
Tidak terasa sudah delapan bulan lamanya Iman dan Qonita berumah tangga. Walau belum dikaruniai tambahan seorang anak, namun keluarga mereka semakin harmonis.
"Vi, besok tanyak pendaftaran di TK nya Ichy kapan buka? Jangan sampai telat. TK bagus biasanya banyak yang incar. Satu kelas cuma diisi 20 murid. Fuad masuk disitu aja," ucap Qonita pada Vivi.
"Iya, Bu. Besok Vivi tanyak," jawab Vivi.
"Adek Fuad jadi TK di tempat Kakak ya, Bun?" tanya Ichy yang mendengar pembicaraan bundanya dan Vivi.
"Iya, Sayang. Kakak nanti lanjut SD nya mau dimana, Sayang?"
"Kalau gitu Kakak di SD tempat TK aja, Bunda. Kan sekolahnya samping-sampingan. Kita nanti bisa pergi bareng, Dek." Ichy menjelaskan pada Fuad.
"Iya, Kak." Fuad terlihat senang.
"Tahun ini Kamu juga lanjut kuliah, Vi. Ambil yang untuk pekerja aja. Jumat dan Sabtu kuliahnya. Jadi Kamu masih bisa urus Fuad dan Nabil hari senin sampai kamis," ungkap Iman.
__ADS_1
"Saya belum ada rencana daftar kuliah, Pak," ujar Vivi.
"Daftar aja, cari kampus dan jurusan sesuai keinginan Kamu. Tanyak biayanya, nanti lapor ama ibu negara. Ya kan, Sayang." Iman mengerling pada istrinya.
"Iya, Vi." Qonita memang sudah mengetahui niat Iman untuk membiayai kuliah Vivi. Mereka sudah membicarakan hal itu sebelumnya.
❤️❤️❤️
"Sayang, service Aku sampe puas. Kalau perlu kita bergumul sampai besok pagi," ucap Iman setelah melepas pautan bibirnya pada bibir Qonita.
Berada tanpa pengawasannya selama kurang lebih tiga hari, membuat Qonita harus memberikan asupan yang cukup bagi suaminya. Jangan sampai kelaparan diluar sana.
Qonita tidak menjawab ucapan suaminya. Hanya saja bibirnya sudah membasahi telinga dan juga leher suaminya.
"Ah," racau Iman tak tertahan. "Sayang, ini begitu nikmat."
__ADS_1
Jangan tanya bagaimana urusan bercinta mereka. Bukan Iman namanya jika tidak mengeksplor berbagai macam gaya dan teknik dalam hubungan suami dan istri. Mereka sudah mencoba di tempat yang berbeda mulai dari kasur, sofa, di atas karpet dan di bathtub.
Qonita sendiri banyak mendapat pelajaran dari suaminya. Pengalamannya sudah banyak, mulai dari posisi duduk, berbaring telentang, telungkup, menyamping, berjongkok bahkan berdiri sudah dikuasainya.
Qonita cepat belajar, suaminya sangat puas dibuatnya. Apalagi ketika ia disuruh untuk ke kantor suaminya sebulan setelah pernikahan mereka dulu. Qonita tidak menyangka bahwa tujuan suaminya hanyalah agar mereka menikmati sore indah dengan bergumul di kantor suaminya.
"Apa gunanya kamar ini dibuat kalau kita gak melakukannya disini, Sayang?" Seperti itu dulu perkataan suami mesumnya itu.
Ditambah lagi ketika malam hari sebelum tidur, suaminya menghubunginya. Ia fikir suaminya akan menyusulnya ke kamar. Ternyata ia salah. Malah ia yang disuruh menuju ruang kerja suaminya.
"Kita belum pernah coba di meja kan, Sayang?" Kalimat itu yang suaminya ucapkan saat ia tiba di ruangan itu dan suaminya mengunci pintu ruang kerja tersebut.
Qonita terus bergerilya di tubuh suaminya. Setiap tindakannya membuat suaminya mengeluarkan 3rangan penuh kenikmatan. Sangking nikmatnya, suaminya menekan kuat kepala Qonita.
"Qonita akan berikan apapun yang Abang mau. Agar segala bentuk nikmat diluar sana gak akan berarti lagi untuk Abang," ucap qonita dalam hatinya.
__ADS_1
❤️❤️❤️