Perjuangan Cinta Nona Muda

Perjuangan Cinta Nona Muda
91


__ADS_3

Tubuh Rendra terhuyung ke belakang saat mendapat sebuah pukulan di wajahnya hingga membuat sudut bibirnya sedikit berdarah.


"Jangan pernah sedikit pun kamu melukai Nona Muda!" hardik Mike dengan tangan terkepal erat. Kilatan amarah terlihat jelas dari sorot mata lelaki itu.


"Mike!" pekik Cacha, sedikit mendorong tubuh lelaki itu. Kemudian dia memegang lengan Rendra dan mengusap darah di sudut bibir lelaki itu. Sementara Anisa hanya menatap bingung.


"Kamu baik-baik saja, Mas?" tanya Cacha dengan lembut. Rendra menatap Cacha yang terlihat begitu khawatir.


"Aku baik saja, jangan khawatir gitu. Aku bukan pria lemah." Rendra memajukan wajahnya seolah hendak mencium Cacha. Awalnya Cacha terdiam, tapi kemudian dia mendorong kepala Rendra hingga terhuyung ke belakang.


"Jangan mesum!" decih Cacha. Rendra tergelak keras, sedangkan Mike hanya memalingkan wajahnya. Masih berusaha mengatur emosi yang menguasainya.


"Lebih baik kita jalan-jalan saja, Sayang." Rendra memberi penekanan pada kata 'sayang'. Cacha tetap saja tersipu malu meski ia tahu kalau semua hanyalah pura-pura. "Sepertinya aku harus berganti pakaian dulu." Redra mengajak Cacha pergi dari sana. Meninggalkan Anisa, Mike dan Mario begitu saja.


Tidak ada yang tahu kalau hati Anisa memanas melihat kedekatan Rendra dan Cacha. Dia pun ikut pergi berlawanan arah dengan dua orang itu.


"Lancang sekali kamu menyakiti Tuan Rendra!" seru Mario saat dirinya hanya berdua dengan Mike.


"Bukankah matamu tidak buta? Harusnya kamu bisa melihat dengan jelas kalau Tuan Rendra menyakiti Nona Muda!" seru Mike. Mereka saling melempar tatapan tajam, hingga membuat aura di sekitar terasa begitu dingin.

__ADS_1


Mario menarik sebelah sudut bibirnya dan tersenyum miring. "Aku tidak menyangka kalau kamu ternyata sangat mencintai nona mudamu itu! Kasihan sekali Devi harus terluka karena kamu berselingkuh!" tukas Mario.


Amarah Mike tiba-tiba lenyap seketika. "Mar, dengarkan penjelasanku dulu. Kamu salah paham." Suara Mike mulai terdengar lirih.


"Jangan berlagak seperti itu! Seharusnya Devi tidak bodoh dengan memilih pergi denganmu dan meninggalkanku! Astaga aku lupa pengkhianat memang cocok dengan pengkhianat!" sarkas Mario.


Tangan Mike mengepal erat hingga buku-buku kukunya terlihat memutih. Kesabarannya seolah telah habis. "Mar! Aku tidak pernah merebut Devi darimu dan percayalah kalau dulu aku terpaksa membawa pergi darimu! Andai kamu tahu di mana Devi sekarang, mungkinkah kamu tetap akan sebenci ini dengannya?"


"Aku tidak butuh tahu lagi di mana tempat tinggalnya!" timpal Mario.


"Kamu masih ingat 'kan di mana makam ibu Devi? Datanglah ke sana dan kamu akan melihat peristirahatan gadis yang kamu cintai." Suara Mike terdengar begitu berat, bahkan kedua matanya terlihat berkaca-kaca. Dia harus bicara saat ini juga, karena dia lelah dengan kesalahan pahaman di antara mereka.


Mario menatap Mike dengan tatapan tak percaya. "Kamu berbohong 'kan Mike?" tanya Mario memastikan, tapi Mike menggeleng lemah.


Tiba-tiba, tubuh Mario luruh ke lantai begitu saja. Dia mengusap wajahnya dengan kasar. "Mana mungkin Devi sudah meninggal, Mike." Suara Mario terdengar begitu lirih.


"Aku tidak pernah berbohong, Mar. Selama ini kamu sudah salah paham. Temuilah dia. Aku yakin di atas sana dia menunggumu menjenguknya. Maafkan aku baru mengatakan padamu sekarang, karena aku baru menyadari kalau kamu Mario ... sahabatku." Mike pergi begitu saja, meninggalkan Mario yang masih saja duduk bersimpuh.


Langkah Mike terasa berat, dia mengusap setitik airmata yang mengalir dari kedua sudut matanya. Dia menertawakan nasib cintanya yang dua kali jatuh cinta, tapi tidak ada satu pun yang terbalas justru menorehkan luka. Dirinya tak mampu menggapai cinta yang begitu tinggi. Bahkan sekarang, dia sudah bersiap untuk kembali terluka dan tidak akan lagi mengenal cinta.

__ADS_1


______________________________________


Selamat pagi, Gaes.


Masih mau lanjut enggak nih??


Belum bosen 'kan? ๐Ÿ˜…


Wah agak kesiangan nih Othor. Enggak kerasa udah hari jum'at lagi.


Othor bawa 1 nama yang beruntung nih


Thor kok aku enggak dapat?


Sabar ya, terus beri dukungan siapa tahu nama kalian yang beruntung minggu depan.


Minta doanya semoga rezeki Othor lancar seperti air mengalir. Biar enggak cuman satu orang aja yg dapat hadiah dari Othor ๐Ÿ˜Š


Silakan hubungi Othor bisa via DM IG : @tathabeo atau FB : Rita Anggraeni(Tatha)

__ADS_1


Hayukkk ikuti akun sosmed Othor biar kita makin deket, cieeee



__ADS_2