PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA
Bab 92 Terapi Ala Qonita


__ADS_3

..."Cinta sejati selalu membuat pria menjadi lebih baik, tidak peduli siapa wanita yang menginspirasinya." Alex@andre Dumas...


Medan, Sumatera Utara


Setelah mandi sore, Qonita mendapat sebuah pesan masuk di HP nya, dari Iman, suaminya.


"Assalamu'alaikum, Sayang. Aku lembur. Jangan tunggu, Aku. Makan sama anak-anak nanti, ya."


Qonita menghela nafas. Dia menyadari ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan suaminya. Kemaren papa mertuanya juga menceritakan ada beberapa proyek baru yang harus suaminya kerjakan.


Qonita bersyukur atas rezeki yang diberikan pada suaminya, tetapi dia juga merasa kasihan pada suaminya. Bagaimana suaminya membagi waktu antara keluarganya, pekerjaan, serta keluarga lain suaminya.


Pukul 10 malam Iman baru sampai di rumah. Qonita sedang membaca Al-Qur'an. Dia duduk bersandar pada headboard. Mendengar pintu kamarnya terbuka, Qonita menyudahi membacanya.


Qonita melepas dan melipat mukena yang digunakannya.


"Assalamu'alaikum, Sayang." Iman mendekat pada Qonita. Qonita mengambil tangan suaminya untuk dic!umnya. Iman mengecup dahi istrinya.


"Wa'alaikum salam, Abang. Abang mau apa biar Qonita buatkan."


"Gak usah, Sayang. Habis mandi Aku langsung istirahat aja. Kamu tidur luan aja, Sayang."


"Iya, Bang. Qonita siapkan pakaian Abang dulu." Qonita pun mengambil pakaian ganti untuk suaminya.

__ADS_1


Selesai mandi Iman langsung merebahkan dirinya di samping istrinya.


"Kog belum tidur, Sayang?" tanya Iman karena Qonita masih duduk bersandar pada headboard.


"Qonita mau pijat Abang, dulu. Kaki ama tangannya mau dipakein minyak zaitun nggak, Bang?" tanya Qonita.


"Nggak usah, Sayang. Kamu kan besok kerja. Tidur aja."


"Nggak apa, Bang. Sebentar aja. Nanti kalau udah capek, Qonita berhenti. Mau pakai minyak zaitun, pelembab atau minyak kayu putih, Bang?"


"Hem, minyak zaitun aja, Sayang."


"Oke, Bang. Abang tidur aja, gak apa kog." Qonita pun mulai memijat tubuh suaminya. Mulai dari tangan, punggung, kaki lalu berakhir pada wajah dan kepala.


Iman terkesima kala Qonita memijat wajahnya layaknya terapis kecantikan profesional.


Qonita terkekeh. "Belajar dari beauty terapist tempat Qonita perawatan wajah, Bang."


Semenjak menikah dengan Iman, Qonita yang awalnya hanya menggunakan krim, menjadi mulai rutin merawat wajahnya. Sebulan sekali dia melakukan perawatan wajah. Khawatir membuat malu suami karena kulitnya yang sawo matang, Qonita akhirnya mulai memperdulikan penampilannya.


Berbekal info dari adik iparnya, Qonita memutuskan merawat kecantikannya di tempat yang direkomendasikan Nana.


Pertama kali memanjakan diri di tempat itu, membuat Qonita merasa seperti seorang ratu. Bagaimana tidak, para terapisnya sangat profesional, peralatannya canggih, serta ruangan yang di desain membuat pelanggan betah berlama-lama disana.

__ADS_1


Sambil memejamkan mata, dia dilayani dengan ramah dan lembut, ruangannya juga memutar musik yang membuat fikiran terasa tenang. Seolah-olah Qonita adalah ratu yang dilayani oleh para dayang di sebuah istana mewah.


Produk dan perawatan kecantikannya merupakan perpaduan sempurna antara bahan-bahan aktif kosmetik botanical yang diolah dengan teknologi tinggi.


"Maksudnya Kamu ikut kursus gitu?" tanya Iman heran.


"Hahaha, ya nggak Bang. Qonita kan udah beberapa kali perawatan disana. Qonita ingat gimana cara mereka memijat wajah Qonita. Pantes aja mahal, Bang. Biayanya setengah dari jumlah gaji Qonita."


"Ya gak apa, Sayang. Aku kan kerja buat anak dan istriku. Kamu gak usah fikirin nominalnya. Selama uangku masih cukup, Kamu bebas pakai, Sayang. Jangan fikirin harganya, yang penting berkualitas dan Kamu puas."


"Iya, Bang. Qonita suka disana. Enak kan, Bang?"


"Hu um. Enak banget, Sayang."


"Qonita biar perawatan disana. Kalau Abang perawatannya sama Qonita aja."


"Boleh, Sayang. Nanti Aku kasih bonus, deh."


"Bonus plus-plus?" tanya Qonita karena bisa menebak fikiran liar suaminya.


"Hahaha..." Iman tergelak mendengar prasangka istrinya.


"Kamu tuh ya, gak boleh nuduh gitu, Sayang. Tapi tuduhan Kamu tuh kog benar ya. Hahaha..." Iman tertawa puas.

__ADS_1


Dipijat oleh istrinya membuat rasa lelahnya hilang seketika. Bagaimana rasa cintanya tidak bertambah semakin dalam, jika seindah itu cara istrinya melayani dan memujanya.


❤️❤️❤️


__ADS_2