengajak mu dan kak Nami." Ucap Aquila dengan tersenyum manis dalam pelukan Leave.
"Baiklah, kalau begitu. Nona ingin membersihkan diri terlebih dahulu atau hanya ingin mencuci muka saja?" Tanya Leave sambil melepaskan pelukannya.
"Aku akan membersihkan diriku kak, rasanya tubuhku sangat lengket." Ucap Aquila sambil mengencangkan yukata bya yang sedikit longgar.
Kemudian Leave langsung pergi meninggalkan Aquila yang kebingungan karena ditinggal pergi begitu saja oleh Leave tanpa mengucapkan sepatah kata. Namun dalam sekejap, Leave datang dengan membawa sebuah ember terbuat dari kayu dan didalamnya terdapat air yang masih mengepulkan uap, lalu Leave membawa ember itu kedalam ruang samping yang terdapat bak kayu yang sudah terisi air.
"Kalau begitu nona, silahkan membersihkan dirimu. Aku akan mencarikan baju yang pas dari negeri ini untukmu." Ucap Leave dengan senyum yang cerah, lalu meninggalkan Aquila yang masih belum mengerti dengan tingkah kakaknya itu.
"Ah sudahlah, dari pada dipikirkan lebih baik aku menikmati air hangat dan melemaskan ototku yang kaku." Kata Aquila sambil melepaskan yukata nya dan langsung berendam air hangat yang membelitnya tentang.
"Kakak, apa ini? Bukankah terlalu berlebihan memakai baju dengan lapisan yang banyak?" Tanya Aquila terheran.
"Tenang saja nona, aku sudah mencari tahu pakian yang tepat saat pergi ke kuil." Ucap Leave yang antusias, serta dia juga telah memakai pakaian itu dengan sangat pas ditubuhnya.
Aquila yang tidak tega untuk menolak keinginan Leave yang ingin mendandani nya. "Baiklah, tapi aku harap itu tidak berlebihan." Ucap Aquila dengan sedikit keenganan.
Leave langsung memakaikan pakaian itu pada Aquila dengan sangat bersemangat, lapisan demi lapisan telah terpasang dengan rapih, dan sentuhan terakhir yaitu sebuah kain panjang yang biasa disebut kain obi berwarna hitam dengan motif burung bangau yang dililitkan di pinggang Aquila yang ramping.
Setelah selesai memakaikan pakaian khas kerajaan Tayounokuni, Leave langsung menghias rambut Aquila yang panjang dan menggelunganya lalu menabahkan hiasan rambut berupa bunga yang terbuat dari kain yang biasa disebut sebagai kazashi.
__ADS_1
"Sudah aku duga, nona sangat cantik dengan pakaian ini. Sangat berbeda dengan saat nona memaki pakaian negeri Zuwei, sangat mencolok. Sungguh Minami tidak dapat menentukan mana yang tepat untuk nona kenakan." Ucap Leave dengan bangga dan mengomentari selera pakaian dari Minami saat itu.
"Nona Leave, apa kamu kira aku tidak memiliki selera berpakain? Tentu saja nona sangat cantik dengan pakaian yang aku berikan pada saat itu. Benarkan nona?!" Kata Minami yang baru saja membuka pintu geser dengan keras karena ucap Leave yang mengomentari selera berpakaiannya.
"Sudah-sudah, kalau kak Leave dan kak Nami terus bertengkar, aku akan pergi sendiri untuk mengunjungi kuil itu." Kata Aquila melerai dengan sedikit ancaman. Dan hasilnya, mereka berdua langsung terdiam dan menatap Aquila dengan penuh protes.
"Kalau begitu, aku akan berjalan sendiri saja dari pada harus mendengarkan pertengkaran kak Nami dan kak Leave." Ucap Aquila ambil berjalan keluar dari ruang yang dia gunakan sebelumnya.
"Nona tunggu aku, jangan tinggalkan aku." Teriak Leave sambil menyusul Aquila yang sudah berjalan lebih dahulu.
"Nona, kamu salah jalan." Teriak Minamino memeringati. Sontak saja Aquila dan Leave langsung berhenti dan dengan tubuh kaku langsung mengarahkan pandanganya kepada Minami dengan perotes.
"Kenapa kak Nami tidak bilang dari awal!" ucap Aquila dengan wajah memerah karena malu mengambil jalan yang salah.
"Pft... Bukankah nona langsung pergi begitu saja dan tidak menanyakan jalan untuk turun dari istana ini." Ucap Minami dengan menahan tawanya.
"Kakak, aku tau kamu ingin menertawakan ku. Itu juga salah kak Nami dan kak Leave yang bertengkar." Ucap Aquila dengan menyalah kan Leave dan Minami.
"Nona, aku hanya mengikuti mu saja, kenapa aku juga disalahkan?" Tanya Leave dengan membela diri.
"Sudahlah, aku hanya ingin pergi ke kuil kenapa menjadi serumit ini." Keluh Aquila.
"Baiklah, kalau itu keinginan nona, tolong ikuti aku dan jangan sampai tersesat ya." Ucap Minami dengan bercanda.
__ADS_1