
"F-Fey? Kamu membawa pulang wanita ke sini?" Cacha bersungut-sungut. Dia bahkan melepaskan pelukannya secara paksa.
"Ya. Aku ingin menunjukkan pada dia betapa hebatnya istriku," ucap Mike lembut. Dia mencium kening Cacha dengan sangat lembut.
"Tapi Mike, aku tidak suka ada wanita lain di rumah ini, selain bunda dan pelayan tentunya." Cacha memasang wajah kesal.
"Kamu tenang saja. Ini hanya sesaat. Lebih baik sekarang kita mandi, dan bersiap ke kantor." Mike beranjak bangun dan membopong tubuh Cacha. "Astaga, kenapa kamu ringan sekali. Apa kamu tidak makan dengan baik saat aku pergi?"
"Selera makanku hilang, Mike." Cacha melingkarkan tangan di leher suaminya.
"Aku baru meninggalkanmu dua hari. Kalau aku pergi berbulan-bulan mungkin saat aku pulang kamu tinggal tulalit," ucap Mike dengan wajah sedikit kesal.
"Tinggal tulatit apa?" Alis Cacha terlihat saling bertautan
"Tinggal tulang dibalut kulit." Mike tergelak keras, sedangkan Cacha dengan gemas memukul dada bidang suaminya. "Aku bercanda, Neng. Aku kira kamu menembak dua burung untuk dijadikan lauk makan."
"Kamu tahu?" tanya Cacha heran.
"Apa yang aku tidak tahu dari kamu? Aku bangga, kamu sangat hebat, keahlian menembakmu tidak diragukan lagi." Mike mencium pipi Cacha sebelum mendudukkan tubuh istrinya di meja wastafel.
"Aku hanya tidak mau mengecewakan pelatihku," ucap Cacha diselingi kekehan. Mike mencium pipi Cacha yang terlihat sedikit lebih berisi.
"Tunggu sebentar." Mike menyalakan kran air hangat untuk mengisi bathup. Sembari menunggu bathup terisi, Mike membantu Cacha melepas pakaiannya dengan sesekali mendaratkan ciuman.
Namun, acara mandi itu akhirnya bukan hanya menjadi mandi biasa karena Mike dan Cacha akhirnya saling melepas kerinduan dengan beradu desah*n dan erang*n.
__ADS_1
***
Sementara itu di ruang makan, tiga orang yang sedang duduk merasa bosan karena menunggu pengantin baru yang belum juga turun. Mereka yakin kalau saat ini pengantin baru itu sedang asyik melepas kerinduan.
"Mil, panggilkan Cacha. Dia harus ke kantor hari ini," suruh Johan. Mila pun beranjak bangun dan hendak pergi dari sana, tetapi Fey justru menahannya.
"Biar Fey yang memanggil, Tante." Fey menawarkan diri. Bibir Mila tersenyum saat mendengarnya.
"Maaf, Nona, Anda di sini tamu. Jadi biar aku saja." Mila bergegas pergi tanpa peduli Fey akan kembali berbicara atau tidak. Setelah kepergian Mila, ruang makan itu tampak senyap. Fey memangku wajah dengan kedua tangan, dan berkali-kali mendengkus kasar, sedangkan Johan hanya menunggingkan senyum sinis.
"Anda sudah menikah, Nona?" tanya Johan berusaha memecah keheningan.
"Sudah, tetapi gagal, Tuan." Fey menjawab sopan dengan senyum kepalsuan.
"Ya, karena mereka bukan jodoh saya, Tuan." Fey menjawab dengan malas. Dia paling tidak suka jika ada orang bertanya tentang kisah cintanya, tetapi kali ini dia berusaha terlihat anggun di depan Johan.
"Mereka? Apa mantan suamimu lebih dari satu?" tanya Johan lagi. Fey mengangguk cepat.
Ketika Johan hendak bertanya lagi, suara Mila dari belakang berhasil membuatnya diam. Setelah Mila kembali duduk di samping Johan. Mike datang dengan Cacha yang berada di punggung lelaki itu.
"Astaga, Cha. Ingatlah kamu sudah besar sekarang," ucap Johan tidak percaya saat melihat putrinya.
"Dia menangis saat minta gendong di punggung tadi," adu Mila. Johan hanya menggeleng disertai senyum tipis.
"Aku capek, Yah. Males jalan juga." Cacha berbicara dengan manja. "Wah, ada wanita cantik di sini. Turunkan aku, Mike."
__ADS_1
Mike menurunkan Cacha dengan perlahan. Ketika sudah menginjak lantai, Cacha segera mengulurkan tangan di depan Fey dengan senyum lebar. "Hai, namaku Cacha."
Fey membalas pelukan itu dengan senyum lebar yang dia—paksa. "Hai juga, Nona. Namaku Fey. Senang berkenalan dengan Anda," balas Fey.
"Panggil aku Cacha jangan pakai embel-embel nona. Kalau begitu ayo kita sarapan, maaf membuatmu menunggu." Cacha melepas uluran tangannya.
"Kamu mau makan sama apa, Neng?" tanya Mike lembut. Dia menarik kursi di sebelahnya untuk duduk Cacha, tetapi wanita itu justru duduk di pangkuan Mike.
"Aku mau makan di pangkuanmu, Mike." Cacha melingkarkan tangan di leher lelaki itu.
"Cha, kamu yang benar saja. Kasihan suamimu," protes Mila.
"Sudah, Bun. Tidak apa." Mike memegang pinggang Cacha, seolah takut wanita itu akan terjatuh. "Kamu mau aku suapi?" tawar Mike lembut. Cacha mengangguk cepat.
Johan dan Mila menggeleng tidak percaya melihat Mike yang begitu sabar menyuapi Cacha yang duduk di pangkuan lelaki itu. Sementara Fey justru tersenyum sinis saat melihat pemandangan itu.
Ku pikir, istri Mike adalah wanita hebat dan dewasa. Ternyata dia hanyalah bocah manja yang bisa aku singkirkan dengan mudah. Kalau begitu, aku tidak perlu bersusah payah untuk menyingkirkannya.
💦💦💦💦
Kurang enggak nih?
Kalian rame, besok Othor Crazy Up lagi
Wkwkw Othornya modus
__ADS_1