PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA
Bab 128 Hamil Anak Kembar


__ADS_3

Medan, Sumatera Utara


Dua minggu sudah berlalu. Sudah waktunya Qonita memeriksakan kembali kehamilannya. Kali ini dia tidak pergi sendiri seperti sebelumnya, ada Iman yang menemaninya.


"Eh, kembar ya," ucap dokter saat memeriksa kondisi kandungan Qonita.


Deg


Qonita dan Iman terkejut.


Qonita menggenggam jemarinya. Wajahnya berubah datar.


"Kembar dok?" tanya Iman memastikan.


Dokterpun mengiyakan dan menjelaskan kondisi kandungan Qonita. Sebelumnya memang tidak kelihatan bahwa Qonita sedang hamil anak kembar. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.


"Alhamdulillah..." seru Iman.


Iman tersenyum melihat calon anaknya dalam layar monitor. Iman menggenggam tangan istrinya itu, menunjukkan rasa bahagianya. Tanpa rasa malu, Iman mengecup dahi istrinya.


"Maaf, Dok. Sebelumnya saya sudah 2 kali caesar. Apa tidak ada masalah, apalagi ini saya mengandung anak kembar?" tanya Qonita dengan wajah yang semakin pucat.


Dokter tersenyum pada Qonita. Dapat ia lihat ketakutan pada wajah pasiennya ini.


"Secara alamiah, kehamilan kembar memang memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan normal. Kehamilan kembar menyebabkan rahim bertumbuh lebih besar dibanding kehamilan normal," imbuh sang dokter.


"Karena Ibu memiliki riwayat persalinan melalui prosedur sectio dan sekarang mengalami kehamilan kembar, maka sebaiknya Ibu memeriksakan diri secara rutin," sambung dokter.


"Jangan khawatir, Bu. InsyaAllah semuanya baik-baik saja. Jarak lahiran sebelumnya juga sudah lebih dari 3 tahun. Jaga makanan dengan gizi yang seimbang, jangan kelelahan dan juga stress," sambung dokter.

__ADS_1


Iman dan Qonita kini berada di dalam mobil. Iman melihat Qonita berwajah murung dan lebih banyak diam.


"Sayang, Kamu kenapa?" tanya Iman lembut.


"Qonita takut, Bang." Hanya itu jawaban istrinya.


Iman menoleh. "Jangan khawatir, Sayang. Zaman sekarang sudah canggih. Lagian dokter tadi kan bilang gak ada masalah, Sayang."


"Tapi resikonya besar, Bang." Tiba-tiba Qonita menangis.


Iman terkejut. Dia terpaksa meminggirkan mobilnya. Tidak mungkin dia melanjutkan perjalanan dengan kondisi istrinya yang seperti itu.


"Sayang..." Iman menarik istrinya dalam pelukannya.


"Jangan sedih. Kehamilan Kamu ini anugerah, Sayang. Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. Jangan berfikiran yang enggak-enggak. Kasihan anak kita, nanti mereka berfikir Kamu gak senang akan kehadiran mereka."


"Bukan gitu, Bang. Qonita senang mereka ada. Tapi Qonita juga takut terjadi sesuatu pada mereka."


"Aamiin," sahut Qonita.


❤️❤️❤️


Sesampainya di rumah, ternyata ada mertua dan adik iparnya. Qonita dan Iman menyalam mereka.


Oma Herni bertanya-tanya dalam hati ada apa dengan mantunya. Bukankah mereka baru saja pulang dari memeriksakan kandungan, kenapa wajah mantunya terlihat sendu?


"Gimana calon ponaan Nana, Kak?" tanya Nana pada kakak iparnya, Qonita.


"Alhamdulillah sehat, Dek." Qonita memaksakan diri tersenyum.

__ADS_1


"Alhamdulillah," ujar mertuanya.


"Kamu mau istirahat di kamar, Sayang?" tawar Iman pada istrinya.


"Gak apa, disini aja, Bang," ucap Qonita.


Mertua serta adik iparnya dapat merasakan ada sesuatu yang terjadi. Mereka saling melirik.


"Alhamdulillah Qonita hamil anak kembar. Mohon doanya, agar Qonita dan calon anak kami sehat hingga mereka lahir nanti."


"Alhamdulillah..." ujar mertua dan adik iparnya.


"Selamat ya, Kak," seru Nana riang.


"Makasi, Dek." Qonita tersenyum tipis.


"Kenapa, Sayang?" Oma Herni mendekati mantunya. Duduk telat disebelah Qonita.


"Qonita gak bisa singkirkan rasa takut Qonita, Ma," ungkap Qonita dengan mata berkaca-kaca.


"Takut kenapa, Sayang?" tanya oma Herni lembut.


"Qonita udah 2 kali caesar, Ma. Gimana kalau nanti terjadi sesuatu yang buruk. Atau kalau terjadi sesuatu pada Qonita, siapa nanti yang memberi ASI pada mereka?" Qonita nenutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Sayang..." seru Iman. Hatinya tersayat melihat ketakutan istrinya.


Oma Herni memeluk menantunya itu.


"Jangan fikirkan itu, Nak. Tugas Kamu cuma perlu menjaga diri sendiri dan kedua calon cucu Mama. Apa yang akan terjadi, itu diluar kuasa kita. Jadi jangan repot memikirkannya. Bahagiakan diri Kamu, karna apa yang Kamu rasakan akan berpengaruh pada janin yang Kamu kandung," ungkap oma Herni.

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2