Perjuangan Cinta Nona Muda

Perjuangan Cinta Nona Muda
202


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Erik berhenti tidak jauh dari mobil Cacha. Mereka bergegas turun dan mendekati Cacha. Melihat anak buah suaminya sudah berdiri di samping mobilnya, Cacha hanya mendengkus kasar.


"Pergilah, aku sedang ingin sendiri!" titah Cacha dengan tegas, dia mengarahkan pistolnya ke arah pohon yang satunya.


"Tapi, Nyonya, kita takut terjadi apa-apa dengan Anda. Kalau sampai Anda lecet sedikit saja maka nyawa kita yang jadi taruhannya," ucap Erik sopan.


"Kalau begitu, diamlah!" perintah Cacha tanpa mengalihkan pandangannya. Tatapannya menajam, kembali mencari mangsa untuk meluapkan kekesalannya. Setengah menit kemudian, bunyi tembakan terdengar, satu burung kembali jatuh. Bibir Cacha tersenyum puas. Dia mencium pistol itu, lalu menaruhnya di kursi sebelah.


"Anda mau ke mana lagi, Nyonya?" tanya Abas saat mendengar deru mobil milik Cacha.


"Jalan-jalan. Kalian mau ikut?" tawar Cacha. Mereka berdua mengangguk cepat. "Baiklah, tapi jaga jarak dariku. Aku tidak suka dibututi!"


"Baik, Nyonya." Abas dan Erik pun bergegas masuk mobil dan mengikuti Cacha di belakang. Abas yang di kursi samping kemudi pun, sesekali melirik tampilan GPS karena dia tidak mau sampai kehilangan jejak nyonya mudanya.


***


Sementara itu di Anderson Group, Mike dan Yosie berjalan menyusuri perusahaan besar berlantai lima puluh tersebut. Banyak karyawan yang memandang heran, dan kagum saat melihat Mike. Apalagi saat itu Mike menggunakan kemeja lengkap beserta jas, membuat lelaki itu tidak terlihat kalau dia hanyalah mantan anak buah.


Selama dalam perjalanan, Yosie mengatakan banyak hal. Seolah dialah yang paling tahu tentang perusahaan itu. Mike hanya sesekali tersenyum tipis, meski dalam hati dia menggerutu dengan Yosie yang terlalu banyak bicara.


"Selamat siang, Tuan Yos. Siapa lelaki ini?" tanya seorang wanita memakai setelah kemeja, tetapi dua kancing kemeja wanita itu terbuka hingga memperlihatkan belahan dadanya.

__ADS_1


"Dia calon pemimpin perusahaan ini," sahut Yosie. Mendengar jawaban Yoise, dengan gerakan perlahan wanita itu membuka satu kancing kemejanya.


"Ayolah, Kek. Aku tidak suka berdekatan dengan sampah!" Mike berlalu begitu saja meninggalkan wanita itu.


"Mulutnya kejam sekali. Belum jadi pemimpin aja udah sombong!" umpat wanita itu, geram.


"Makanya kamu jangan terlalu agresif, bermainlah dengan cantik, secantik dirimu," goda Yosie, dia merem*s sebelah dada wanita itu sampai mendesah.


"Jangan menggodaku," ucapnya dengan sensual.


"Tunggu aku nanti malam di hotel biasa," bisik Yosie. Wanita itu mengangguk cepat. Yosie pun melangkah lebar mengejar Mike yang sudah cukup jauh.


Mike kembali mengitari perusahaan itu, ternyata ilmu bisnis yang selama ini diajari Johan ketika dirinya sedang luang, sangat berguna sekarang. Hati Mike mulai menerka, mungkinkah ini alasan kenapa Johan bersikukuh mengajarkan ilmu bisnis padanya.


***


Baru saja memasuki ruang tamu, Mike dan Yosie sudah disambut Fey yang masih berada di sana, sengaja menunggu kepulangan Mike. Fey ingin sekali merangkul lengan Mike, tetapi melihat sorot mata tajam dan raut wajah datar lelaki itu, membuat Fey mengurungkan niatnya.


"Kalian sudah pulang?" tanya Richard mendekati cucunya.


"Sudah, Kek. Aku mau bersiap-siap dulu, besok pagi aku akan pulang ke Indonesia." Mike menjawab sopan.

__ADS_1


"Kenapa secepat itu? Kami masih sangat merindukanmu, Mike." Elie merasa begitu berat harus berpisah dari cucunya.


"Istriku juga sudah sangat merindukanku, Nek. Mungkin dua minggu lagi aku akan datang bersama dia," ucap Mike.


"Kamu yakin? Baiklah. Rasanya aku tidak sabar ingin bertemu cucu menantu kita." Wajah Elie berbinar bahagia. Dia merangkul lengan Richard dengan mesra.


"Aku pun sama." Richard menjawab.


"Mike, bolehkah Fey ikut denganmu ke Indonesia. Dia dari dulu ingin sekali jalan-jalan ke Indonesia, tapi aku belum sempat," kata Yosie penuh harap.


"Iya, Mike. Aku ingin sekali melihat indahnya Indonesia." Fey berkata dengan manja.


"Baiklah. Lebih baik sekarang kamu pulang dan bersiaplah," suruh Mike. Fey pun bersorak kegirangan dan segera berpamitan pulang untuk bersiap-siap.


"Kamu yakin akan mengajak Fey pulang denganmu?" tanya Richard saat Fey dan Yosie sudah pergi dari sana. Dia belum percaya kalau Mike akan menyanggupi semudah itu.


"Biarkan, Kek. Justru aku ingin dia tahu betapa hebatnya istriku." Bibir Mike tertarik, menciptakan sebuah senyum seringai.


Mari kita mulai permainan, kita lihat siapa yang paling hebat di antara kita.


💦💦💦

__ADS_1


Selamat siang gaes


Adakah yang menunggu Othor Crazy Up?


__ADS_2