Perjuangan Cinta Nona Muda

Perjuangan Cinta Nona Muda
70


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Dari informasi yang Nathan terima dari Adit, pegawai restoran yang dia jadikan mata-mata untuk mengikuti Alvino dan lainnya. Nathan akhirnya tahu kalau mereka ternyata pergi ke Jogja.


Hari ini Nathan sudah bersiap untuk menyusul istrinya, padahal dirinya baru kemarin keluar dari rumah sakit. Rasa rindu untuk melihat istrinya benar-benar sudah tidak bisa ditahan lagi. Apalagi dirinya tidak bertukar kabar, karena nomor Nadira tidak bisa dihubungi sama sekali.


"Kamu mau ke mana, Nat?" tanya Mila saat melihat Nathan yang sudah rapi.


"Ada hal penting yang harus Nathan urus, Bun." Nathan mencium pipi Mila dengan lembut.


"Hal penting apa?" tanya Mila penasaran.


"Ya pokoknya ada, Bun. Ayah belum pulang?" tanya Nathan celingukan mencari keberadaan sang ayah.


"Belum, ayah masih mengurus sesuatu." Mila menatap putranya dengan curiga. Apalagi melihat Nathan yang terlihat bahagia melihat sang ayah tidak berada di rumah.


"Kalau begitu Nathan berangkat dulu, Bun." Nathan mencium pipi Mila, lalu segera pergi dari sana.


"Nat! Kamu belum sembuh kenapa sudah pergi aja?" teriak Mila, tapi Nathan tidak peduli dan tetap pergi dari sana. Nathan segera masuk ke mobil dan melajukannya meninggalkan kediaman Saputra.

__ADS_1


"Jogja dan Nadira. Abang datang!" kata Nathan setengah berteriak.


***


Alvino dan Kenan duduk dengan tenang, sedangkan seorang pria muda terlihat menunduk takut saat dua orang pria menatap tajam padanya. Tubuhnya terlihat gemetar dengan keringat yang membasahi dahi.


"Katakan siapa yang menyuruhmu?!" Suara Alvino terdengar menggelegar memenuhi private room itu. Lelaki itu tidak menjawab, hanya semakin menunduk ketakutan karena aura Alvino yang begitu mengintimidasi.


"Katakan atau kalau aku turun tangan sendiri, bukan hanya kamu yang kena tapi orang-orang terdekatmu juga," kata Alvino dengan senyum licik.


"Ma-maafkan saya, Tuan." Suara lelaki itu terdengar bergetar.


"Al, sepertinya aku tahu dia suruhan siapa," sela Kenan. Alvino menoleh dan menatap Kenan penuh selidik.


"Bukankah kamu salah satu karyawan NN Resto?" tanya Kenan. Lelaki muda itu mendongak, menatap Kenan dan Alvino bergantian.


"NN Resto?" Kedua alis Alvino terlihat saling bertautan. Lelaki muda itu mengangguk lemah saat Alvino beralih menatap tajam padanya.


"Jadi kamu suruhan si Kaleng Rombeng?" tanya Alvino. Lelaki muda itu kembali mengangguk lemah. "Dasar Kutu Kupret!" Alvino menggebrak meja dengan keras hingga kedua lelaki itu terlonjak kaget.

__ADS_1


"Ma-maafkan saya, Tuan. Saya hanya mengikuti perintah Tuan Nathan untuk mengikuti ke mana istrinya pergi." Adit kembali menunduk takut, apalagi melihat sorot mata Alvino seperti seekor singa lapar yang menemukan mangsa.


"Apa kamu sudah mengatakan kalau kita berada di Jogja?" Adit mengangguk, terlihat sekali dia sedang sangat ketakutan saat ini.


"Tuan Nathan sedang dalam perjalanan ke sini untuk menyusul Nona Muda," sahut Adit dengan segala keberaniannya.


Alvino memijat pelipis, mencoba mencari cara agar Nathan tidak bisa menemukan keberadaan Nadira. Selang beberapa saat, kedua sudut bibir Alvino terlihat menunjukkan senyum licik.


"Baiklah, kamu boleh pergi dan katakan pada bos mu itu kalau aku masih di Jogja dan jangan katakan apa pun lagi," perintah Alvino.


"Baik, Tuan. Terima kasih." Adit beranjak bangun dan segera pergi dari sana.


"Ken, sepertinya kita harus pindah tempat lagi," ucap Alvino diiringi seringai tipis saat pintu ruangan itu sudah tertutup rapat.


"Astaga, Al. Sudahlah, jangan dikerjain lagi. Kasihan Nathan dan Nadira juga. Aku lihat dia tidak bahagia ikut jalan-jalan dengan kita," ucap Kenan berusaha menengahi.


"Biarlah, Ken. Tinggal tiga hari lagi, dan aku ingin kejutan untuk mereka jadi sempurna. Lagi pula, aku ingin memberi pelajaran untuk Nathan karena sudah menyakiti Nadira." Suara Alvino terdengar begitu tegas.


"Kamu dan Nathan itu selalu saja seperti ini." Kenan menggeleng melihat kedua sahabat yang jarang sekali damai, tetapi mereka sama-sama takut kehilangan.

__ADS_1


__ADS_2