PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA
Bab 41 TK Ichy


__ADS_3

Pagi ini, Ichy diantar TK oleh papi, bunda dan kedua adiknya. Mereka sedang di dalam mobil. Ichy merasa sangat senang, karena baru kali ini dia diantar oleh keluarga yang lengkap.


"Di sekolah Kakak ada perosotannya?" tanya Fuad pada Ichy.


"Ada dek, ada 4." Ichy megacungkan 4 jarinya.


"Empat," ucap Nabil sambil menunjukkan kelima jarinya.


Qonita yang melihat dari depan tersenyum melihat anaknya. Ia melirik Iman yang ada disampingnya. Iman membalas tersenyum, kembali menghadap kedepan karena ia sedang mengemudi.


"Bukan gitu dek, itu 5. Kalo empat, gini." Fuad menekuk ibu jari Nabil agar tepat menjadi empat.


"Yeay." Nabil bertepuk tangan karena berhasil menunjukkan 4 jarinya.


"Abang kapan sekolah, Bun?" tanya Fuad.


"InsyaAllah tahun depan, Sayang."


"Adek Fuad nanti TK dimana, Bun? Di tempat Kakak juga?" tanya Ichy.


"Hem, sepertinya iya, Sayang," sahut Qonita.


"TK nya Ichy, TK Islam Terpadu kan, Bang?" tanya Qonita pada suaminya.


"Iya, Sayang. Mama yang nyuruh Aku masukkan Ichy disitu. Tadinya Aku mau masukkan yang di dekat rumah, Chinese punya, tapi bagus Sayang."


"Alhamdulillah, keputusan mama tepat. Anak itu dikenalkan Agama sedari kecil, Bang. Dunia itu perlu, tapi akhirat harus diutamakan."


Iman menyeringis mendengar penuturan istrinya.


"Bunda, nanti Kakak bisa main sama Adek Fuad kalo udah masuk TK?" tanya Ichy.


"Tahun depan kan Kakak udah masuk SD, Sayang. Kakak mau SD dimana?"


"Di tempat TK Kakak ada SD juga, Bun."


"Mau disitu SD nya, Nak?"


"Iya, Bun."


"Nanti kita lihat lagi, ya." Ichy pun mengangguk.


Sesampainya di TK, Iman memarkirkan mobilnya. Mereka berlima turun. Qonita berjalan bergandengan tangan dengan Ichy. Sementara Iman memegang tangan kedua anak laki-lakinya.


"Assalamu'alaikum, Bang Agung." Terdengar guru TK menyapa anak laki-laki di pintu gerbang.


"Wa'alaikum salam, Miss Dini," jawab anak laki-laki tersebut.


"Assalamu'alaikum, Kak Ichy." Guru yang sedang piket itu menyapa Ichy, ada dua guru yang menyambut kedatangan anak-anak. Semua anak dipanggil dengan sebutan 'abang' dan 'kakak'.


"Wa'alaikum salam, Miss Yola," sahut Ichy.

__ADS_1


"Datang sama siapa, Kak Ichy?" Tanya miss Yola, yang mungkin sudah hapal siapa yang biasanya mengantarkan Ichy.


"Sama Bunda, Miss."


Qonita tersenyum pada kedua guru tersebut.


"Ya udah, Kakak masuk dulu ya, Nak. Nanti Bunda jemput lagi."


"Iya, Bunda." Ichy menyalam Qonita, papi lalu kedua adiknya.


Lalu Ichy memasuki gerbang, Ichy pun menyalam kedua guru tersebut, lalu berbalik melihat keluarganya.


"Da daag, Dek," ucap Ichy. Ichy melambaikan tangannya.


"Da daag, Kak," sahut Fuad dan Nabil. Ikut membalas melambaikan tangan pada Ichy.


"Assalamu'alaikum, Miss. Saya Bundanya, Ichy. Maaf, Miss mengajar di kelasnya Ichy?" tanya Qonita sopan, setelah Ichy masuk ke dalam.


"Wa'alaikum salam, Bu. Kebetulan saya guru yang masuk di kelas Ichy," ujar salah satu guru, yang dipanggil Miss Yola oleh Ichy.


"Boleh Saya tahu perkembangan Ichy, Miss? Kebetulan Saya baru menikah dengan papinya, biar saya tahu nanti mengajarinya di rumah."


"Oh, selamat ya, Bu. Kalau mengenai hasil pekerjaan anak-anak, semua tersimpan di loker, Bu. Ibu bisa lihat nanti ketika pulang. Nilai paling bagus bintangnya ada 5, Bu." Miss Yola terlihat menjelaskan.


"Kalau kekurangan Ichy yang saya lihat, selama ini dia agak susah untuk berbaur bersama teman-temannya. Dia cenderung jadi anak pendiam," sambung Miss Yola.


"Cuma hari ini terlihat berbeda, Bu. Ini hari dia nampak cerah. Biasanya raut wajahnya, datar aja. Mudah-mudahan dengan adanya Ibu, semakin menambah semangatnya," lanjut Miss Yola.


"Sama-sama, Bu."


"Maaf, Miss. Apa boleh istri Saya melihat kedalam saat sedang belajar nanti. Kebetulan anak kedua kami, tahun ajaran baru nanti akan masuk TK," ucap Iman pada Miss Yola. Yang memang berdiri beberapa langkah dari Qonita, tetapi masih bisa mendengarkan pembicaraan mereka.


"Oh, boleh. Silahkan. Ibu juga bisa bertanya mengenai TK lebih lanjut pada Kepala Sekolah, ruangannya ada di sebelah kanan." Miss Yola menunjuk arah ruangan Kepala Sekolah.


"Terima kasih, Miss." Qonita tersenyum pada Miss Yola.


Qonita mendekati Iman yang sedang memegang kedua anaknya.


"Nanti Kamu masuk aja, Sayang. Aku dan anak-anak nunggu di mobil. Setelah itu, kita pulang dulu. Baru nanti kita jemput Ichy, langsung gerak ke rumah mama."


"Iya, Bang."


Setelah bel tanda masuk terdengar, Qonita mengelilingi TK tersebut. Setelah puas melihat-lihat, Qonita menyinggahi ruang Kepala Sekolah. Sekitar 15 menit ada di dalam, Qonita akhirnya keluar. Bergerak ke mobil menemui suami dan kedua putranya.


Pukul 11.15, Iman dan keluarganya bergerak menjemput Ichy. Ichy selesai pukul 11.30. TK Ichy tidak terlalu jauh dari rumah. Hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit saja.


Perlengkapan anak-anak sudah dimasukkan ke dalam mobil. Ada beberapa makanan yang sengaja dibawa untuk ke rumah oma Herni nanti.


"Masuk aja, Sayang. Aku liatin anak-anak main disini," ujar Iman pada Qonita. Ada beberapa permainan anak-anak di halaman depan TK. Fuad dan Nabil bermain-main disana.


Memasuki wilayah dalam TK, Qonita bisa melihat anak-anak sedang makan di luar kelas masing-masing, duduk dengan dilapis tikar. Mereka makan didampingi oleh seorang guru.

__ADS_1


Setiap hari, Ichy memang membawa bekal makan, anak-anak diajarkan makan mandiri. Qonita melirik ke dalam kelas, ada seorang guru di sana. Sedang merapikan hasil pekerjaan murid. Tadi, ketika keliling, Qonita melihat setiap kelas didampingi oleh dua orang guru.


"Bunda," ucap Ichy girang ketika melihat Qonita.


Qonita tersenyum mengangguk. "Makan dulu, Nak."


Menunggu 5 menit, bel tanda pulang berbunyi. Anak-anak merapikan tempat makannya. Setelah itu, Miss Yola mengakhiri dan nenutup pertemuan hari ini.


Anak-anak berbaur. Ada yang langsung pulang karena sudah dijemput. Ada yang bermain-main. Qonita mendatangi Ichy di depan kelas.


"Kita masuk dulu ya, Nak. Bunda mau lihat hasil pekerjaan Kakak." Qonita mengajak Ichy masuk ke dalam kelas.


"Assalamu'alaikum, Miss. Permisi, saya mau lihat portofolionya Ichy."


"Wa'alaikum salam, Bu. Silahkan. Tapi Saya tinggal ya, Bu," ucap seorang guru yang ada di dalam tadi.


"Ya, tidak apa-apa, Bu."


"Yang ini loker Kakak, Bunda," sahut Ichy ketika melihat Qonita mencari loker yang bertuliskan nama Ichy.


"Yuk, kita lihat." Qonita mengeluarkan tumpukan hasil pekerjaan Ichy. Mulai dari kertas mewarnai, menulis, foto-foto kegiatan di luar sekolah, hasil keterampilan tangan, dan lain-lain.


"Wah, banyak bintang lima nya, Nak."


"Iya, Bunda. Ada bintang empat sama bintang tiga juga." Tampak hasil mewarnai dengan bintang tiga.


Pantas saja hanya diberi dengan bintang tiga, Ichy tak selesai mengerjakannya.


Kalau dilihat dari tanggal, itu pertemuan awal. Mungkin Ichy masih menyesuaikan diri.


"Gapapa, Nak. Nanti kedepannya mudah-mudahan lebih bagus lagi ya, Sayang."


"Iya, Bunda."


"Yang tadi, nama gurunya siapa, Nak?"


"Miss Selvi, Bunda."


"Nama kawan Kakak, siapa aja?"


"Nisha, Nurul, Tiwi."


Qonita terlihat ingin mendengar nama lebih banyak lagi, tetapi tidak. Ichy berhenti setelah menyebut tiga nama temannya.


"Nama teman yang laki-laki?"


"Ali, Sandi."


Qonita mengangguk sambil tersenyum. Ia mengenggam erat tangan putrinya itu. Banyak PR untuknya sebagai seorang Ibu, dia harus pelan-pelan mengajarkan anaknya itu, agar lebih bersosialisasi dengan teman-temannya.


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2