PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA
Bab 163 Edukasi Ibu Hamil dan Menyusui


__ADS_3

Medan, Sumatera Utara


Kantor Iman


"Pagi Bos, tiap pagi bawaannya seger melulu. Tidurnya nyenyak ya, Bos?" Jamal bertanya dengan sudut bibir kirinya naik sebelah.


Iman tentu tahu apa yang dimaksud asisten pribadinya. "Kenapa? Lo udah lama gak dikasih jatah?" ejek Iman.


"Wah, ya gak gitu juga, Bro. Kerjaan begini banyak jelas nyita waktu tidur Gue. Gue pulang bawa kerjaan, nah Elo?" sungut Jamal.


"Terima keadaan aja. Istri Gue lagi hamil, kembar lagi. Jadi waktu Gue buat ngelonin istri Gue harus ditambah," sahut Iman.


"Cih, alasan. Lo mau seneng-seneng ama Qonita aja pake bawa-bawa anak Lo," umpat Jamal.


"Alasan apanya. Lo tahu, bahkan dari sekarang aja, Qonita udah ngingatin Gue buat selalu dukung dia agar bisa kasih asi eksklusif ke anak kembar kami nanti. Gue bahkan disuruh follow akun grup Ibu mengASIhi kota medan," ungkap Iman.


"Hah? Memangnya Lo yang mau kasih asi ke anak Lo nanti. Ada-ada aja." Jamal tertawa mengejek.


"Ck. 0t4k Lo memang gak sampe bahas tentang beginian. Dukungan suami pada istri itu sangat diperlukan, apalagi setelah istri melahirkan," ungkap Iman.


"Mengurus anak itu adalah kewajiban kedua orang tuanya. Jadi suami dan istri itu harus sama-sama belajar cara mendidik anak, mulai anak masih di dalam kandungan ibunya. Lo tau kalau sampai ibu mengalami baby blues, bisa bahaya. Ibu yang baru melahirkan harus mendapat dukungan yang besar dari keluarganya," sambung Iman.


"Lo gak malu masuk grup begituan? G!l4k. Bos dari Khasanah Land masuk grup ibu menyusui. Hahaha..." Jamal menertawai sahabatnya itu.


"Sini Lo lihat." Iman menggeser-geser layar HP nya.


"Nih, Lo lihat siapa aja anggota di dalamnya. Orang yang masuk grup ternyata bukan hanya perempuan. Mereka yang masuk adalah pasangan suami istri. Edukasi tentang persiapan kehamilan, menyusui, dan nutrisi sehat harus dipelajari oleh suami dan istri bersama-sama," imbuh Iman.


Iman menjelaskan pada Jamal tentang apa yang sudah dijelaskan Qonita padanya. Bahwa suami perlu terlibat dalam kelas ibu hamil guna meningkatkan pengetahuan dalam memperhatikan istrinya yang sedang hamil.


Suami juga perlu mendapatkan edukasi tentang asupan gizi untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui. Peran suami akan sangat diperlukan untuk mengingatkan ibu hamil agar selalu menjaga kebersihan diri dan istirahat yang cukup.

__ADS_1


Jamal manggut-manggut mendengarnya.


"Sampai disini, Lo paham kan?" tanya Iman pada Jamal.


"Iya, iya." Jamal menelan ludahnya. Ternyata selama ini dia sama sekali tidak mengetahui harus terlibat sejauh itu pada saat istrinya hamil.


❤️❤️❤️


Jakarta


Poppy berbicara berdua dengan mamanya di dalam kamar. Semalam dia sudah memberi tahu mamanya lewat sebuah pesan jika rencana mereka gagal dilaksanakan.


"Gimana seh, Kamu Poppy. Kog sampai gagal?" ungkap Tante Sarah.


"Ya mau gimana lagi, Ma? Mas Agilnya Aku panggilin gak ada nyahut. Pintunya Aku buka, tapi gak bisa karena dikunci," protes Poppy pada mamanya karena menyalahkannya.


❤️❤️❤️


"Kog belum berangkat kerja?" tanya oma shinta pada anaknya.


"Lagi nunggu Mayang, Ma. Aku nyuruh dia datang kesini setelah ngantar Yuna," ujar Agil.


"Oh..." jawab oma Shinta.


Sementara Tante Sarah dan Poppy saling melirik mendengarnya.


Pukul 8.15 Wib, Mayang sampai di rumah Agil. Dia diantar oleh supir. Supirnya langsung pulang karena dia akan pergi bersama Agil. Mobil Mayang yang ditinggal di kantor Agil, semalam diantar oleh anggota Agil ke rumah Mayang. Saat ini Agil sedang berada di kamarnya.


Mayang menyalam oma Shinta, tante Sarah dan Poppy.


"Mba Mayang kog tiap hari datang kesini? Gak takut orang salah menilai Mba Mayang sering banget bareng Mas Agil, mana sering mesra-mesraan lagi," celetuk Poppy karena masih kesal rencananya tadi malam gagal dieksekusi.

__ADS_1


Deg


Mayang terkejut mendengar ocehan Poppy.


"Aku kemari karena Mas Agil yang memintanya," jawab Poppy.


"Mau ngapain sih, Mba. Masih pagi buta begini. Mas Agil juga harus kerja, kan?" protes Poppy.


"Ada yang harus Kami bahas. Mas Agil udah mendesakku untuk menikah dengannya. Dan Aku sudah mengambil keputusan untuk menerima lamarannya," ujar Mayang terpaksa.


Sebenarnya bukan itu alasan Mayang datang. Dia terpaksa mengatakan seperti itu karena Poppy menyudutkannya.


Tadi pagi Agil menghubunginya. Agil tahu bahwasanya tadi malam Poppy mendatangi kamarnya. Agil sengaja tidak menjawab panggilan Poppy. Bersyukur Agil senantiasa mengunci pintu kamarnya, sehingga Poppy tidak bisa masuk.


"Jangan-jangan Mba Mayang lagi hamil, ya? Mba Mayang bebas gitu sama Mas Agil," seru Poppy.


"Poppy. Yang bagus kalau ngomong sama Mba mu." Oma Shinta kesal pada Poppy.


"Aku bingung sama bebas yang Kamu maksud. Kamu menyalahkan calon istriku yang datang kesini. Sementara Kamu mendatangi kamar laki-laki saat malam hari. Siapa yang lebih bebas disini, Kamu atau calon istriku?" Agil menatap tajam pada Poppy.


Deg


Poppy terkejut mendengarnya. Ternyata Agil tahu jika semalam dia datang ke kamar Agil.


Sementara Agil sebenarnya dari tadi mendengar ocehan Poppy pada Mayang dari ruang tengah.


"Tanpa mengurangi rasa hormatku pada Om dan Tante, lebih baik jika kita bertemu lagi di lain waktu. Mungkin di hari pernikahanku dan Mayang," ungkap Agil.


Tante Sarah lemas mendengarnya. Pupus sudah harapannya agar bisa menikahkan Poppy dengan Agil.


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2