
Jakarta
Sore hari, Agil membawa Mayang dan Yuna ke rumahnya. Sesampainya di rumahnya, sudah ada kedua orang tua Agil yang sedang berbincang-bincang dengan om, tante dan Poppy. Poppy sedang menggendong Rangga.
"Mayang, kenalin ini mama dan papaku." Agil memperkenalkankan kedua orang tuanya pada Mayang.
Mayang pun menyalam mama dan papa Agil. "Mayang Tante, Om."
Papa dan mama Agil tersenyum sambil mengangguk.
"Salam Opa dan Oma, Sayang," seru Mayang pada Yuna. Yuna pun menyalam kedua orang tua Agil.
Agil lalu menyalam om, tante dan sepupu jauh nya itu. Karena dia pun baru bertemu.
"Makin ganteng dan gagah aja Kamu, Agil," seru Tante Sarah.
"Berkat ada yang perhatian, Tante." Agil melirik pada Mayang.
Mayang tersenyum malu-malu mendengarnya. Dia tahu, Agil sengaja berkata demikian.
"Yang ini Om Lucky, Tante Sarah, dan Poppy," imbuh Agil pada Mayang.
Mayang dan Yuna pun menyalami mereka.
__ADS_1
"Anak Tante ini baru selesai S2 nya. Kamu S2 dimana Mayang?" tanya tante Sarah.
"Saya cuma tamatan S1 Tante. Kemaren keburu nikah, gak sempat lanjutin S2. Sebenarnya papa nyuruh kerja diperusahaan Papa, tapi Mayang gak mau. Udah keenakan jadi ibu rumah tangga. Poppy nanti kerja di perusahaannya Om ya?" tanya Mayang.
Deg
Tante Sarah melirik suaminya, om Lucky.
"Belum tahu, mungkin cari kerja di luar aja biar ada pengalaman. Atau kerja diperusahaan Kamu aja gimana, Agil?" tanya tante Sarah.
Agil dan Mayang saling melirik.
"Kenapa gak kerja di Bali aja, biar dekat sama Tante. Nanti Agil kasih rekomendasi perusahaan kawan disana," seru Agil.
"Iya, Om. Abang juga udah mengenal Mas Agil, darinkerja sama itu, mereka jadi dekat," seru Mayang.
"Dek..." Yuna memanggil Rangga yang sedang dipangku Poppy.
Rangga kegirangan. Dia meminta turun dari pangkuan Poppy.
"Wah Rangga udah dekat sama Mayang dan Yuna, ya," seru mamanya Agil.
"Iya, donk Ma. Rangga kan udah sering bareng mereka," sahut Agil.
__ADS_1
"Denger-denger Kamu berpisah sama papanya Yuna ya, Mayang? Kenapa?" tanya tante Sarah.
Deg
Sebenarnya Mayang tahu kenapa tante Sarah menanyakan alasan di balik perpisahan Mayang dan Iman. Bukan sekedar basa-basi, melainkan ingin memojokkannya. Tetapi dia harus dapat mengendalikan dirinya.
"Benar, Tante. Dipertahankan juga gak akan baik untuk Kami. Sedari awal restu keluaraga nggak kami dapatkan," ungkap Mayang. "Kalau bahasa Mas Agil seh, mungkin karena jodoh Mayang yang sebenarnya adalah Mas Agil." Mayang tersenyum. Dia memang sengaja berkata demikian.
"Wah, bisa-bisa Kamu disebut pebinor nanti Agil," imbuh tante Sarah.
"Ya enggak lah, Tante. Aku sama Mayang kan pacaran setelah mereka berpisah. Gak ada rebut-merebut disini, ya kan Sayang?" Agil menatap pada Mayang.
"Iya, Mas." Mayang tersenyum ramah pada Agil.
"Syukurlah. Tante cuma khawatir aja, nama baik Agil jadi rusak. Bisa berpengaruh sama pekerjaannya nanti," imbuh tante Sarah.
"InsyaAllah enggak Tante. Pelakor, pebinor nanti kita hempaskan aja ke laut," sahut Mayang.
"Benar tuh, Sayang. Tenggelamkan!" seru Agil lantang. "Hahaha..." Setelah itu Agil tergelak sendiri.
Yang laik ikut tertawa kecil mendengar kekocakan Agil.
Seperti biasa, Mayang dan Yuna bermain bersama Rangga. Rangga terkekeh-kekeh bersama mereka. Karena memang sudah sering bersama, Rangga terlihat akrab bersama mereka.
__ADS_1
❤️❤️❤️