
Arka pun segera menghampiri Bina dan cowok tersebut.
"Ekhem!" ucap Arka sambil pura-pura memunguti daun-daun.
Bina dan Aldi pun langsung melihat kearah Arka.
"Bukannya bersih-bersih, ini malah ngobrol berdua" sindir Arka.
"Na, gue pergi dulu ya" ucap Aldi.
"Iya" ucap Bina.
Aldi pun segera pergi karena ia merasa tidak nyaman saat ada Arka.
Lalu Bina pun segera memungut kembali daun-daun yang berguguran.
"Ngomongin apa tadi sama dia?" tanya Arka sambil memungut daun-daun.
"Kepo banget sih jadi orang" ucap Bina.
Bina pun segera pergi untuk membuang daun-daun itu ke tong sampah.
Lalu Arka pun mengikuti Bina dari belakang.
Saat sudah membuang daun itu ke tong sampah, lalu Bina pun berbalik arah dan Bina pun melihat Arka yang sedang mengikutinya.
"Ka, bisa gak sih kamu jangan ngikutin aku mulu" kesal Bina.
"Aku gak ngikutin kamu kok, aku cuma mau buang daun ini doang" ucap Arka berbohong.
Bina pun segera pergi meninggalkan Arka.
Setelah acara bersih-bersih selesai, semua siswa dan siswi pun diperbolehkan untuk beristirahat.
"Na, temen-temen luh mana?" tanya Putri.
"Tadi sih mereka pergi ke toilet karena mereka gak mau bersih-bersih. Tapi sampe sekarang belum juga kesini" ucap Bina.
"Oh gitu" ucap Putri.
"Ya udah put, gue ke toilet dulu ya" ucap Bina.
Bina pun segera pergi menuju toilet.
Saat sampai toilet, Bina pun tidak melihat ada Ririn dan Fanny.
Lalu ia pun memutuskan untuk ke tenda lagi.
Lalu saat diperjalanan menuju tenda, Bina pun melihat Syara yang sedang bersama pacarnya.
"Na, dari mana?" tanya Syara.
"Habis nyari Ririn sama Fanny, tapi gak ketemu" ucap Bina.
"Gue tadi lihat mereka berdua lagi ditenda cowok" ucap pacar Syara yang bernama Haikal.
"Oh gitu ya, makasih ya udah dikasih tahu" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Haikal.
Lalu Bina pun segera menuju tenda kembali.
"Ketemu gak?" tanya Putri.
"Enggak, tadi sih katanya mereka berdua lagi di tenda cowok" ucap Bina.
"Ngapain mereka kesana?" tanya Putri.
"Mau modus kali" ucap Bina.
"Put, anterin gue kesana yuk" ucap Bina kepada Putri.
"Luh mau modus juga? apa cowok seganteng Arka masih kurang ya, Na?" tanya Putri.
__ADS_1
"Gue bukan mau modus, gue mau ketemu mereka berdua" ucap Bina.
"Ya udah deh ayo!" ucap Putri.
Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju tenda cowok.
Saat sampai, cowok-cowok pun melihat kearah Bina dan Putri.
"Put, balik lagi aja yuk!" bisik Bina.
"Luh gimana sih! katanya mau ketemu Ririn sama Fanny" ucap Putri.
"Iya sih, tapi gue malu dilihatin" bisik Bina.
"Put" panggil seseorang.
Putri pun langsung melihat kearah cowok tersebut.
"Luh ngapain ke tenda cowok?" tanya cowok tersebut.
"Gue mau nyari temen gue, katanya dia kesini" ucap Putri.
"Itu siapa, Put?" tanya cowok tersebut kepada Bina.
"Temen gue lah" ucap Putri.
"Oh iya, Na! kenalin ini temen gue" ucap Putri.
"Gue Adzril, dari SMA Doa Bangsa" ucap cowok tersebut sambil mengulurkan tangannya.
"Gue Bina" ucap Bina sambil membalas uluran tangan Adzril.
"Gue boleh minta nomer whatsapp luh gak? biar lebih kenal gitu" ucap Adzril.
"Gak boleh!" sahut Arka yang tiba-tiba datang.
"Luh siapa?" tanya Adzril.
"Gue Arka, pacarnya Bina" ucap Arka.
Lalu Arka pun segera mengambil ponsel Bina.
"Arka!" kesal Bina.
Arka pun segera berlari sambil membawa ponsel milik Bina.
Lalu Bina pun segera mengejar Arka.
"Itu beneran pacarnya?" tanya Adzril.
"Iya" ucap Putri.
"Yah, tadinya mau gue gebet" keluh Adzril.
****
Arka pun segera berhenti berlari karena takut Bina kelelahan.
"Gak lucu tahu gak" kesal Bina sambil mengambil ponsel miliknya.
Bina pun berniat pergi, namun tangannya ditahan oleh Arka.
"Maafin aku" ucap Arka.
"Lepasin, Ka! aku mau pergi" ucap Bina.
"Mau pergi kemana?" tanya Arka.
"Bukan urusan kamu" ucap Bina.
"Itu urusan aku dong, lagian kamu kan pacar aku" ucap Arka.
"Na, ikut aku dulu ya. Please! aku mau ngomong sama kamu" ucap Arka.
__ADS_1
"Kalau mau ngomong, disini aja" ucap Bina dingin.
"Disini banyak orang" ucap Arka.
"Aku janji deh, nanti gak bakal ganggu kamu lagi. Tapi aku mau ngomong sesuatu dulu sama kamu" ucap Arka.
"Ya udah" ucap Bina.
Arka pun segera membawa Bina ke suatu tempat yang sepi.
"Mau ngomong apa?" tanya Bina cuek.
"Na, kamu mau sampai kapan sih ngehindarin aku?" tanya Arka sambil menatap Ana.
"Sampai aku gak marah lagi sama kamu" ucap Bina tanpa melihat kearah Arka.
"Terus gimana caranya biar kamu gak marah lagi sama aku?" tanya Arka.
"Iya tahu, aku emang salah. Tapi jangan ngehindarin aku juga dong, aku capek kayak gini" ucap Arka.
"Kalau capek ya udah putus aja" ucap Bina.
"Gak! aku gak mau" ucap Arka.
"Ya udah kalau gak mau, jauhin aku dulu" ucap Bina.
"Aku juga gak bisa ngejauhin kamu" ucap Arka gemetar karena ia menahan nangis.
Bina pun langsung melihat kearah Arka, karena mendengar suara Arka yang bergetar seperti menahan nangis.
Tanpa sadar air mata Arka pun terjatuh. Lalu dengan cepat Arka mengusap air matanya itu.
Bina pun jadi merasa bersalah karena membuat Arka menangis.
"Bina" panggil Ririn dan Fanny.
"Luh berdua udah baikan lagi?" tanya Ririn kepada Bina dan Arka.
Bina pun langsung pergi tanpa menjawab ucapan Ririn.
"Luh pasti bikin Bina nangis lagi kan?" tanya Fanny.
Arka pun segera pergi tanpa menjawab ucapan dari Fanny.
****
Bina pun segera masuk kedalam tenda. Dan ia pun duduk sambil memikirkan ucapannya bersama Arka tadi.
"Apa tadi gue terlalu kasar ya sama dia" batin Bina.
"Na, luh kenapa?" tanya Kholiana.
"Enggak apa-apa kok" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu gue tidur dulu ya. Nanti kalau ada pengumuman atau yang lainnya, tolong bangunin gue ya" ucap Kholiana.
"Iya, nanti gue bangunin luh kok" ucap Bina.
Lalu Ririn dan Fanny pun segera masuk kedalam tenda.
"Na, luh gak kenapa-napa kan?" tanya Ririn.
"Enggak kok, Rin" ucap Bina.
"Arka tadi ngomong apa?" tanya Fanny.
"Enggak ngomong apa-apa kok" ucap Bina.
"Masa tadi luh berdua gak ngomong apa-apa sih" heran Fanny.
"Sebenernya gue bilang ke Arka buat jauhin gue dulu untuk sementara, tapi tadi dia bilang gak bisa ngejauhin gue. Terus tadi dia nangis" jelas Bina.
"Arka nangis?" tanya Ririn dan Fanny bersamaan.
__ADS_1
Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan mereka berdua.