Perjuangan Cinta Nona Muda

Perjuangan Cinta Nona Muda
188


__ADS_3

Cacha mengusap batu nisan yang berada di sampingnya. Bibir wanita itu tersenyum simpul, tetapi hatinya terasa mencelos saat menatap nisan dengan tulisan Devi tersebut. Dia tidak menyangka kalau cinta pertama Mike, yang sempat membuatnya cemburu sejak tadi malam, ternyata hanyalah tinggal nama.


"Hai, Kak Devi, salam kenal dari aku. Namaku Marisa Saputri, biasa dipanggil Cacha. Sayang sekali kita baru aja bertemu, Kak." Cacha berkata dengan berusaha menahan air matanya. Mike merangkul pundak Cacha, dan mengusap tangannya dengan perlahan untuk menguatkan istrinya.


"Devi pasti sangat senang bisa mengenalmu." Mike berbicara dengan sangat lembut.


"Ya, aku juga senang bisa mengenal siapa cinta pertamamu, Mike." Cacha mengusap air mata yang tidak bisa dibendung lagi.


"Lebih baik kita kembali, hari hampir terik, aku tidak mau kamu kepanasan." Mike bangkit berdiri sembari menggandeng tangan Cacha. Setelah berpamitan, mereka pun berjalan ke luar pemakaman dan kembali ke mobil.


Selama dalam perjalanan, Cacha hanya terdiam. Hatinya masih merasa begitu bersalah sudah berpikiran buruk tentang suaminya. Sembari mengemudikan mobilnya, satu tangan Mike sesekali menggenggam tangan istrinya. Lelaki itu tahu kalau istrinya saat ini sedang tidak merasa nyaman.


Mike menghentikan mobilnya di sebuah restoran untuk mengisi perut mereka yang lapar karena hampir jam makan siang. Setelah mobil terparkir, Mike segera turun dan tak lupa dia membukakan pintu untuk istrinya. Cacha pun menggandeng lengan Mike, dan mereka berjalan masuk ke restoran tersebut.


"Mike, maafkan aku. Yang sudah salah padamu," ucap Cacha.

__ADS_1


"Sudahlah. Aku yang salah, tidak berbicara sejujurnya sama kamu kalau Devi sudah meninggal. Jangan terlalu dipikirkan, aku tidak mau kamu sakit. Aku mencintaimu sekarang dan selamanya." Mike mendaratkan ciuman di kening Cacha dengan penuh cinta. Sementara Cacha memejamkan mata karena merasa begitu bahagia.


Adegan romantis mereka harus terputus oleh pelayan yang datang membawa pesanan. Bibir pelayan restoran tersebut tersenyum melihat pemandangan yang membuat iri. Ketika pelayan tersebut sudah pergi, pasangan pengantin baru itu pun menyantap makanan.


"Apa itu enak, Mike?" Cacha melihat makanan yang berada di piring Mike dengan menelan ludahnya.


"Kamu mau?" tanya Mike dengan lembut. Cacha memgangguk cepat diiringi senyum lebar, Mike pun mengambil sesendok makanannya lalu menyuapi istrinya. Bukan hanya sesendok, tetapi Cacha justru ketagihan dan hampir menghabiskan setengah piring makanan tersebut.


***


Namun, ketika Mike sedang membuka pintu mobil untuk Cacha, gerakannya tiba-tiba terhenti dan mereka menoleh saat ada seseorang memanggil nama Cacha. Melihat siapa yang memanggilnya, Cacha memutar bola matanya malas. Bagaimana tidak, wanita yang saat ini sedang berdiri di depannya adalah Sabrina, mantan kekasih James.


"Wah, akhirnya kita bisa bertemu, Nona Muda," ucap Sabrina dengan senyum sinis. Cacha tidak menjawab, hanya membalas senyum Sabrina dengan seringai.


"Ayo, Mike, kita kembali saja." Cacha hendak pergi dari sana karena dia tidak mau membuat masalah dengan orang lain.

__ADS_1


"Tunggu dulu, Nona Muda. Apa sekarang kamu menjadi sugar baby? Kamu menjadi simpanan om-om?" tanya Sabrina meledek. Mendengar ucapan Sabrina, tangan Cacha terkepal erat dengan gigi gemerutuk.


"Jaga bicaramu!" hardik Cacha. Dia menunjuk wajah Sabrina yang justru sedang tersenyum miring. Mike memegang tangan Cacha untuk menenangkannya.


"Kenapa kamu marah? Bukankah benar yang aku katakan? Setelah memasukkan James ke penjara, sekarang kamu beralih dengan lelaki berumur. Hahaha." Sabrina tertawa keras. Emosi Cacha semakin naik, tetapi Mike tetap saja terlihat begitu tenang.


"James pasti sangat menyesal sudah putus denganku. Apalagi sekarang kamu menjadi simpanan om-om. Aku tebak, kamu pasti jadikan Cacha sebagai selingkuhanmu 'kan, Om?" hina Sabrina. Cacha hampir saja menjambak wanita itu kalau saja Mike tidak menahannya.


"Mohon maaf, Nona. Nona Muda Cacha bukanlah simpanan om-om seperti yang Anda kira. Dia adalah nona muda saya!" ucap Mike dengan sangat tegas. Cacha menoleh, menatap Mike dengan tatapan tidak percaya. Kenapa Mike tidak mengakui status hubungan mereka?


Sabrina menatap lekat wajah Mike, dan mencoba mengingat-ingat. "Ah, iya! Bukankah kamu dulu pengawal Nona Muda Alexander. Aku pikir kamu ini om-om yang menjadikan Cacha sebagai sugar baby," ucap Sabrina.


"Ternyata Anda memiliki ingatan yang sangat baik. Kalau begitu ingat-ingatlah ucapan Anda barusan, siapa tahu akan ada kejutan untuk Anda. Saya tidak akan membiarkan siapa pun melukai nona muda apalagi sampai menghinanya!" tandas Mike. Dia membukakan pintu depan untuk Cacha yang hanya terdiam.


"Bersiaplah menerima kejutan, Nona," bisik Mike tepat di telinga wanita itu, sebelum dia berjalan mengitari mobil dan duduk di balik setir kemudi.

__ADS_1


__ADS_2