PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA
Bab 141 Agil Pun Rindu


__ADS_3

Medan, Sumatera Utara


"Aku kesini untuk minta maaf..." Mayang berucap lirih.


"Aku mengakui kesalahan yang sengaja Aku lakukan. Aku sudah menerima akibatnya. Bukan hanya Kamu yang kini meninggalkan Aku dan Yuna, Agil pun demikian. Sejak di puncak malam itu, dia sudah tidak pernah menemui kami. Aku menyesal," ungkap Mayang.


"Harusnya Aku bisa berbesar hati menerima kekalahanku. Harusnya Aku bisa ikhlas menerima takdirku. Tapi Aku malah memupuk rasa benciku. Aku iri pada Qonita. Dan sekarang Aku menyesali perbuatanku. Maafkan Aku," imbuh Mayang.


"InsyaAllah Kamu akan menemukan orang yang tepat untukmu, Yang. Orang yang dapat membahagiakan Kamu dan Yuna. Bukalah pintu hatimu, mungkin akan ada orang yang berusaha masuk. Jangan langsung menolak orang yang datang. Cobalah untuk mengenalnya, bisa jadi dia yang terbaik untuk Kamu dan Yuna," seru Iman.


"Siapa, Im? Kamu aja pergi meninggalkan kami. Agil pun juga sekarang sudah pergi. Lalu siapa orang itu?" tanya Mayang sedih.


"Sabar, Mba. Jangan fokus pada orang yang akan membahagiakan Mba Mayang dan Yuna. Untuk saat ini cari kebahagiaan Mba dan Yuna sendiri. Jika Allah menghendaki, saat itu akan datang tanpa kita duga." Qonita ikut menimpali, berusaha memberi penguatan pada Mayang.


❤️❤️❤️


Jakarta

__ADS_1


Agil dan Abang Mayang kini duduk berhadapan. Kerja sama yang mereka jalani memang membuat mereka sering bertemu.


"Gimana kabar Mayang dan Yuna?" tanya Agil pada abangnya Mayang.


Deg


Abang Mayang terkejut.


Pasalnya sejak dari puncak kemaren, Agil enggan membicarakan Mayang. Meski abang Mayang mencoba membahas apa yang sebenarnya terjadi di antara Mayang dan Agil, namun Agil tetap tutup mulut. Sehingga abang Mayang tidak pernah membicarakan Mayang dan Yuna lagi.


Dan kini Agil sendiri yang menanyakan kabar Mayang dan Yuna.


Deg


"Kamu yakin?" tanya Agil memastikan.


"Entahlah, papa memberi tahu seperti itu. Yuna terus menanyakan tentang Kamu dan Rangga. Mayang dan Yuna merasa kehilangan. Kamu yang biasa datang dan memberi kabar pada mereka, tiba-tiba menghilang begitu saja," ujar abang Mayang.

__ADS_1


"Maaf..." ujar Agil. "Aku gak mau Mayang terbebani dengan keberadaanku. Dia masih belum bisa menerima orang baru."


"Kenapa Kamu berkata seperti itu? Yang kudengar dia lebih banyak diam dan bersedih. Setiap saat mengintip ke arah luar dari balik jendela, siapa lagi yang dia harapkan datang jika bukan Kamu dan Rangga?" ungkap abang Mayang.


"Apa benar seperti itu? Bukan karna dia masih menyesali perceraiannya dan ingin kembali pada mantan suaminya"


Deg


Abang Mayang terkejut.


"Gak mungkinlah. Sampai kapan pun mereka gak akan bisa bersama. Jarak diantara mereka terlalu luas. Oleh karena itu pada akhirnya mereka memilih berpisah," sahut abang Mayang.


Agil hanya mengangguk singkat.


Dalam hati dia memikirkan ucapan abang Mayang. Apa benar semua yang dikatakan oleh abang dari perempuan yang dia cintai itu. Mayang adalah Perempuan yang mampu menggugah hatinya saat pertama kali melihat fotonya.


Bahkan di saat Mayang masih berstatus sebagai istri orang, Agil tidak mempermasalahkan. Dia meyakini Mayang dapat menjadi istri yang baik baginya sekaligus ibu yang baik untuk Rangga.

__ADS_1


'Apa benar Kamu menantikan kedatanganku, Mayang? Apa Kamu memang merasa kehilangan Aku dan Rangga? Andai Kamu tahu, Aku pun merindukanmu,' ucap Agil dalam hatinya.


❤️❤️❤️


__ADS_2