
..."Aku pernah berharap untuk menghilang saja dari dunia ini. Dunia terlihat begitu gelap dan aku menangis sepanjang malam. Apakah aku akan merasa lebih baik jika aku menghilang?" -anonim...
Medan, Sumatera Utara
Selama Iman menjaga Qonita di rumah sakit, opa Pras menggantikan pekerjaan Iman untuk sementara. Opa Pras mengatakan pada Jamal agar jangan lagi berjalan di jalan yang salah.
❤❤❤
Malam hari Jamal mengunjungi Qonita. Jamal menyampaikan bahwa opa Pras membantunya mengurus pekerjaan yang belakangan ini memang lagi banyak-banyaknya.
Serta memberitahukan bahwa opa Pras dan keluarga tidak ada yang menyetujui hubungan Iman dengan Mayang sampai kapan pun.
"Kamu harus membuat pilihan." Jamal berucap pada sahabatnya itu.
"Aku gak bisa menceraikannya. Aku udah janji padanya," jawab Iman.
"Gimana kalau seandainya dia yang memintamu agar menceraikannya? " tanya Jamal lagi.
"Aku gak mau Yuna nantinya akan seperti Ichy, dulu," ungkap Iman.
"Apa Kamu gak pernah berfikir kalau seandainya Yuna memiliki papi baru maka dia akan sama bahagianya seperti Ichy yang sekarang memiliki bunda baru?"
__ADS_1
"Gak ada yang menyayangi Yuna lebih dari Aku." Iman merasa tidak terima akan pernyataan Jamal.
"Aku gak bilang Qonita lebih sayang pada Ichy melebihi Jihan. Aku cuma bilang kalau Qonita menyayangi Ichy sama seperti dia menyayangi anak kandungnya. Dan itu bisa aja terjadi pada Yuna."
"Gak banyak orang yang sebaik Qonita," seru Iman.
"Justru karna itu, harus Kamu pertahankan. Jangan sampai Kamu kehilangan dia. Kamu gak lupa kan, Kamu masih bisa tenang saat ini karena Qonita nggak memberitahukan masalahmu pada keluarganya," imbuh Jamal.
"Mungkin Kamu masih ingat, gimana beratnya keluarga Qonita memberi izin padamu untuk menikahinya. Andai keluarganya mengetahui perempuan yang mereka sayangi tersakiti, bisa jadi mereka akan membawa pergi Qonita seperti Mayang yang akan dibawa oleh keluarganya," sambung Jamal.
Deg
Iman menelan ludahnya.
'Lupakan Qonita jika Kamu tak yakin tak akan melukai hatinya. Dia sudah tak sanggup menerima luka baru.'
Itu adalah kalimat yang diucapkan bang Fiqri saat Iman pertama kali menemuinya.
"Aku cuma gak mau Kamu menyesal nantinya." Jamal memperingatkan bosnya itu.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Hari ini Qonita sudah bisa pulang. Saat sampai di rumahnya, dia disambut oleh ketiga anaknya. Ada Vivi dan Nana dirumahnya.
Anak-anak menyalam dan memeluknya. Sudah 3 hari mereka tidak berjumpa dengan kedua orang tuanya. Mereka pun bercerita di ruang keluarga.
❤️❤️❤️
Keesokan harinya...
Qonita masih harus beristirahat di rumah lagi selama dua hari. Mama mertuanya, oma Herni sudah mengantisipasi agar mantunya itu tidak langsung bekerja. Oma Herni sudah meminta surat izin agar Qonita beristirahat lagi selama dua hari kedepan. Surat itu akan diantar supir ke sekolah Qonita.
"Abang kerja, aja. Qonita udah baik-baik aja kog, Bang," seru Qonita.
"Gak apa, Aku temani aja, Sayang. Kan Papa udah bantuin di kantor."
"Pergi aja, Bang. Kan ada Vivi dan dua jagoan kita."
"Bener gak apa Kamu kalau Aku tinggal, Sayang?" tanya Iman pada istrinya.
Qonita pun mengangguk. "Iya, Bang."
"Langsung hubungi Aku kalau terjadi sesuatu atau Kamu pengen sesuatu, ya," pinta Iman.
__ADS_1
"Siap, Bang."
❤️❤️❤️