PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA
Bab 76 Mimpi


__ADS_3

Medan, Sumatera Utara


"Bunda..." Ichy berteriak sambil menangis. Dimana dia, kenapa tidak ada siapa-siapa disana.


"Bunda..." Ichy menangis sambil mencari, melihat ke segala arah. Dia di sebuah ruangan yang sangat luas. Kenapa hanya dia seorang diri disana.


"Bunda..." Teriaknya frustasi. Akhirnya dia menyandar di dinding. Ichy terisak, air matanya mengalir deras.


"Bunda... Kakak gak mau sendiri lagi. Bunda... Jangan tinggalkan Kakak." Ichy terus berteriak.


"Mami, Kakak ikut Mami aja." Ichy berdiri lalu pergi. Kini, hanya siluet tubuhnya kelihatan dari belakang. Semakin lama semakin jauh, Ichy semakin tidak terlihat. Asap putih menghalangi, menutup tubuhnya.


"Ichy..." Qonita terbangun setelah memanggil nama Ichy. "Astagfirullah... Hanya mimpi." Qonita mengusap wajahnya.


Qonita memegang dadanya. Dia menarik nafas panjang, lalu dikeluarkan. Qonita lakukan sebanyak 3 kali.

__ADS_1


"Kenapa Ichy terlihat menyedihkan sekali." Tanpa terasa air mata Qonita mengalir di sudut mata kirinya, mimpinya tadi memperlihatkan sosok putrinya yang sangat mengenaskan, sendirian dan terlihat frustasi.


Qonita berdiri, jam dinding menunjukkan pukul 2 dini hari. Qonita beranjak ke kamar mandi, hendak mengambil air wudhu. Dia akan melaksanakan sholat tahajud.


"Ya Allah, hamba berlindung kepadaMu dari rasa sedih ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan. Ya Allah, limpahkanlah kesabaran kepada hamba."


"Ya Allah, lapangkanlah bagiku dadaku, dan mudahkanlah bagiku urusanku. Ya Allah, hamba memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang ridho dengan ketetapanMu."


"Ya Allah, hamba memohon kepadaMu ketegaran dalam menghadapi segala permasalahan. Berilah hamba curahan petunjuk. Hamba berlindung kepadaMu dari kejelekan yang Engkau ketahui, dan hamba memohon kepadaMu kebaikan yang Engkau ketahui, serta hamba memohon kepadaMu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui. Sebab hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib."


"Ichy, Sayang. Maafkan Bunda yang selintas terfikir untuk meninggalkan Papi. Maaf Sayang, maaf."


Dulu, di pernikahan pertamanya, yang paling Qonita fikirkan adalah nasib anak-anak. Perpisahan orang tua memberikan efek negatif bagi perkembangan karakter anak.


Hal ini dapat terlihat dari siswa bermasalah di sekolah tempat Qonita mengajar, dimana rata-rata siswa yang bermasalah berasal dari keluarga broken home.

__ADS_1


Namun akhirnya Qonita memilih berpisah karena mantan suaminya dulu kerap membuat keributan di depan anak-anak, bahkan terkadang dia menjadikan anak-anak sebagai kunci untuk menyakiti hati Qonita. Tidak tahan anaknya diperlakukan buruk, akhinya dia memilih menggugat cerai suaminya.


Berat, apalagi Qonita adalah seorang PNS. Ribetnya administrasi menguras energi Qonita. Walau bantuan datang baik dari pihak keluarga, tetangga maupun teman-temannya, tetapi urusan perceraiannya tidak dipungkiri membuatnya lelah baik fisik maupun hatinya.


"Dia main tangan? Dia melukai anak-anak? Kalau itu udah dia lakukan gugat cerai. Kalau nggak pertahankan." Itu kalimat salah satu temannya, saat temannya yang lain curhat bahwa suaminya ketahuan selingkuh. Saat itu Qonita hanya menjadi pendengar.


"Di luar sana banyak yang lebih parah, udah terang-terangan selingkuh, uang habis, main tangan, eh istrinya masih bertahan. Kalau ku bilang gobl0k," lanjut teman Qonita tadi.


"Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, ‘Aku telah melakukan begini dan begitu’. Iblis berkata, ‘Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun'. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, ‘Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya'. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, ‘Sungguh hebat (setan) seperti engkau'. (HR Muslim)."


Qonita kembali mengingat sebuah hadist yang sering ia baca. Bahwa seorang iblis dikatakan hebat jika mampu memisahkan pasangan suami istri.


Qonita kembali berusaha memejamkan matanya, mengesampingkan perasaannya yang sedang carut marut.


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2