
Jakarta
Kedua orang tua Agil datang ke Jakarta.
Memang sudah lama mereka tidak menemui Agil dan Rangga, tepatnya sudah 4 bulan lamanya.
"Rangga butuh sosok seorang Ibu, Agil. Sudah waktunya Kamu memberikan dia Ibu sambung," ujar mamanya Agil.
"Iya, Ma. Nanti Aku bawa dia jumpai Mama dan Papa," sahut Agil.
Mama dan Papa Agil terkejut. Mereka saling melirik.
"Siapa maksud Kamu, Nak?" tanya papanya Agil.
"Mayang, namanya Mayang," imbuh Agil.
Deg
Mama dan papanya Agil kembali terkejut.
"Kamu udah punya calon, Nak?" tanya papanya Agil.
Agil pun mengangguk.
"Kenapa Kamu gak bilang kalau udah ada calon?" tanya mama Agil panik.
__ADS_1
Agil heran kenapa mamanya sampai marah seperti itu. Bukankah selama ini mereka selalu mendesak Agil agar segera menikah lagi.
Sekarang, ketika Agil menyatakan sudah punya calon, bukankah seharusnya mereka senang. Tetapi mengapa malah panik seperti itu?
"Ini kan Aku bilang, Ma," seru Agil mengernyit bingung.
"Masalahnya Om Lucky dan Tante Sarah besok menyusul kesini," ungkap Mama Agil.
"Mau kesini? Ya udah datang aja. Dimana masalahnya?" tanya Agil tidak mengerti.
"Masalahnya mereka akan datang bersama anak gadisnya, Poppy. Kami sudah membicarakan perjodohan Kamu dan Poppy," ungkap mamanya Agil.
Deg
"S1 4l." Agil mengumpat. Masih dapat didengar oleh kedua orang tuanya.
"Beberapa minggu yang lalu Mama tanyak sama Kamu, Kamu bilang belum ada calon. Makanya Mama cariin calon untuk Kamu. Kebetulan Poppy udah selesai S2 nya," seru mama Agil.
Benar saja. Saat itu Agil memang memutuskan untuk menjauhi Mayang karena kejadian di puncak. Sehingga ketika mamanya menghubunginya via telpon kemaren, dia tidak membahas tentang Mayang.
"Mereka belum kesini. Mama kabari mereka sekarang. Aku udah ada calon. Sekarang juga Aku bisa jemput dia," imbuh Agil.
"Tapi mau ditarok dimana wajah Mama Agil. Mama yang menghubungi mereka. Mana mungkin Mama yang batalin. Kamu lihat dulu Poppy, dia sekarang tumbuh sangat cantik." Mamanya Agil berusaha merubah pendapat Agil.
"Gak bisa, Ma. Aku akan tetap menikah dengan Mayang. Aku cinta sama Mayang." Agil tetap dengan pendapatnya.
__ADS_1
"Gimana ini, Pa?" tanya mama Agil pada suaminya.
"Ya sudah lah, Mama hubungi aja mereka. Minta maaf, bilang kita gak tau kalau Agil udah punya calon," jawab papanya Agil.
"Kamu benar gak mau lihat Poppy dulu, Nak?" tanya mama Agil.
"Gak usah, Ma. Aku serius sama Mayang," imbuh Agil.
Melihat keseriusan anaknya, akhirnya mama Agil pun menyerah. Mama Agil pun menghubungi Tante Sarah.
❤️❤️❤️
Selesai makan malam, mamanya Agil menemui Agil. Ada yang harus dia sampaikan pada Agil.
"Agil, om dan tante Kamu serta Poppy, besok tetap jadi kesini," ujar mama Agil.
Agil mengernyit. "Mama belum bilang sama mereka?"
"Udah, tadi langsung Mama telpon tante Sarah. Barusan tante Sarah nelpon Mama lagi, bilang kalau mereka tetap kesini. Mumpung udah beli tiket, jadi sekalian jalan-jalan."
Agil menghela nafas berat.
"Besok Aku bawa Mayang kesini," sahut Agil.
Tadi sebenarnya Agil mau menjemput Mayang untuk dikenalkan pada kedua orang tuanya. Hanya saja mamanya melarang, kasihan pada anaknya. Tadi mamanya mengatakan besok saja, sekalian Agil pulang kerja, jemput Mayangnya.
__ADS_1
Agil juga sudah menceritakan status Mayang, serta tentang Yuna. Kedua orang tua Agil tidak ada masalah. Toh Agil juga seorang duda dan memiliki anak juga, yang penting anak dan cucunya bahagia.
❤️❤️❤️