
FlashBack On
Johan Saputra yang saat itu baru berusia dua puluh tiga tahun, sudah resmi menjadi tangan kanan Davin yang digadang-gadang akan menjadi penerus perusahaan Alexander Group setelah Marvel—kakak Davin lebih memilih untuk menjadi seorang dokter. Setelah selesai acara, Johan yang sedang dalam perjalanan pulang, terpaksa menghentikan laju mobilnya ketika seorang lelaki yang seumuran ayahnya berdiri menghalangi di tengah jalan.
Johan segera turun dan mendekati lelaki yang masih berdiri pada posisinya dengan menggandeng seorang remaja laki-laki. Baru saja hendak bertanya, lelaki itu sudah bersimpuh tepat di kaki Johan dengan kedua tangan tertangkup di depan dada.
"Tuan, saya mohon bawa putra saya bersama Anda," ucap lelaki itu. Suaranya terdengar parau, bahkan remaja di sampingnya pun ikut bersimpuh di dekat sang ayah.
"Apa maksud kamu? Bangunlah! Aku tidak suka ada orang bersimpuh di depanku!" ucap Johan tegas.
"Tuan, bisakah kita berbicara di tempat yang lebih aman?" tanya lelaki itu penuh memohon.
Johan awalnya ragu, tetapi akhirnya dia mengangguk setuju. Dia membantu lelaki itu berdiri dan mengajak mereka ke sebuah tempat yang aman untuk berbicara serius.
"Kalian siapa?" tanya Johan setelah beberapa saat mereka saling terdiam.
"Nama saya louis Anderson, dan ini putra saya Mike Anderson," sahut Louis. Wajah Johan tampak sedikit terkejut.
"Apakah kamu Louis Anderson yang selama ini dikabarkan menghilang?" tanya Johan penasaran. Louis mengangguk cepat.
__ADS_1
"Saya mohon jangan sampai ada yang tahu tentang saya dan putra saya, maupun keberadaan kami, Tuan." Louis kembali menangkup tangannya di depan dada.
"Jelaskan semuanya," titah Johan. Dia masih bingung kenapa lelaki itu meminta keberadaanya disembunyikan.
"Tuan, saya adalah pewaris tunggal keluarga Anderson, tetapi paman saya, adik kandung ibu saya adalah seorang yang sangat gila harta dan haus kekuasaan. Sejak saya kecil, paman selalu berusaha mencelakai saya. Bahkan hendak membunuh saya, tetapi selalu gagal. Sampai suatu ketika, paman berusaha menculik saya yang masih berumur tujuh tahun, dan tanpa sengaja mobil yang kami tumpangi mengalami kecelakaan. Saya jatuh ke sungai dengan aliran cukup deras." Louis menghentikan ucapannya, sedangkan Johan masih diam mendengarkan.
"Pa ...." Mike memanggil sang papa yang langsung menggenggam tangannya erat sembari mengangguk perlahan.
"Beruntung saya masih bisa selamat meski terbawa arus sampai jauh bahkan mengalami koma karena terbentur bebatuan. Sepertinya, Tuhan masih menginginkan saya untuk tetap hidup. Saya berhasil ditemukan oleh sepasang suami istri yang akhirnya memungut saya dan menyayangi saya dengan tulus. Maaf cerita saya akan panjang lebar, Tuan."
"Tidak apa. Lanjutkan saja. Aku justru senang kalau kamu menjelaskan dengan detail," ucap Johan.
"Maafkan Mike, Pa." Mike menunduk dalam.
"Semua bukan salah kamu, Mike. Mama pasti bangga punya anak sehebat kamu." Louis menepuk pundak Mike dengan perlahan. "Tuan, saya mohon dengan sangat, saya titip putra saya kepada Anda. Biarlah dia menjadi anak buah Anda yang patuh karena saya tidak tahu sampai kapan nyawa saya akan tetap bertahan."
"Pa, jangan berbicara seperti itu, Mike tidak mau berpisah dari Papa." Raut wajah Mike tampak begitu sendu.
"Berjanjilah kamu akan mengabdi pada Tuan Johan, saya yakin beliau adalah lelaki baik." Louis menatap putranya dengan lekat.
__ADS_1
"Tinggalah denganku, Mike. Aku akan selalu menjagamu." Johan berbicara dengan yakin. Mike menoleh, menatap Johan dengan dalam. Melihat sorot mata Johan, Mike pun akhirnya mengangguk setuju. Louis pun tersenyum saat melihatnya.
"Terima kasih banyak, Tuan. Saya mohon jangan sampai ada yang tahu identitas Mike yang sebenarnya, saya tidak mau nyawanya terancam," ucap Louis penuh harap.
"Anda tenang saja. Saya akan berbicara dengan ayah saya supaya merahasiakan semuanya," kata Johan.
Wajah Louis berbinar bahagia. Dia hendak bersimpuh di kaki Johan, tetapi lelaki itu segera menahannya. Setelah cukup lama berbincang, Louis akhirnya berpamitan pergi, tetapi Mike masih tetap tinggal bersama Louis, dengan diawasi anak buah Andri atas perintah Tuan Aldo Alexander.
Dua tahun setelahnya, Louis meninggal secara mendadak karena sakit jantung yang selama ini dia sembunyikan dari siapa pun. Mike yang baru lulus SMA pun akhirnya mulai mengabdi kepada Johan. Tidak ada yang tahu identitas Mike selain keluarga Saputra dan Alexander, juga Mario sebagai sahabat dekat Mike karena memang mereka menutup rapat informasi tentang lelaki itu.
Flashback Off
💦💦💦
Baru ada penjelasan soal Mike thor
Yups, karena setiap tokoh ada waktunya masing-masing, wkwkkw maafkan Othor yee
Selamat pagi, selamat beraktivitas
__ADS_1
Jangan lupa selalu jaga kesehatan