
"Kok luh jadi ngungkit masalah dulu sih!" kesal Bella.
"Makanya kalau gak mau diungkit, jangan nyari masalah sama gue" kesal Bina.
Lalu Bina pun segera pergi menuju kelasnya.
"Na, tunggu!" ucap Ririn.
Lalu Ririn pun segera pergi menuju kelasnya.
Lalu Arka pun segera berlari menghampiri Bella.
"Luh kenapa sama Bina?" tanya Arka kepada Bella karena ia melihat keduanya seperti sedang berantem.
"Hiks...hiks" tangis Bella.
"Luh kenapa nangis?" tanya Arka.
"Hiks..tadi gue ngobrol doang sama Bina. Tapi dia malah marah-marah sama gue" ucap Bella.
"Emang luh ngobrol apa sama Bina?" tanya Arka.
"Gue cuma bilang ke dia agar dia jangan dengerin apa kata orang tentang gosip dia selingkuh. Terus dia marah-marah sama gue, katanya gue tuh sok baik didepan dia" bohong Bella.
"Bina ngomong kayak gitu?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bella.
"Tapi gue percaya kalau dia ngomong kayak gitu" ucap Arka.
Lalu Arka pun segera pergi menuju ke lapangan.
...****...
"Pagi anak-anak" ucap Bu Jeni.
"Pagi, Bu" ucap semuanya.
"Sekarang buka buku paket halaman 237!" ucap Bu Jeni.
"Baik, Bu" ucap semuanya.
"Lalu kerjakan yang bagian A" ucap Bu Jeni.
"Dari nomer satu sampai sepuluh, Bu?" tanya Billy.
"Iya" ucap Bu Jeni.
"Nanti yang udah kerjakan di papan tulis ya, kerjakannya satu orang satu soal" ucap Bu Jeni.
"Baik, Bu" ucap semuanya.
"Na, luh bisa gak?" tanya Ririn.
"Bisa" ucap Bina.
"Kasih tahu gue dong, gue pingin ke depan biar dapat nilai" ucap Ririn.
"Oke, tapi gue dulu ya nanti baru luh" ucap Bina.
"Oke...oke" ucap Ririn.
Lalu Bina pun segera mengerjakan jawabannya dibuku catatan matematika nya. Setelah selesai Bina pun segera menuju ke depan.
"Bu, saya mau ngerjain nomer satu" ucap Bina.
"Ya udah nih" ucap Bu Jeni sambil memberikan spidol kepada Bina.
Lalu Bina pun segera menulis jawabannya di papan tulis.
Setelah selesai menulis jawabannya, Bina pun segera memberikan spidol tersebut kepada Bu Jeni.
"Bener gak, Bu?" tanya Bina.
"Iya, bener" ucap Bu Jeni sama tersenyum.
"Ya udah kamu boleh duduk" ucap Bu Jeni.
__ADS_1
Lalu Bina pun kembali duduk ke kursinya.
"Tumben banget Bu Jeni senyum" batin Bina.
"Apa jangan-jangan dia emang beneran tantenya Adzril ya?" batin Bina.
"Aduh! apa jangan-jangan Adzril ngasih tahu Bu Jeni kali ya makanya Bu Jeni jadi senyum sama gue" batin Bina.
"Na, cepetan! gue mau ke depan" ucap Ririn.
"Oh iya, Rin! sorry tadi gue lagi ngelamun" ucap Bina.
Lalu Bina pun segera mengerjakan soal nomer dua.
Setelah selesai, Bina pun segera memberikan jawabannya kepada Ririn.
"Thank you" ucap Ririn.
"You're welcome" ucap Bina.
Lalu Ririn pun segera mencatat jawaban Bina pada buku catatannya.
Kemudian Ririn pun segera pergi ke depan.
"Bu, saya mau ngerjain nomer dua" ucap Ririn.
"Ya udah, silahkan" ucap Bu Jeni.
Lalu Ririn pun segera menuliskan jawaban nomer dua pada papan tulis.
"Bu" ucap Bina sambil mengangkat satu tangannya.
"Iya kenapa?" tanya Bu Jeni.
"Saya izin ke toilet ya" ucap Bina.
"Ya udah silahkan" ucap Bu Jeni.
Lalu Bina pun segera pergi menuju toilet.
Setelah sampai, Bina pun langsung masuk ke salah satu toilet untuk buang air kecil.
"Beneran?" tanya temennya.
"Iya beneran"
"Tahu dari mana luh?"
"Tahu dari orang lain lah"
"Putusnya gara-gara apa?"
"Bina nya selingkuh"
Bina yang berada didalam toilet pun hanya bisa menahan emosinya.
"Serius luh?"
"Iya"
"Anjir! gak ada bersyukur nya tuh orang, udah dapet cowok se-perfect Arka eh malah nyari yang lain"
"Iya gak tahu diri banget tuh cewek, padahal dia terkenal juga gara-gara Arka"
Cklek
Bina pun segera keluar dari toilet yang ia gunakan.
Sontak kedua cewek tadi pun langsung terkejut karena ternyata Bina ada di toilet.
Lalu Bina pun segera pergi menuju kelasnya tanpa menghiraukan perkataan kedua cewek tadi.
"Luh gimana sih! kenapa gak ngasih tahu kalau ada Bina disini" ucap cewek tersebut.
"Ya gue gak tahu, kan gue baru masuk toilet" ucap temannya.
...****...
__ADS_1
Setelah sampai, Bina pun segera masuk kedalam kelasnya dan ia pun segera duduk disebelah Ririn.
"Bener gak jawabannya, Rin?" tanya Bina.
"Bener" ucap Ririn.
"Syukur deh kalau bener" ucap Bina.
"Luh pinter banget sih, Na" ucap Ririn.
"Enggak ah biasa aja" ucap Bina.
"Oh iya, nanti belajar bareng yuk" ajak Ririn.
"Ayo" ucap Bina.
"Mau belajar dimana?" tanya Bina.
"Di rumah luh" ucap Ririn.
"Oh ya udah" ucap Bina.
"Oh iya, Rin! gue udah belajar motor loh sama kak Daniel" ucap Bina.
"Beneran?" tanya Ririn.
"Ya beneran lah" ucap Bina.
"Terus luh bisa gak?" tanya Ririn.
"Bisa" ucap Bina.
"Tadi berarti luh ke sekolah naik motor?" tanya Ririn.
"Iya naik motor, tapi kak Daniel yang bawa" ucap Bina.
"Katanya bisa, kok kak Daniel yang bawa" heran Ririn.
"Iya soalnya tadi kak Daniel belum ijinin gue ke sekolah bawa motor, paling nanti katanya hari Senin gue boleh bawa motornya" jelas Bina.
"Ya iyalah belum diijinin, kan luh baru belajar sekali makanya kak Daniel pasti khawatir kalau terjadi apa-apa" ucap Ririn.
"Oh iya, Rin! hari ini kursi sama meja buat cafe udah datang loh" ucap Bina.
"Wah, berarti hari ini gue harus bantu-bantu nih" ucap Ririn.
"Gak usah, lagian kak Daniel mau beresin cafe nya bareng sama temen-temennya" jelas Bina.
"Terus luh mau bantuin gak?" tanya Ririn.
"Sebenernya gue pingin bantu, tapi kak Daniel ngelarang gue buat ikut bantu. Dia nyuruh gue buat fokus belajar aja soalnya kan hari Senin kita UAS" ucap Bina.
"Oh iya juga ya" ucap Ririn.
"Oh iya, gimana kalau kita belajar nya besok?" usul Ririn.
"Kalau besok sih gue gak bisa, Rin" ucap Bina.
"Kenapa gak bisa?" tanya Ririn.
"Gue ada janji sama temen" ucap Bina.
"Temen? siapa?" tanya Ririn.
"Yang waktu itu ngajak ketemuan sama gue" ucap Bina.
"Oh yang anak SMA Doa Bangsa?" tanya Ririn memastikan.
"Iya" ucap Bina.
"Emang luh besok ada janji apa sama dia?" tanya Ririn.
"Luh kepo banget sih kayak Dora" ucap Bina.
"Enak aja gue disamain kayak Dora!" ucap Ririn sedikit kesal.
"Ya gak apa-apa lah, kan emang luh mirip sama dia" ucap Bina sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Maksud luh gue budek gitu?" ucap Ririn sedikit kesal.
"Bukan budek tapi banyak tanya" ucap Bina.