Perjuangan Cinta Nona Muda

Perjuangan Cinta Nona Muda
210


__ADS_3

Seusai makan malam, Cacha langsung mengajak Mike kembali ke kamar. Dia tidak mau terus menerus di bawah dan berdekatan dengan Fey. Mike merebahkan tubuhnya di samping Cacha yang sudah rebahan terlebih dahulu.


Cacha membenamkan kepala di dada suaminya, sedangkan Mike membalas dengan melingkarkan tangan di perut Cacha. Berkali-kali Mike mendaratkan ciuman di puncak kepala Cacha sebagai tanda sayang dan juga candu untuknya.


"Mike, kamu yakin tidak akan tergoda dengan Nona Fey?" tanya Cacha khawatir.


"Tidak. Aku tidak akan tergoda wanita mana pun, hanya kamu yang mampu membuatku jatuh cinta," sahut Mike lembut.


"Terima kasih, Mike. Kamu selalu memberiku banyak cinta," ucap Cacha bahagia, Mike pun hanya mengangguk dan mencium pipi wanita yang saat ini sedang mendongak menatapnya.


Mike mencium bibir Cacha dengan sangat lembut, dan Cacha pun membalas ciuman itu. Lidah mereka saling berbelit, bahkan lidah Mike menyapu seluruh rongga mulut milik Cacha. Tangan Mike yang barusan hanya melingkar di perut, kini mulai mengusap punggung Cacha dengan perlahan sehingga membuat tubuh wanita itu meremang.


Namun, saat Mike hendak menurunkan ciumannya ke arah leher Cacha, wanita itu menghentikan gerakannya. Mike merasa heran dan menatap Cacha dengan sangat lekat.

__ADS_1


"Mike, aku ingin makan telur mata sapi," pinta Cacha merengek.


"Telur mata sapi? Bukankah kita makan belum lama ini?" tanya Mike dengan kening mengerut.


"Aku mau makan telur tanpa nasi. Aku diet." Cacha berbicara seperti anak kecil yang membuat Mike menjadi begitu gemas.


"Kamu ingin aku yang menggorengnya untukmu?" tanya Mike menawarkan. Cacha mengangguk dengan sangat antusias. "Baiklah, tunggu di sini."


Mike melerai pelukan mereka, dan segera turun dari tempat tidur. Namun, saat hendak melangkah, Cacha menahan tangan lelaki itu. Mike menoleh dan menatap istrinya kembali.


Mike tergelak mendengar celetukan istrinya. Dengan gemas, dia menciumi seluruh wajah Cacha sebelum pergi dari sana. Cacha pun tersenyum simpul saat melihat punggung suaminya perlahan menjauh. Setelah pintu kamar benar-benar tertutup, Cacha beranjak bangun dan berjalan menuju wadrobe untuk mencari lingerie warna merah menyala.


Cacha terkekeh dan tidak percaya saat melihat pantulan dirinya menggunakan baju tugas khas pengantin baru tersebut. Apalagi saat dia teringat cerita Nadira ketika berbulan madu dan Bunda Mila hanya menyiapkan lingerie warna warni untuk wanita itu. Bayangan Wajah kesal Nadira, tiba-tiba terlintas dan membuat dia tergelak sendirian.

__ADS_1


Setelah puas tertawa, Cacha beralih menyambar jaket untuk menutupi pakaian itu. Kemudian, dia berjalan turun menuju ke lantai bawah untuk menggoda suaminya.


Sementara itu, Mike terlihat sedang sibuk menggoreng telur untuk Cacha. Tiba-tiba, Fey masuk ke dapur, awalnya wanita itu hanya ingin mengambil minum, tetapi melihat Mike yang berada di dapur sendirian, membuat sebuah ide licik melintas dalam otaknya.


"Kamu sedang apa, Mike?" tanya Fey dengan suara yang dibuat selembut mungkin.


"Lihat saja sendiri." Mike menjawab ketus tanpa mengalihkan pandangannya dari kompor. Fey berjalan mendekat dan mengintip isi penggorengan itu.


"Kamu memasak sendiri? Biar aku bantu, Mike." Fey menawarkan diri, tetapi Mike justru menoleh dan menatap tajam ke arah wanita itu.


"Jangan mendekatiku!" Suara Mike terdengar meninggi. Fey pun akhirnya hanya berdiam diri di tempatnya.


"Mike, memang istrimu ke mana? Kenapa kamu memasak sendiri? Bukankah memasak itu kewajiban seorang istri?" cecar Fey. Dia berusaha memanasi Mike, dan saat melihat tangan Mike terkepal erat dengan rahang mengeras, Fey justru tersenyum senang. Dia yakin kalau Mike kesal karena istrinya yang tidak berguna itu.

__ADS_1


"Mike, kamu ini lelaki dewasa, seharusnya kamu mencari wanita yang juga dewasa bukan yang masih bocah dan hanya bisa merepotkanmu," ucap Fey tanpa takut.


Mike mematikan kompor dan menatap Fey dengan sangat tajam. Melihat sorot mata Mike yang sangat tajam seperti hendak melahap habis dirinya, tubuh Fey meringsut takut. Lelaki itu hendak membuka suara, tetapi mendengar seseorang memanggil dari arah pintu dapur, seketika membuat mereka berdua mengalihkan pandangannya.


__ADS_2