
Jakarta
"Ma, kenapa Tante Sarah dan Poppy sepertinya nggak berhenti berusaha mendekati Aku?" tanya Agil pada mamanya.
"Maksud Kamu apa Agil?" tanya mama Agil.
"Poppy berkeinginan kerja di kantorku. Padahal Aku udah bilang akan merekomendasikan perusahaan kawanku yang ada di Bali. Dan sekarang, tante Sarah juga menyusul ke kantorku. Mau apa mereka disana?" tanya Agil lagi.
"Mama gak tau, Agil," ucap Mama Agil. "Apa Kamu yakin mereka memang masih berusaha mendekati Kamu? Mana tahu mereka cuma ingin melihat kantor Kamu saja. Karena tadi Tantemu membawa bekal makan siang untuk Kamu."
"Nggak, Ma. Aku yakin sama perasaanku. Aku terganggu dengan keberadaan mereka. Tolong Mama aja yang ngomong ke mereka, tolong tekankan bagaimana pun Aku akan segera menikah dengan Mayang. Jadi berhentilah berusaha mendekati Aku," ungkap Agil.
"Nanti Mama akan coba bicara dengan tante Kamu. Apa Mayang merasa tersinggung karena mereka?" tanya Mama Agil.
"Sejauh ini masih aman. Hanya aja, Aku gak mungkin biarin masalah ini berlarut-larut. Lebih cepat mereka kembali ke Bali itu akan semakin lebih baik buat Aku, Ma."
"Iya, Mama mengerti." Oma Shinta terlihat menghela nafas panjang. Awalnya memang oma Shinta yang menemui Tante Sarah untuk membicarakan Agil dan Poppy. Oma Shinta berfikir mana tahu karena masih ada hubungan kekeluargaan, Poppy akan sayang kepada Rangga.
"Aku udah mengajak Mayang untuk menikah denganku. Tapi dia perlu waktu untuk berfikir. Aku harap dia bisa segera mengambil keputusan," imbuh Agil.
"Sebaiknya begitu. Kalau kalian udah menikah, gak akan ada lagi yang berharap sama Kamu. Dan cucu Mama bisa mendapatkan kasih sayang seorang ibu," sahut oma Shinta.
❤️❤️❤️
Kantor Agil
__ADS_1
"Apa Agil gak bilang ke Kamu kembali kesini jam berapa, Poppy?" tanya Tante Sarah pada putrinya.
"Nggak, Ma. Poppy mau ikut aja gak dikasih. Mama tahu nggak, tadi itu Mas Agil mesra banget ke Mba Mayang." Poppy cemberut mengatakannya.
"Ya Kamu donk yang memisahkan mereka. Bertindak, jangan diam aja. Kamu gak lihat apa, kantornya Agil sebesar ini. Kamu akan jadi nyonya besar jika bisa menikah dengannya," ungkap tante Sarah pada putrinya.
"Gimana caranya Poppy misahin mereka? Yang ada dari tadi mereka berduaan melulu, Poppy jadi nyamuk tau, Ma," keluh Poppy.
"Gimana kalau kita pakai jalan pintas aja," bisik tante Sarah.
"Maksud Mama?" tanya Poppy bingung.
"Nanti malam, Kamu masuk aja ke kamar Agil. Coba goda dia. Laki-laki mana ada yang nolak jika disuguhi perempuan cantik kayak Kamu."
"Nggak mau ah. Murahan banget. Poppy gak mau."
"Kalau nanti Mas Agil ngapa-ngapain Poppy gimana, Ma?"
"Ya itu yang kita mau. Agar dia bertanggung jawab atas perbuatannya dengan menikahi Kamu. Kamu gak mau apa menikah dengan laki-laki tampan dan mapan kayak Agil?"
"Tapi, Ma..." Poppy hendak protes.
"Gak ada tapi tapi. Cuma itu caranya. Udah ah, ayok kita makan. Mama udah lapar." Tante Sarah membuka bekal yang dibawanya dari rumah Agil.
"Lho, bukannya Mama bilang mama sengaja bawa bekal ini untuk makan bersama Mas Agil?"
__ADS_1
"Kamu gak lihat waktu apa? Udah jam segini Agil udah pasti makan siang. Udah ayok makan!"
❤️❤️❤️
Medan, Sumatera Utara
"S1 al. Bisa-bisanya mereka menolak keinginanku. Malah nyuruh-nyuruh lapor lagi," seru ayah Lutfi pada sahabatnya.
Ayah Lutfi sudah menceritakan hasil keputusan dari pihak Qonita tentang permintaannya menjual rumah. Dan ide itu memang datang dari sahabatnya ini.
"Coba Kamu datangi aja ke kantor suaminya. Bicarakan ulang. Turunkah harga aja. Yang penting Kamu dapat. Berapa kalian beli harga rumah itu?" tanya sahabatnya.
"320 juta."
"100 juta kamu dapat udah oke itu, timbang gak dapat sama sekali," seru sahabatnya.
"Kalau dia gak mau ngasih juga?" tanya ayah Lutfi.
"Bilang Kamu gak akan berhenti jumpai Qonita. Kalau perlu ancam Kamu bakal ngomong ke kepala sekolahnya. Qonita kan lagi hamil, dia pasti gak mau istrinya jadi terganggu."
"Kalau dia malah laporin Aku gimana? Bisa kacau. Dia banyak uangnya. Bisa-bisa Aku yang masuk penjara. Uang gak dapat malah masuk hotel," protes ayah Lutfi.
"Kalau ikutin aja apa kata mereka gimana? Buat aja laporannya. Syukur-syukur Kamu menang, lagian kalau kalah kan juga Kamu gak ada rugi," ujar sahabatnya.
"Hallah." Ayah Lutfi mengibaskan tangannya. "Repot, udah prosesnya lama, hasilnya juga gak pasti. Uang dan waktu habis buat ngurusinnya. Kecuali tadi emang jelas Aku bakal dapat 50% nya. Ini nanti Qonita pula yang menang. Beugh, m4 t1 Aku."
__ADS_1
❤️❤️❤️