PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA
Bab 150 Surat Yusuf dan Maryam


__ADS_3

Jakarta


"Mayang, Aku cinta Kamu," ujar Agil.


Agil mengangkat dagu Mayang, lalu ia dekatkan wajahnya pada wajah Mayang.


Cvp


Agil mengecvp singkat bibir Mayang.


"Ayok, tidur." Agil sudah membaringkan tubuhnya.


Kini ia tarik lengan Mayang agar ikut tidur disebelahnya.


Akhirnya Mayang pun berbaring dengan bantal berlengankan tangan Agil.


Akhirnya mereka pun tidur siang bersama.


Sejam kemudian Rangga terbangun. Dia menangis sehingga membuat Yuna ikut terbangun juga.


"Mami dimana, Bu?" tanya Yuna pada baby sitter Rangga.


"Ibu juga gak tau, Non. Mungkin di kamar Pak Agil," jawab baby sitter Rangga.


"Kamar om Agil dimana?" tanya Yuna lagi.


Baby sitter Agil pun menunjukkan kamar Agil.


"Om, Mami," teriak Yuna sambil mengetuk-ngetuk pintu.


Mayang terbangun mendengar suara putrinya.


"Kenapa?" tanya Agil saat merasakan kepala Mayang bergerak.


"Yuna manggil, Mas." Mayang bangun, lalu membuka pintu kamar.


"Kog Mami disini?" tanya Yuna.


"Mami bobo siang disini, Sayang. Soalnya dikamar Rangga gak muat." Agil yang menjawab, karena Mayang bingung mau menjawab apa. Ternyata Agil ikut menyusul Mayang.


"Kog cepat banget bangunnya? Om masih ngantuk, neh. Bobo lagi, yuk." Agil mengajak Yuna masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Mas..." seru Mayang.


"Udah ayok bobo bertiga. Aku beneran masih ngantuk. 1 jam lagi deh." Agil tampak menguap.


Agil kembali merebahkan badannya. "Bobo sini." Agil menepuk tempat tidur disebelahnya agar Yuna tidur disebelahnya.


Yuna melihat ke arah maminya.


"Mami ayo bobo sini," ujar Agil sengaja agar Mayang mau kembali tidur bersamanya.


"Ya udah ayo bobo lagi, Sayang." Mayang mengajak Yuna.


Mereka pun akhirnya tidur bertiga, dengan Yuna ada di antara Agil dan Mayang.


❤️❤️❤️


Medan, Sumatera Utara


Setelah selesai sholat Dzuhur berjamaah, Qonita menahan tangan suaminya.


"Bang, Qonita pengen dibacakan Surat Yusuf"


"Biar anaknya laki-laki ya, Sayang?" tanya Iman.


"Nggak tau, Bang. Pengen aja," ujar Qonita.


"Ya udah, sebentar ya, Sayang. Aku ambil Al-Qur'an dulu."


"Iya, Bang. Makasi." Qonita pun tersenyum lebar.


Qonita dengan khusyuk mendengarkan suaminya yang sedang membacakan Surat Yusuf untuknya.


❤️❤️❤️


Setelah selesai sholat ashar berjamaah, lagi-lagi Qonita menahan tangan suaminya.


"Mau dibacakan Surat Yusuf lagi ya, Sayang?" tanya Iman pada istrinya.


"Bukan, Bang. Mau dibacakan Surat Maryam."


"Ha? Surat Maryam?" tanya Iman bingung. Sehabis Sholat Dzuhur tadi, istrinya itu minta dibacakan Surat Yusuf, biasanya agar anaknya laki-laki. Namun, sekarang Qonita minta dibacakan Surat Maryam, biasanya untuk anak perempuan.

__ADS_1


"Iya, Bang." Qonita tersenyum sambil mengedip-ngedipkan matanya.


Iman tergelak melihat tingkah menggemaskan istrinya.


"Mudah-mudahan anak kita sepasang ya, Sayang, putra dan putri," seru Iman tatkala dia sudah selesai membacakan Surat Maryam.


"Aamiin," sahut Qonita.


❤️❤️❤️


Jakarta


Karena waktu sudah sore, Mayang pamit pulang pada Agil. Agil meminta agar pulang sehabis makan malam. Namun Mayang mengatakan sudah terlalu lama mereka di rumah Agil. Akhirnya Agil mengizinkan mereka pulang, dengan syarat lain waktu main lagi ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, Bu Irma bertanya pada Yuna, senang apa tidak bermain di rumah Rangga, dan Yuna pun mengatakan senang.


"Dari pagi disana ngapain aja, Sayang?" tanya Bu Irma pada cucunya.


"Main, Makan trus bobo, Oma," ujar Yuna.


"Wah, Yuna bobo dimana?" tanya Bu Irma.


"Pertama bobo di kamar adek Rangga, Oma. Trus bobo di kamar om Agil, pas cari Mami."


"Lho memangnya Mami kemana?" tanya Bu Irma.


"Bobok di kamar om Agil," ujar Yuna polos.


Deg


Bu Irma melirik ke arah putrinya. Begitu juga dengan Pak Erlangga yang mendengar obrolan istri dan cucunya.


"Mayang, kalian?" tanya bu Irma pada anaknya.


"Nggak, Ma. Bukan seperti yang Mama kira. Kami cuma tidur aja. Itupun Yuna ada di tengah-tengah kami," ungkap Mayang.


Bu Irma dan Pak Erlangga saling melirik. Namun tidak ada komentar lagi setelahnya.


Sementara Mayang menghela nafas panjang.


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2