
"Fan" panggil Nino.
Fanny pun langsung melihat kearah Nino.
"Apa?" tanya Fanny cuek.
"Mau kemana?" tanya Nino.
"Mau ketemu Rizky" ucap Fanny.
"Mau ngapain?" tanya Nino.
"Kepo luh" jawab Fanny.
"Jutek banget sih" ucap Nino.
"Robi, Kevin!!" teriak Fanny sambil menghampiri mereka berdua.
"Kenapa, Fan?" tanya Kevin.
"Lihat Rizky gak?" tanya Fanny.
"Enggak" jawab Kevin.
"Emang mau apa nanyain si Rizky?" tanya Robi.
"Gue mau ngomong sama dia, kalau besok gue mau duduk bareng sama dia" ucap Fanny.
"Emang luh gak bareng sama Bina atau Ririn gitu?" tanya Robi.
"Enggak, kan mereka sama pacarnya masing-masing" ucap Fanny.
"Ririn punya pacar?" tanya Kevin.
"Iya" jawab Fanny.
"Emang pacarnya siapa?" tanya Kevin.
"Temen luh" jawab Fanny.
"Hah?!" kaget Robi dan Kevin.
"Maksud luh siapa?" tanya Robi.
"Ardan lah" ucap Fanny.
"Kapan jadiannya?" tanya Kevin.
"Tadi, waktu kita tinggalin mereka berdua" ucap Fanny.
"Gila, gerak cepet banget si Ardan" ucap Kevin.
"Fan, nanti pulangnya luh duduk sama gue aja" ucap Robi.
"Terus gue duduk sama siapa?" tanya Kevin.
"Sama yang lain lah, lagian kan katanya luh gak mau duduk sama gue" ucap Robi.
"Hmm...gimana ya" pikir Fanny.
"Fan, luh duduk sama gue aja" ucap Nino yang tiba-tiba muncul.
Sontak Fanny, Kevin dan Robi pun langsung melihat kearah Nino.
"Gak mau ah!" tolak Fanny.
"Fan, luh masih marah ya sama gue?" tanya Nino.
Fanny pun langsung terdiam.
"Guys gue pergi dulu ya" ucap Fanny kepada Robi dan Kevin.
"Loh mau kemana?" tanya Kevin.
Fanny pun segera pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Fan" panggil Nino.
Nino pun segera mengejar Fanny.
"Fan, tunggu!" ucap Nino sambil memegang tangan Fanny.
Lalu Fanny pun langsung menghempaskan tangan Nino.
"Gue mau ngomong sesuatu sama luh" ucap Nino.
"Ya udah kalau mau ngomong ya ngomong aja, jangan pake acara pegang tangan gue segala" ucap Fanny.
"Gue masih suka sama luh" ucap Nino.
"Terus?" tanya Fanny.
"Gue mau kita pacaran lagi kayak dulu" kata Nino.
__ADS_1
"Tapi gue gak mau" ucap Fanny.
"Kenapa?" tanya Nino.
"Ya gue gak mau" kata Fanny.
"Alasannya apa?" tanya Nino.
Fanny pun langsung terdiam.
"Jawab, Fan!" kata Nino sambil memegang pergelangan tangan Fanny.
"Kalau orang gak mau jawab tuh jangan dipaksa" ucap Robi sambil melepaskan tangan Nino yang memegang tangan Fanny.
"Luh ngapain ngikutin kita" kata Nino.
"Gue gak ngikutin kok, gue cuma lewat aja" ucap Robi.
"Rob, nanti pulangnya gue duduk bareng luh aja" ucap Fanny.
"Oh ya udah" ucap Robi.
"Fan" panggil Nino.
"Kenapa lagi sih?" tanya Fanny.
"Gak jadi" ucap Nino.
Lalu Nino pun segera pergi.
"Ya udah gue pergi dulu ya" ucap Fanny kepada Robi.
"Iya" ucap Robi.
Lalu Fanny pun segera pergi menuju tenda cewek.
****
Setelah sampai, Fanny pun langsung masuk kedalam tenda.
"Luh kenapa, Fan?" tanya Ririn.
"Mungkin dia lagi kesel kali gara-gara gak dapet cowok" ucap Ardan.
"Dan" panggil Bina.
"Apaan?" tanya Ardan.
"Nanti kita berempat double date ya" mohon Bina.
"Rin, paksa dong Ardan nya" ucap Bina.
"Iya, nanti kita berempat double date kok" ucap Ririn.
"Janji ya?" ucap Bina.
"Ka, bawel banget sih pacar luh" ucap Ardan kepada Arka.
Arka pun hanya bisa tertawa mendengar ucapan Ardan.
"Arka kok malah ketawa sih, bukannya belain aku" ucap Bina sambil cemberut.
"Kan kamu emang bawel, Na" ucap Arka sambil tertawa kecil.
Bina pun langsung menatap tajam kearah Arka.
"Jangan natap kayak gitu, soalnya kamu gak serem malah jadi tambah lucu" ucap Arka sambil mencubit pipi Bina.
"Ih Arka! sakit tahu" kesal Bina.
"Maaf..maaf" ucap Arka sambil mengelus pipi Bina.
"Guys main truth or dare yuk!" ajak Ardan.
"Yuk!" ucap Bina dan Ririn heboh.
"Gak ah!" ucap Arka.
"Luh gak asik banget, Ka" ucap Ardan.
"Iya bener, luh gak asik banget" ucap Bina.
Arka pun langsung kaget karena mendengar Bina memanggilnya dengan sebutan luh.
"Kamu tadi bilang apa?" tanya Arka.
"Hah?" bingung Bina.
"Tadi bilang apa?" tanya Arka.
"Aku bilang apa emangnya?" bingung Bina.
"Kenapa ngomongnya pake luh sama aku" ucap Arka.
__ADS_1
"Maaf" ucap Bina sambil menunduk.
"Ya udah ayo main" ucap Arka sedikit kesal.
Bina pun langsung melihat kearah Arka.
"Maaf" ucap Bina sambil menatap Arka.
"Ya udah ayo siapa dulu?" tanya Arka tanpa membalas ucapan Bina.
"Arka maaf" ucap Bina sambil terus menatap Arka.
"Bentar, gue ambil botol dulu di tas gue" ucap Ririn sambil masuk kedalam tenda.
"Arka maaf" ucap Bina lagi sambil menyentuh pipi Arka dengan telunjuknya secara berulang-ulang.
"Luh ngapain sih, Na?" tanya Ardan sambil tertawa.
"Gue giniin Arka supaya dia gak marah lagi" ucap Bina.
"Gak ngaruh, aku masih marah sama kamu" canda Arka tetapi dengan nada serius.
"Ih kamu kok gitu sih" ucap Bina.
"Aku bakal maafin kamu, tapi ada syaratnya" ucap Arka.
"Apa syaratnya?" tanya Bina.
"Cium pipi aku" bisik Arka kepada Bina.
Bina pun langsung memukul tangan Arka.
"Enggak mau!" ucap Bina.
"Ya udah kalau gak mau, lagian aku gak maksa" ucap Arka.
"Nih botol nya" ucap Ririn.
Lalu Ardan pun segera memutarkan botol tersebut dan botol tersebut mengarah kearah Bina.
"Truth or dare?" tanya Ardan, Ririn dan Arka.
"Truth aja" ucap Bina.
"Siapa orang yang paling luh benci?" tanya Ardan.
"Gak ada" ucap Bina.
"Loh kok gak ada sih" ucap Ardan.
"Kan emang gak ada" ucap Bina.
"Ganti aja pertanyaannya" sahut Ririn.
"Ya udah apa?" tanya Bina.
"Siapa cowok yang paling ganteng di kelas kita?" tanya Ardan.
Semua pun langsung melihat kearah Bina karena penasaran dengan jawabannya.
"Hmm...siapa ya" ucap Bina sambil memikirkan cowok yang paling ganteng dikelasnya.
"Gue gak mau jawab, nanti Arka marah" ucap Bina.
"Arka gak bakal marah kok! iya kan, Ka?" tanya Ardan kepada Arka.
"Iya, jawab aja! aku gak bakal marah kok" ucap Arka.
"Gue pilih dihukum aja deh" ucap Bina karena tidak mau menjawab pertanyaan dari Ardan.
"Padahal tinggal jawab doang" ucap Ardan.
"Enggak ah, gue mau dihukum aja" ucap Bina.
"Hukuman nya apa ya?" pikir Ririn.
"Bersihin toilet aja" ucap Ardan.
"Enggak mau! gue takut" ucap Bina.
"Ya udah jawab" ucap Ardan.
Bina pun langsung terdiam karena bingung.
"Udah jawab aja, Na" kata Arka.
"Enggak ah! nanti kamu ngambek" kata Bina.
"Aku gak bakal ngambek kok" ucap Arka.
"Beneran gak ngambek?" tanya Bina memastikan.
"Iya, enggak" ucap Arka.
__ADS_1
"Ya udah siapa?" tanya Ardan.
"Julian" ucap Bina.