Perjuangan Cinta Nona Muda

Perjuangan Cinta Nona Muda
238


__ADS_3

Setelah satu hari berada di rumah sakit, kini Baby B sudah diperbolehkan pulang dan langsung mendapat sambutan hangat dari seluruh anggota keluarga. Ruang keluarga di mansion Alexander telah dihias sedemikian rupa untuk menyambut kepulangan bayi Kaleng Rombeng itu.


"Beb, aku gendong saja ya," pinta Nathan. Dia masih tidak tega setelah melihat perjuangan istrinya melahirkan buah cinta mereka.


"Aku masih bisa jalan dengan baik, Mas. Aku bukan gadis lemah!" Nadira menjawab dengan sangat yakin.


"Yang bilang kamu gadis siapa, Beb? Ingat kamu sudah bukan gadis lagi semenjak—"


"Diamlah! Aku tahu kata-kata apa yang keluar dari mulutmu setelah ini." Nadira berjalan meninggalkan Nathan begitu saja, menyusul mereka yang sudah masuk terlebih dahulu. Dengan langkah setengah berlari, Nathan berusaha mengejar istrinya.


Di saat mereka sudah masuk ke ruang keluarga, suasana di sana terlihat begitu ramai. Jinny menangis kencang saat melihat Nathan yang baru sampai di ambang pintu. Dia meronta meminta turun dari gendongan Rania lalu merangkak cepat menuju ke tempat Nathan yang langsung menyambutnya.


"Hallo, Jin." Nathan mengangkat bayi itu sebelum akhirnya mendaratkan banyak ciuman di wajahnya.


"Pi ... Pi ... Pi."

__ADS_1


"Ahh, kamu manis sekali saat memanggilku papi. Ayo anak papi, kita lihat adik kamu, baby B." Nathan berjalan mendekati Nadira yang saat ini sedang memangku Baby B. Nathan mendaratkan ciuman di pipi istrinya juga kening baby B.


"Beb, kamu beneran sudah tidak sakit?" tanya Nathan masih khawatir.


"Tidak, sakitnya benar-benar sudah hilang," sahut Nadira diiringi senyum lebar.


"Kalau begitu aku tidak perlu menunggu lama buat ajep-ajep." Nadira mendelik tajam saat mendengar ucapan Nathan, sedangkan Alvino yang duduk tidak jauh dengan gemas menendang tulang kaki lelaki itu sampai merintih kesakitan.


"Aku tahu kamu bukan pria sebodoh itu, Nat!" seru Alvino. Nathan menunjukkan rentetan gigi putihnya, tetapi sesaat kemudian dia mendengkus kasar.


Mereka pun melaksanakan syukuran kecil-kecilan untuk menyambut kelahiran dan kepulangan Baby B. Setelah semua selesai, mereka segera kembali ke kamar masing-masing karena mulai saat ini keluarga Saputra kembali tinggal di mansion Alexander.


***


"Neng, kamu tidak lelah?" tanya Mike saat baru saja merebahkan tubuh di samping istrinya.

__ADS_1


"Tidak, aku justru merasa sangat bahagia dan rasanya sudah tidak sabar ingin segera melihat dia." Bibir Cacha tersenyum simpul saat mengusap perutnya yang mulai terlihat lebih besar. Mike pun ikut tersenyum dan menghujami wajah istrinya penuh dengan ciuman.


"Semoga kalian selalu baik-baik saja. Aku akan menjaga kalian dengan segenap jiwa dan raga." Mike mencium perut Cacha sebelum akhirnya dia kembali mencium bibir istrinya dengan sangat lembut.


Permainan Mike begitu pelan, tetapi membuat Cacha benar-benar terbuai. Cacha pun membalas ciuman Mike dengan tak kalah agresif bahkan sampai membuat Mike sedikit kewalahan, tetapi dia tetap berusaha mengimbangi.


"Sudah, jangan diteruskan. Aku tidak mau menyakiti anak kita." Napas Mike terdengar begitu memburu, terlihat sekali kalau lelaki itu saat ini sedang menahan hasratnya. Sementara Cacha terlihat begitu kecewa.


"Mas, kenapa berhenti?" tanya Cacha tidak rela.


"Neng, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan anak kita. Bukankah kita tidak boleh melakukan ini sebelum kehamilanmu masuk usia tiga bulan?" Mike balik bertanya.


"Mas, bukannya tidak boleh, tapi kita hanya dianjurkan untuk mengurangi saja, dan kita bisa melakukan dengan perlahan. Aku yakin kalau anak kita juga ingin dijenguk ayahnya." Cacha benar-benar sudah dipenuhi napsu yang begitu menggebu. Entah karena sudah cukup lama dirinya tidak diajak bermain atau karena hormon kehamilan yang membuat libidonya naik.


Mike awalnya hanya diam saja, tetapi saat Cacha menciumnya dengan penuh napsu juga tangan wanita itu yang mengusap-usap perutnya, Mike pun akhirnya tak kuasa lagi menahan. Dia kembali menciumi wajah istrinya hingga tanpa sadar mereka sudah telanjang bulat. Percintaan panas kali ini, Mike melakukannya dengan sangat lembut karena takut akan melukai calon buah hatinya.

__ADS_1


__ADS_2