PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA
Bab 91 Lipstik dan Parfum Siapa?


__ADS_3

..."Keluarga yang baik dibangun dengan cinta, dimulai dengan kasih sayang, dan dipelihara dengan kesetiaan."...


Jakarta


Pagi hari Iman menyelesaikan urusan pekerjaannya. Sore ini dia akan pulang. Sebelum pulang dia sempatkan melakukan video call dengan Mayang. Dia lama berbicara dengan Yuna, Yuna terlihat sangat senang.


❤️❤️❤️


Medan, Sumatera Utara


Anak-anak sedang belajar mengaji. Vivi dan Qonita sedang duduk santai di ruang keluarga. Tidak lama terdengar suara orang yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya. Siapa lagi kalau bukan tuan rumah, Iman.


Ichy, Fuad dan Nabil yang sedang mengaji langsung berteriak bahagia melihat kepulangan papi mereka. Mereka berlari ke dalam pelukan Iman. Setelah memeluk dan menyalami ketiga anaknya, Iman meminta mereka untuk melanjutkan belajar mengajinya.


Iman menuju ruang keluarga. Qonita sudah berdiri menyambut kehadiran suaminya. Mereka saling mendekat, Qonita menyalam takzim suaminya. Iman memberi k3cupan di kepala sang istri lalu memeluk orang yang dicintainya itu.


"Abang mau istirahat di kamar?" tanya Qonita pada suaminya.


"Jam berapa anak-anak selesai belajar ngajinya?" Iman balik bertanya.


"Setengah jam lagi baru mereka selesai, Bang," ungkap Qonita setelah melihat jam.


"Kalau gitu kita ke kamar dulu. Nanti baru keluar kalau anak-anak udah selesai." Qonita pun mengangguk.


Iman dan Qonita memasuki kamar. Begitu pintu tertutup Iman langsung mencumbui istrinya itu. C!uman bertubi ia berikan sebagai gambaran betapa dia merindukan istrinya.


Iman langsung membaringkan Qonita di tempat tidur. Dia menindih tubuh mungil istrinya itu.

__ADS_1


"Aku merindukanmu, Sayang," ucap Iman menatap mata sang istri. Qonita tersenyum mendengarnya.


"Qonita juga rindu." Qonita mengecup singkat bibir suaminya.


Ibu jari Iman bergerak menyusuri bibir istrinya. "Apel fujiku," ujar Iman lalu menundukkan wajahnya dan kembali menyatukan bibir mereka.


Merasakan suasana kian panas, Qonita menahan tubuh suaminya.


"Kenapa, Sayang?" tanya Iman parau.


"Segini dulu ya, Bang. Ntar malam dilanjut. Katanya nanti mau gabung sama anak-anak," ucap Qonita.


"Yah, delayed. Kirain pesawat aja yang pake delayed." Qonita terkekeh kecil mendengar gerutuan suaminya.


"Ya udah, kita pelukan ajalah, dari pada nggak," ujar Iman membaringkan tubuhnya lalu meletakkan kepala istrinya di lengannya.


❤️❤️❤️


Memasuki waktu Magrib, mereka sholat berjamaah. Setelah itu makan malam bersama. Lanjut berkumpul di ruang keluarga.


Setelah menidurkan anak-anak, Iman dan Qonita pun menuju ke kamar mereka.


Tanpa aba-aba, Iman langsung menarik istrinya lalu melanjutkan keinginannya yang tadi sempat tertunda. Qonita terengah-engah melayani h4srat suaminya. Suaminya melahapnya layaknya orang yang hampir mati kelaparan.


Setelah selesai mandi, Qonita melihat suaminya sudah tidur dengan lelapnya. Qonita tersenyum melihat wajah suaminya. Wajah kelelahan habis bertempur dengannya.


Qonita membongkar koper kecil milik suaminya. Mengeluarkan pakaian kotor suaminya. Pakaian kotor itu dimasukkan dalam kantung plastik. Ada dua kantung plastik.

__ADS_1


Saat membuka 1 kantung plastik yang berisi pakaian kotor yang lebih sedikit, Qonita seperti mencium aroma parfum perempuan.


Deg


Hatinya terdetak. Ini bukan aroma parfum milik suaminya. Walau suaminya memiliki beberapa jenis parfum yang berbeda, tapi ini bukan salah satu dari yang dimiliki suaminya.


Qonita mencium pakaian suaminya. Parfum itu melekat jelas di kemeja kotor suaminya. Kemeja yang disediakan Qonita untuk digunakan suaminya saat hendak berangkat ke luar kota.


Qonita merentangkan kemeja suaminya.


Deg


Matanya tertuju pada bercak berwarna kemerahan di sekitar kancing nomor dua dari atas kemeja tersebut.


Qonita menelan ludahnya. Berusaha mengatur pernafasannya agar dirinya tetap tenang.


Qonita menelusuri satu demi satu pakaian kotor suaminya. Tidak ada hal mencurigakan di pakaian yang lain.


Qonita mulai mengingat-ingat saat suaminya menghubunginya. Hari pertama suaminya menelfonnya, suaminya sedang berada di luar. Padahal itu jam 10 malam. Sedangkan hari kedua suaminya menghubunginya di hotel.


Qonita mengambil kesimpulan bahwa lipstik dan aroma parfum itu adalah milik dari istri siri suaminya itu. Kemungkinan suaminya bermalam dahulu di rumah istri sirinya itu.


Tapi kenapa ada kejadian seperti ini? Sudah 8 bulan mereka bersama, dan baru kali ini dia menemukan hal seperti ini.


Qonita memilih menggabungkan pakaian kotor suaminya ke keranjang pakaian kotor, serta merapikan koper dan barang-barang suaminya.


Qonita memutuskan tidak akan bertanya pada suaminya dan melupakan masalah tersebut.

__ADS_1


"Semoga lipstik dan parfum itu memang milik Mayang, istri Abang. Kalau ternyata itu milik perempuan lain, Qonita gak akan bisa memaafkan Abang," ucap Qonita dalam hatinya.


❤️❤️❤️


__ADS_2