
Kantor Iman
Setelah panggilan Iman dan istrinya selesai, Iman mengacak kasar rambutnya. Dia merasa bersalah pada Qonita. Dia tahu dia salah karena sama sekali tidak membahas perihal pernikahannya dengan Mayang.
"Santai aja kayak biasanya, Bang." Kalimat istrinya itu terus berputar di kepalanya.
Dia belum sempat memohon maaf secara khusus pada istrinya. Bukannya berpura-pura lupa akan kesalahan yang sudah dilakukannya, tetapi Iman takut jika membahas hal tersebut akan berpengaruh buruk pada kehamilan istrinya.
"Gimana?" tanya Jamal pada bosnya.
"Entahlah. Dia gak ngasih Aku kesana." Iman terlihat khawatir.
"Udah biarin aja. Kamu kesana takutnya juga gak akan terkejar."
"Aku khawatir sama Qonita. Dia lagi hamil."
"Minta tolong Om Adi pantau mereka." Jamal memberi saran.
Iman akhirnya menghubungi Om Adi, supir mereka. Meminta Om Adi untuk memantau Qonita dan Mayang.
❤️❤️❤️
30 menit kemudian...
Iman mendapat pesan dari Qonita.
"Assalamu'alaikum, Suami Qonita. Alhamdulillah Qonita udah dalam perjalanan pulang. I love you. 😘"
Setelah membaca pesan dari istrinya, Iman langsung melakukan panggilan video.
"Assalamu'alaikum, Imam Qonita." Qonita tersenyum pada suaminya. Ada raut wajah khawatir diperlihatkan suaminya.
"Wa'alaikum salam, Sayang. Kamu baik-baik aja, kan?"
Qonita terkekeh mendengar pertanyaan suaminya. "Alhamdulillah Qonita baik-baik aja, Bang."
"Ntar lagi Aku pulang ya, Sayang."
__ADS_1
"Lho, kenapa kog Abang pulang cepat?" tanya Qonita heran.
"Ada yang perlu Aku jelasin ke Kamu, Sayang."
"Gak apa, Bang. Kan bisa nanti pulang Abang kerja. Selesaikan aja dulu kerjaan Abang, ya," pinta Qonita lembut.
Iman terlihat berfikir. "Ya udah, Kamu hati-hati ya, Sayang."
"Iya, Bang. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam, Sayang."
❤️❤️❤️
30 menit kemudian
Di meja receptionist, seorang perempuan cantik menanyakan ruangan Bapak Sulaiman.
"Permisi, Pak Sulaimannya ada?" tanya perempuan berambut tergerai itu.
"Belum. Tolong sampaikan Mayang ingin bertemu."
"Sebentar, Bu. Saya hubungi dulu."
❤️❤️❤️
Sementara diruangan Iman.
"Bro. Mayang di bawah. Dia ingin bertemu," ujar Jamal pada bosnya.
Deg
"S!al. Mau apa dia kemari," umpat Iman.
"Suruh masuk aja dari pada buat ribut dibawah." Jamal memberi saran.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Setelah diizinkan, Mayang naik ke lantai 3, ruangan kerja suaminya.
Jamal sudah menunggu didepan ruangan Iman. Setelah melihat Mayang, jamal mempersilahkan Mayang masuk. Jamal ikut duduk di sofa, Iman sudah menunggu disana.
"Kenapa Kamu kesini, Yang?" tanya Iman tidak senang.
"Kenapa? Kamu gak suka bertemu Aku, Im? Apa Kamu senang, Aku dan Yuna dibawa ke Jakarta?" tanya Mayang kesal.
Iman menghela nafas panjang. "Kenapa Kamu menemui Qonita, Yang?"
Mayang tersenyum sinis. "Ngadu apa istri Kamu itu? Dia jelekin Aku?"
"Bisa jawab pertanyaanku, Yang. Jangan bertanya balik."
"Kalau Aku gak jumpai dia, Aku gak tahu kalau Kamu bukan cuma gak adil di pembagian waktu aja, Im. Kamu juga gak adil dalam membagi materi untuk Aku dan Yuna," ucap Mayang marah.
"Maksud Kamu apa, Yang?" tanya Iman bingung.
"Gak usah pura-pura, Im. Kamu kasih dia banyak, kan? Gak sebanding dengan yang Kamu kasih ke Aku, kan?"
"Astagfirullah, Yank. Apa Kamu merasa kurang selama ini?"
"Bukan masalah kurang atau nggaknya, Im. Tapi masalah Kamu berlaku adil pada kami. Kamu selalu condong pada istri sah Kamu itu," ungkap Mayang menggebu-gebu.
"Aku membagi sama pada kalian, Yang. Kalian sama-sama Aku kasih 40 juta/bulan."
"Bohong. Kamu pasti kasih lebih ke dia karena anaknya banyak, kan? Anaknya itu bukan tanggung jawab Kamu, Im. Cuma Ichy dan Yuna yang menjadi tanggung jawab Kamu."
"Kamu kenapa, Yang. Kenapa Kamu jadi berbeda begini. Aku seperti nggak mengenal Kamu lagi," ucap Iman frustasi melihat istri sirinya itu.
"Kamu selalu gak adil sama Aku, Im. Kamu bahkan gak datang sama sekali ke Jakarta menemui keluargaku." Mayang menangis mengucapkannya.
"Aku masih sibuk, Yang. Kerjaanku lagi banyak-banyaknya. Aku berencana menemui Kamu saat Aku akan meninjau proyek yang di Jakarta, Yang."
"Kalau dia aja yang sakit, Kamu bisa ninggalin semua kerjaan Kamu, Im. Tapi kalau untuk Aku, selalu aja ada alasan." Mayang mengeluh.
❤️❤️❤️
__ADS_1