PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA
Bab 153 Tidur Bersama lagi


__ADS_3

Jakarta


Hari ini Poppy dan kedua orang tuanya sudah sampai di rumah Agil. Mereka hanya bertemu dengan papa dan mama Agil serta Rangga. Karena Agil sedang berada di kantor. Mamanya Agil sudah memberi kabar jika mereka sudah datang.


Sebenarnya Agil tahu maksud kedatangan om dan tantenya itu. Walaupun mamanya sudah mengatakan Agil sudah punya calon, tetapi mereka tetap ngotot datang juga.


Usaha om Lucky sudah bangkrut. Agil yang dapat dikategorikan sebagai pebisnis muda yang mapan tentu merupakan aset yang sayang jika dilewatkan begitu saja.


Agil menghela nafas panjang. Belum waktunya pulang kerja, tapi dia sudah beranjak pergi. Kemana lagi jika bukan menemui Mayang.


"Aku ada urusan di luar. Urusan kantor, koordinasi dengan Jefry," ujar Agil pada sekretarisnya. Jefry adalah nama orang kepercayaannya, bisa dikatakan sebagai asisten pribadinya Agil.


"Baik, Pak," ujar sekretaris Agil.


Agil pun pergi ke rumah Pak Erlangga.


❤️❤️❤️


ART papanya memanggil Mayang di kamarnya dan mengatakan ada Agil di depan. Mayang pun menghampiri Agil ke ruang tamu.


"Mana Yuna?" tanya Agil pada Mayang.


"Yuna tidur, Mas."


"Di kamar Kamu?" tanya Agil.


"Iya, Mas. Kami kan tidur berdua."


"Papa sama mama Kamu?" tanya Agil.

__ADS_1


"Papa sama mama keluar kota, Mas."


"Kamar tamu kosong, kan?" tanya Agil.


"Iya, Mas," jawab Mayang walau dia bingung kenapa Agil menanyakan kamar tamu.


"Temani Aku tidur. Aku lelah. Sore kita kerumahku. Aku mau istirahat sebentar," ujar Agil.


"Tapi, Mas," sahut Mayang khawatir.


"Ini rumah Kamu. Kamu jangan khawatir. Aku gak akan macam-macam. Paling kissing doank." Agil tersenyum lebar.


"Mas..." seru Mayang.


"Kenapa? Pengen lebih dari sekedar c1 u man?" goda Agil.


"Mas, Kamu tuh mesum banget," ucap Mayang cemberut.


Mayang ikut berdiri, akhirnya dia menemani Agil ke kamar tamu.


"Mas Agil kog gak pulang aja kalau capek?" tanya Mayang.


"Di rumah ku ada orang tuaku. Aku mau kenalkan Kamu sama mereka," sahut Agil.


Setelah sampai, Agil mengunci pintu kamar tersebut.


"Mas, kog dikunci?" tanya mayang pada Agil.


"Aku gak terbiasa pintu kamar gak dikunci," sahut Agil.

__ADS_1


Mayang menelan ludahnya.


"Ayok tidur." Agil sudah merebahkan badannya di tempat tidur.


"Aku gak ngantuk, Mas."


"Kamu takut Aku perko s4?" tanya Agil gamblang.


"Mas..." protes Mayang.


"Makanya tidur sini. Gak akan aku apa-apain. Kan Aku udah bilang palingan cuma kissing aja," imbuh Agil.


Mau tidak mau akhirnya Mayang ikut menemani Agil tidur.


❤️❤️❤️


Setelah bangun, Agil menceritakan tentang Poppy pada Mayang. Tidak ada yang Agil tutupi. Semua yang disampaikan oleh mamanya dia sampaikan pada Mayang, termasuk kondisi usaha om Lucky.


"Aku sengaja kasih tahu Kamu, biar nanti Kamu bisa ngerti kondisinya. Kamu jangan mau kalah sama Poppy. Kamu calon istri Aku. Aku cintanya sama Kamu," ungkap Agil.


"Iya, Mas. Gimana kalau orang tua Mas Agil gak suka sama Aku?" tanya Mayang khawatir.


"Tenang aja, Aku udah jelasin ke Mama kalau Aku cuma mau nikah sama Kamu. Mama sama papa Aku ngerti, kog. Kamu jangan khawatir, ya. Yang Aku takutkan malah Tante Sarah dan Poppy. Mereka kayaknya gak akan nyerah gitu aja," tutur Agil.


"Aku ngerti, Mas," ucap Mayang.


"Hei, jangan murung gitu, donk. Sini Aku kasih penyemangat." Agil langsung menc1 um bibir Mayang.


Mayang yang mendapat serangan mendadak, tidak dapat mengimbangi. Dia hanya pasrah atas apa yang dilakukan Agil.

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2