
"Kamu sudah dari tadi, Mike?" tanya Cacha berusaha menutupi kegugupannya. Mila melepaskan pelukannya saat melihat Mike yang melangkah mendekat.
"Sudah, Nona. Maaf saya lancang tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. Bagaimana keadaan Anda, Nona Muda?" Mike menunduk hormat. Sementara mereka bertiga merasa bingung melihat Mike yang biasa saja. Mungkinkah Mike tidak mendengar ucapan Cacha barusan?
"Sudah mendingan. Mike ... maafkan aku," kata Cacha lirih. Dia merasa tidak enak hati sudah berbicara seperti itu.
"Kenapa Anda meminta maaf, Nona Muda?" tanya Mike dengan tenang. Bahkan, bibir lelaki itu tersenyum simpul.
"Aku sudah berbicara menyakiti hatimu." Cacha sangat menyesal.
"Tidak, Nona Muda. Anda tenang saja. Semua yang Anda katakan memang sebuah kenyataan kalau saya ini hanyalah seorang anak buah." Mike terlihat begitu tenang.
"Mike, bagaimana dengan mereka?" tanya Johan, berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Saya akan memberinya pelajaran yang setimpal, Tuan. Kalau begitu saya pamit dulu," kata Mike. Lelaki itu menatap Cacha dengan sangat lekat. Mengamati setiap inci wajah gadis itu. Merasa ditatap sedari tadi, Cacha memalingkan wajahnya membuat Mike langsung tersadar.
"Maafkan saya, Nona Muda. Saya sudah lalai dan tidak bisa menjaga Anda dengan baik," kata Mike dengan sopan. Lelaki itu kembali membungkuk hormat.
"Sudahlah, Mike. Semua bukan salah kamu," balas Cacha tanpa berani menatap lelaki itu karena dia masih merasa sangat bersalah dengannya.
"Kalau begitu saya permisi." Mike pun berpamitan pergi. Dia tidak menyadari kalau Johan ternyata mengikuti di belakang.
***
__ADS_1
Mike melajukan mobilnya menuju ke sebuah bangunan tua tidak berpenghuni yang bahkan tidak ada satu pun kendaraan yang lewat depan bangunan tersebut. Hampir menempuh perjalanan selama dua puluh menit, mobil itu pun sampai di tujuan.
Mike segera turun dari mobil dan berjalan dengan langkah tegas masuk ke dalam bangunan itu. Aura di sana semakin terasa mencekam saat Mike sudah berada di dalam, menatap dua lelaki yang sedang duduk terikat di kursi dengan wajah babak belur.
"Kenapa kalian memukulnya?" tanya Mike. Aura di sekitar lelaki itu terasa begitu dingin. Sorot mata Mike terlihat begitu tajam, bahkan seolah hendak melahap habis apa pun yang berada di depannya.
"Maafkan kita, Bos. Mereka berusaha melawan," sahut salah satu di antara anak buah Mike.
"Kalian bawa baloknya?" tanya Mike dengan raut datar. Salah satu anak buah Mike mengambil balok kayu yang digunakan oleh dua lelaki itu untuk memukul Cacha.
"Ma-maafkan kami, Tuan." Dua lelaki yang terikat itu, terlihat sangat ketakutan. Apalagi saat balok kayu sudah dipegang Mike.
"Siapa yang sudah memukul nona muda?" tanya Mike membentak.
"Bawa dia ke sini!" titah Mike, menunjuk pria yang wajahnya sudah penuh luka bekas pukulan. Sementara lelaki yang mengalami luka tembak di paha, masih dibiarkan duduk terikat.
"Aku tahu kalau tangan lakn*tmu ini yang sudah memukul nona muda. Sekarang kamu harus bersiap untuk menerima balasannya!" Mike memukul balok kayu itu ke tangannya dengan gerakan perlahan. Lelaki itu dengan segera bersimpuh di kaki Mike untuk meminta maaf.
"Ma-maafkan saya, Tuan. Saya tidak tahu kalau gadis itu adalah nona muda Anda." Lelaki itu bicara penuh memohon.
"Asal kalian tahu! Nona muda adalah hal paling berharga yang aku jaga. Aku tidak akan mengampuni siapa pun yang menyakiti nona muda, meski sedikit apalagi sampai mengalami patah tulang!" Suara Mike terdengar menggelegar memenuhi seluruh penjuru bangunan membuat tubuh mereka yang berada di sana bergidik ngeri.
Bahkan anak buah Mike pun sampai gemetar ketakutan, baru kali ini dia melihat bos mereka semurka ini.
__ADS_1
"Kamu harus membayar lunas atas apa yang sudah kamu lakukan kepada nona muda!" Mike mengangkat balok kayu itu tinggi-tinggi. Fokusnya saat ini adalah bahu kanan lelaki itu. Mike semakin memegang erat balok itu, rahangnya terlihat mengeras saat teringat akan Cacha yang sampai mengalami patah tulang.
"Jangan lakukan itu, Mike!" Suara dari belakang, berhasil menghentikan gerakan Mike yang hendak mengayun balok itu.
π·π·π·
Maaf ya, akhir-akhir ini lagi slow update karena kesehatan Othor yang lagi agak drop. Jadi agak susah mikir π
Insya Allah, kalau udah bener-bener pulih, bakal Othor Crazy up
Jangan pada bosan dulu yaa
Eh, hampir lupa ini hari Jum'at ya, ada apa dengan hari Jum'at?
Eng ing Eng, tentu saja Othor bawa satu nama orang yang beruntung nih, yang lain tenang ya, masih ada hari Jum'at lagi. Jadi, terus beri dukungan kalian ya, jangan lupa nih, Othor pantengin
Buat akun di bawah ini, silakan hubungi Othor via DM IG @tathabeo atau inbok FB Rita Anggraeni(Tatha)
Buat kalian yg add fb Othor dan belum di konfirm, colek di inbok ya, soalnya Othor hati2 waktu konfirm π
Selamat pagi dan Selamat beraktivitas gaes, kalau sempet nanti siang Insya Allah up lagi ya
__ADS_1