Perjuangan Cinta Nona Muda

Perjuangan Cinta Nona Muda
211


__ADS_3

"Mike, apa telurnya sudah matang?" tanya Cacha dengan manja. Dia berjalan santai mendekati suaminya tanpa peduli pada keberadaan Fey. Raut wajah Mike yang tadi terlihat sangat datar sekarang dipenuhi dengan senyuman.


"Sudah, sesuai permintaan Tuan Putri, dua telur mata sapi. Kamu yakin tidak mau sama nasi?" tanya Mike sembari menaruh telur itu ke atas piring.


"Tidak, Mike. Aku diet." Cacha mengambil sedikit telur itu untuk mencicipinya.


"Masih panas, tunggu sebentar lagi. Jangan sampai lidahmu sakit," kata Mike lembut. Fey yang melihat itu semakin menggeram kesal.


"Di mana-mana, istri yang melayani suami bukan sebaliknya," sindir Fey mengalihkan perhatian Cacha dan Mike.


"Mike, apa kamu keberatan?" tanya Cacha tanpa menanggapi ucapan Fey.


"Tentu saja tidak. Kamu mau apa pun akan aku turuti. Tidak ada peraturan yang mengharuskan hanya istri yang melayani suami." Mike berbicara dengan tegas.


"Aku mencintaimu, Mike." Cacha mengecup bibir Mike yang membuat lelaki itu terdiam sesaat.


"Jangan membuatku gemas, Neng." Mike mengangkat tubuh Cacha dan mendudukkannya di samping meja kompor. Cacha tergelak sembari melingkarkan tangan di leher suaminya.


"Aku ingin dengar kamu mengatakan cinta lagi, Neng," pinta Mike, tetapi Cacha menggeleng dengan cepat dan gelakan tawanya semakin mengeras. "Kamu benar-benar menggemaskan!"


Mike menciumi seluruh wajah Cacha penuh cinta, mereka tidak peduli meski Fey masih berada di sana dan sedang menatap marah ke arah mereka.


"Mike, kalau suatu saat wajahku tidak cantik lagi, dan bahkan aku gemuk apa kamu tetap akan mencintaiku?" tanya Cacha manja.

__ADS_1


"Tentu saja. Aku mencintaimu bukan karena fisik, tapi karena kamu yang bisa membuatku jatuh cinta dan tidak akan pernah ada wanita lain lagi." Kali ini, Cacha yang menciumi wajah suaminya. "Kenapa kamu pakai jaket, apakah kamu kedinginan?" tanya Mike heran.


"Tidak, Mike. Aku merasa sangat gerah, tapi aku malas buka jaket sendiri," Cacha berbicara dengan sangat manja.


"Kamu ini ada-ada saja." Mike menggeleng tak percaya. Dia membuka resleting jaket itu dengan perlahan. Namun, saat jaket tersebut sudah terbuka, kedua bola mata Mike terbuka lebar saat melihat pemandangan yang begitu membangkitkan gairahnya. Cacha menutupi tawa saat melihat raut wajah Mike.


"Kamu ingin menggodaku, hemm?" Mike mencium pipi Cacha dengan sangat gemas, dan tangan lelaki itu menarik kembali resleting jaket itu ke atas untuk menutupnya. Cacha yang melihat itu hanya mendesah kecewa.


"Kamu tidak tergoda dan ingin melakukan itu, Mike?" tanya Cacha dengan wajah cemberut.


"Aku sangat tergoda, tapi aku tidak mau melakukan itu di sini. Takut ayah bunda memergoki kita, lagi pula ada orang lain di sini," sindir Mike diiringi senyum tipis.


Mike berbalik dan menggendong Cacha di punggung. Cacha pun melingkarkan tangan di leher suaminya. Tak lupa, Mike membawa piring yang berisi telur di tangan kanan.


"Tenanglah. Aku bukan pria lemah." Mike berjalan keluar dapur melewati Fey begitu saja. Bahkan, mereka bersikap seolah tidak ada wanita itu di sana.


Fey menggeram marah saat melihat mereka yang perlahan menjauh. Tangan wanita itu terkepal erat dengan gigi bergemerutuk, dia benar-benar sangat marah dengan sikap dan keromantisan mereka.


"Lihat saja, aku akan menghancurkan kalian!" umpat Fey sebelum pergi dari dapur.


***


Mike menurunkan istrinya di tempat tidur, lalu dia duduk di tepi kasur dan menyodorkan piring tersebut. Cacha pun menerima dengan sangat antusias. Dia memakan telur mata sapi itu dengan sangat lahap, bahkan Mike sampai menggeleng saat melihatnya. Tidak ada lima menit, dua telur itu sudah tandas. Cacha mengambil segelas air putih dan meminumnya dalam sekali tenggak.

__ADS_1


"Kamu sudah kenyang?" tanya Mike. Cacha mengangguk dengan cepat. Dia berganti merebahkan tubuhnya dan ingin segera tidur.


"Ayo, Mike, kita tidur. Ini sudah malam," ajak Cacha.


"Kamu jangan nakal, ya. Tadi menggodaku dan sekarang kamu mau tidur. Tidak semudah itu, Neng. Kamu harus bertanggung jawab." Mike naik ke atas tubuh Cacha dan mengungkungnya.


"Aku tidak melakukan apa pun, Mike," bantah Cacha. Dia melipat bibir untuk menahan tawa. Mike tidak menjawab dan terlihat sibuk membuka jaket yang masih dikenakan Cacha.


"Kamu terlihat sangat cantik dan menggoda saat memakai pakaian sexy ini," bisik Mike tepat di telinga Cacha. Setelahnya, dia menciumi leher belakang Cacha sehingga membuat tubuh wanita itu meremang.


Mike beralih mencium bibir Cacha dengan sangat lembut, Cacha pun mulai mengimbanginya. Setelah cukup lama saling bertukar saliva, Mike menurunkan ciumannya, menjelajah leher jenjang istrinya dan terus turun sampai dada yang terbuka.


"Mike." Cacha tak kuasa menahan desah*n saat Mike sudah mengeluarkan bukit kembar dari kain tipis yang menutupnya. Bahkan, lidah Mike bermain di sana. Cacha terus saja mendes*h dan menjambak rambut Mike untuk menyalurkan rasa nikmat yang susah dia jabarkan. Pada akhirnya, percintaan panas mereka pun terjadi.


💦💦💦


Selamat pagi


Selamat beraktivitas gaesss


Dukungannya jangan lupa.


Salam sayang dari Othor yang otaknya sangat polos, sepolos Nathan, wkwkwk

__ADS_1


__ADS_2