
Clara merasa begitu bingung, haruskah dia mengatakan pada Yosie kalau dia hamil saat ini? Namun, dia takut Yosie akan menolak anak itu, dan menyuruh menggugurkannya, tetapi Yosie harus bertanggung jawab karena anak itu adalah darah dagingnya. Hasil buah cinta mereka.
Clara mengambil ponsel lalu mencari nomor Yosie. Dia harus memberi tahu lelaki itu, kalaupun Yosie menolak, dia akan tetap mempertahankan anak itu. Setelah panggilan terhubung, Clara segera meminta untuk bertemu di hotel biasa, tentu saja Yosie langsung menyanggupi.
Clara pun bersiap ke hotel karena dia yakin Yosie juga saat ini sedang ke sana. Clara tidak tahu kalau ada orang yang diam-diam membututi, dan tersenyum puas saat melihat wanita itu masuk ke hotel.
Dengan cemas, Clara duduk di tepi tempat tidur menunggu kedatangan ayah dari bayi yang dikandungnya. Beberapa menit kemudian, pintu kamar terbuka. Yosie masuk ke kamar dengan senyum mengembang. Dia berjalan mendekati Clara dan langsung mencium bibir wanita itu.
"Kamu sudah menunggu lama?" tanya Yosie lembut. Clara menggeleng dengan bibir tersenyum lebar.
Yosie pun langsung membuka baju dan memeluk Clara dengan erat. Dia mencium seluruh wajah Clara dengan tangan menggerayang wanita itu. Clara pun mengimbangi permainan Yosie, dan membalas dengan tak kalah agresif. Melihat Clara begitu agresif, Yosie merasa sangat senang.
Tubuh mereka sudah sama-sama telanjang, Clara sudah tidur dengan paha terbuka lebar, sedangkan Yosie memosisikan diri hendak memasukkan adik kecilnya. Yosie memegang kedua paha Clara untuk membuka semakin lebar.
"Kali ini kita harus pelan-pelan, Yos. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan anak kita." Ucapan Clara menghentikan gerakan Yosie yang hampir memasukkan adik kecilnya.
"Anak kita? Maksud kamu?" Yosie menatap Clara dengan lekat.
"Aku sedang hamil anak kita. Apa kamu bahagia?" Tubuh Yosie menegang mendengar jawaban Clara. Bahkan, dia langsung bangkit dan tidak berselera lagi melakukan percintaan panas mereka.
__ADS_1
"Kamu yakin sedang hamil?" Yosie bertanya dengan penuh penekanan.
"Ya, aku mual muntah terus, dan aku sudah melakukan testpack dan hasilnya positif. Aku sedang mengandung benih cinta kita." Clara pun beranjak duduk, Yosie menatap perut Clara yang masih rata.
"Mana mungkin kamu hamil? Kita melakukan tanpa pengaman belum lama ini!" Suara Yosie meninggi, senyum di bibir Clara memudar seketika.
"Mungkin saat itu aku sedang dalam masa subur, jadi ada benihmu yang tumbuh," jelas Clara. Tangan Yosie terkepal erat.
"Aku tidak percaya! Aku yakin kalau bukan hanya kamu yang menjamahmu!" tukas Yosie. Clara mendongak, menatap lelaki itu dengan tatapan tidak percaya.
"Aku tidak pernah bermain dengan lelaki mana pun! Hanya kamu! Bahkan kamu yang merenggut keperawananku!" bentak Clara. Air mata wanita itu jatuh membasahi pipinya.
"Kamu harus bertanggung jawab, Yos! Kita melakukannya bersama dan dengan cinta!" Clara terus mendesak.
Yosie mengusap wajah dengan kasar. "Akan aku pikirkan dan bilang pada Fey terlebih dahulu, maukah dia memiliki mama tiri," ucap Yosie tenang. Kali ini, tangan Clara terkepal erat.
"Kamu yang benar saja! Ini namanya tidak adil!" pekik Clara tak terima.
"Sabarlah. Kalau begitu kita tunggu saja sampai kandunganmu aman untuk melakukan tes DNA." Yosie masih berusaha tetap bersikap tenang.
__ADS_1
"Yos, tes DNA saat janin dalam kandungan itu resikonya besar," tolak Clara, dia takut terjadi apa-apa dengan janinnya.
"Aku tidak peduli! Aku hanya akan memastikan kalau itu benar-benar anakku!" Yosie memakai kembali pakaian yang sudah berserakan. Clara yang melihat itu hanya menatap penuh kecewa.
"Kamu mau ke mana?" tanya Clara saat melihat Yosie sudah memakai semua pakaiannya.
"Aku harus pergi. Nanti aku kabari lagi." Yosie mencium kening Clara sebelum pergi dari kamar itu.
Setelah pintu tertutup rapat, Clara menarik selimut dan menutupi tubuh telanjanganya. Dia meremas selimut itu dengan sangat kuat. Isakannya terdengar memenuhi kamar itu.
Kenapa kamu jahat sekali, Yos. Kalau sampai kamu ingin membuang anak kita maka aku lebih baik pergi dari kehidupanmu.
💦💦💦💦
Tobat, Kek! Tobat!
Selamat pagi
Selamat beraktivitas
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya.