PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA
Bab 119 Jihan dan Iman


__ADS_3

..."Hidup itu sulit, kamu harus kuat dari dalam." - anonim....


Medan, Sumatera Utara


Iman pulang dengan wajah kusut. Dia mengatakan kepada anak-anak dan istrinya akan beristirahat di kamar saja.


Qonita yang memperhatikan suaminya mengetahui bahwa suaminya ini pusing bukan karena sakit kepala, melainkan karena sedang ada masalah. Apakah ini berkaitan dengan kedatangan Mayang tadi?


Qonita memijat kepala suaminya. Dia tidak ingin bertanya apapun pada suaminya. Biarlah suaminya yang memulai bercerita padanya.


Iman merasa tenang berada di dekat istrinya ini. Istrinya ini begitu mengerti akan dirinya. Tidak pernah mendesaknya. Selalu berusaha untuk memahaminya.


"Aku menyesal, Sayang. Dulu, saat mendengar Jihan meninggal, Aku sangat menyesal. Menyesal karena terlambat menyatakan perasaanku padanya. Aku mencintainya." Iman meneteskan air matanya.


Baru kali ini Qonita melihat suaminya menangis. Qonita akan menjadi pendengar yang baik untuk suaminya.


"Sehari sebelum Jihan meninggal, kalung yang Aku pesan khusus untuknya udah selesai. Aku berencana memberikannya padanya. Kalung itu bertuliskan panggilan untuknya. Panggilan yang pernah dia minta Aku untuk memanggilnya seperti itu, 'honey'."


Qonita teringat akan kalung indah yang ada di brankas milik suaminya, bertuliskan 'My Honey'."


Iman teringat akan permintaan Jihan dulu padanya.


❤️❤️❤️


Flashback On


8 Tahun yang lalu

__ADS_1


Iman dan Jihan baru saja menikah. Sebagai suami Iman melaksanakan kewajibannya kepada Jihan. Namun, sikap cuek Iman pada Jihan membuat Jihan sering protes pada suaminya.


"Mas, mesra dikit jadi suami napa, seh. Mas kog gak ada romantis-romantisnya?" Jihan mengeluh pada suaminya.


Iman hanya menatap sebentar pada Jihan. Tidak menjawab sama sekali.


"Mas, panggil Aku tuh pakek panggilan sayang gitu napa? Kayak orang-orang. Panggil pipi mimi, ayang beb, my sweety. Tapi karna namaku Jihan, mas panggil honey aja, ya. Kan sama-sama 'han', jadi panggilan sayang mas untuk Jihan itu honey." Jihan tersenyum akan idenya.


Namun bukan Sulaiman namanya jika menuruti permintaan Jihan. Semakin lama menikah dengan Iman, Jihan semakin mengerti sikap cuek dan cool suaminya.


Apa boleh buat, suaminya yang dia nikahi memang begini sikapnya. Sulit sekali untuk merubahnya.


Kesibukan suaminya akan pekerjaan membuat suaminya sering melakukan perjalanan ke luar kota.


Jihan sering meminta ikut pada suaminya. Jihan yang memang tidak bekerja merasa bosan ditinggal di rumah sendiri.


"Jihan, Aku pergi untuk bekerja. Gimana mungkin Aku bawa Kamu." Iman menolak permintaan istrinya.


"Jihan lagi Jihan lagi. Honey, Mas. Tinggal ganti Jihan jadi Honey kog susah amat, seh?"


Lagi dan lagi suaminya itu tidak menghiraukan.


"Aku bosan Mas, ditinggal melulu," keluh Jihan.


"Aku kan izinin Kamu bantu papa Kamu kerja di perusahaannya, biar Kamu gak bosan," ungkap Iman.


"Nggak ah, males. Jadi wanita karir itu bahaya, Mas. Ntar jadi alasan suami untuk selingkuh karna istrinya sibuk bekerja," ucap Jihan lantang.

__ADS_1


Deg


Iman merasa terkejut mendengarnya. Namun dia dapat mengkondisikan dirinya.


"Lagian, Aku tuh mau jadi istri yang baik untuk Kamu, Mas. Jadi istri yang manis, yang menunggu suaminya pulang bekerja." Jihan tersenyum mengucapkannya.


Jangan harap suaminya tersenyum manis mendengar rayuannya. Bisa kia mat jika Iman melakukannya. Walau memang Iman tidak pernah marah pada Jihan, namun juga tidak pernah berlaku manis.


Dalam berhubungan suami istri juga seperti itu. Sangat jarang Iman yang meminta duluan padanya. Jika bukan Jihan yang memberi kode-kode pada suaminya, baik kode ringan maupun kode berat, maka mereka akan sangat jarang melakukannya.


"Mas, kog sibuk terus, seh. Istrinya cuma pajangan aja." Jihan mengeluh pada suaminya karena udah lama nggak menyentuhnya.


Atau dengan kode lain lagi.


"Mas, ini malam Jumat kan, ya?"


Atau kalimat lainnya.


"Mas, Kamu sebenarnya punya nafsu gak seh? Kog gak pernah minta jatah duluan, heran deh."


Iman memang mengerti setiap kali Jihan meminta melalui pancingan-pancingan tersebut, dan dia akan melakukan kewajibannya sebagai suami. Setelahnya Jihan akan tersenyum bahagia. Karena usahanya 100% berbuahkan hasil.


Atau kode langsung dengan tindakan. Dimana Jihan sudah menunggu Iman di kamar dengan menggunakan lingerie sexy.


"Mas, tadi Aku nonton drama korea. Ciu man nya tadi keren banget tahu, Mas. Kayak gini. Kamu bisa ciu man yang kayak gini gak, Mas?" Jihan menunjukkan video dari HP nya.


Iman mengumpat dalam hati. Istrinya ini minta diberikan sebuah ciu man ala drama korea atau minta diterkam habis. Apa gunanya memakai bahan yang gak bisa menutupi apapun itu. Semua lekuk tubuh bahkan kulit istrinya itu terlihat jelas.

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2