Prince Of School

Prince Of School
Episode 120


__ADS_3

"Ka, udah dulu ya video call nya" ucap Bina.


"Yah, kenapa? padahal aku masih kangen loh sama kamu" ucap Arka.


"Aku gak enak, soalnya kasihan Fanny kan dia jomblo" canda Bina.


"Sialan luh" ucap Fanny.


"Fan, luh jadian sama salah satu temen gue aja biar luh gak jomblo" ucap Arka.


"Kaga mau gue" ucap Fanny.


"Kenapa gak mau?" tanya Arka.


"Gak ada tipe gue" ucap Fanny.


"Emang tipe luh yang kayak gimana?" tanya Bina.


"Yang kayak Jungkook BTS" ucap Fanny sambil nyengir.


"Yaelah Korea mulu luh" ucap Arka.


"Emang kalau Korea mulu kenapa?" tanya Bina tak terima karena ia juga sangat menyukai hal yang berbau Korea.


"Ya gak apa-apa sih, cuma dia tinggi banget seleranya" ucap Arka karena ia tidak mau Bina kesal sebab pacarnya juga sangat menyukai hal berbau Korea.


"Ya gak apa-apa dong selera tinggi, daripada seleranya rendahan" ucap Fanny.


"Tapi itu tinggi banget, lagian mana ada sih yang mirip sama jongkok" ucap Arka.


"Jungkook!" ucap Bina dan Fanny sambil ngegas.


"Sama aja" ucap Arka.


"Ya beda lah" ucap Bina.


"Na" ucap Arka.


"Apaan?" tanya Bina.


"Jungkook sama aku lebih ganteng mana?" tanya Arka.


"Ganteng Jungkook lah" ucap Ana.


Anak-anak Stray Squad yang mendengar ucapan Bina pun langsung tertawa.


"Jangan ketawa luh" ucap Arka.


"Perbedaannya antara langit dan bumi" ucap Fanny.


"Tapi aku tetep pilih kamu kok daripada Jungkook" ucap Bina agar Arka tidak kesal kepadanya.


Arka pun hanya tersenyum mendengar ucapan dari Bina.


"Dasar bucin" ucap Fanny dan Ririn bersamaan.


"Ya udah, Ka. Udah dulu ya teleponnya, aku gak enak sama sahabat-sahabat aku. Masa liburan bareng mereka tapi vc terus sama kamu" ucap Bina.


"Ya udah deh" ucap Arka.


Lalu Bina pun segera mematikan panggilan video call nya bersama Arka.


"Guys ke pantai yuk" ajak Fanny.


"Yuk" ucap Bina dan Ririn bersamaan.


"Yang terakhir tutup pintunya" ucap Fanny sambil berlari menuju pantai.


Lalu Ririn pun segera berlari menyusul Fanny.


"Guys tungguin" ucap Bina.


Lalu Bina pun segera membereskan mangkuk bekas mie instan yang telah digunakan oleh kedua sahabatnya itu.


Kemudian Bina pun segera mencuci mangkuk tersebut.

__ADS_1


Setelah mencuci mangkuk tersebut, Bina pun segera menyusul Ririn dan Fanny.


"Na, sini" teriak Ririn dan Fanny sambil melambaikan tangan.


Lalu Bina pun segera berlari menghampiri mereka.


Lalu Fanny dan Ririn pun segera menarik Bina ke air.


"Aaa gak mau" ucap Bina.


Byurr


Lalu pakaian Bina pun basah akibat terkena air laut.


Lalu Ririn dan Fanny pun langsung berlari.


"Ririn Fanny!!!" teriak Bina.


Lalu Bina pun segera mengejar mereka berdua.


"Ampun, Na! gue cape" ucap Ririn karena perutnya dikelitik oleh Bina.


Akhirnya mereka bertiga pun berhenti berlari. Dan mereka pun langsung duduk sambil melihat ombak.


"Nanti kalau kita udah lulus, bisa main bareng kayak gini lagi gak ya" ucap Bina.


"Hmm..gak tahu" ucap Ririn.


"Mungkin bisa, tapi gak sesering saat ini" ucap Fanny.


"Guys gue sakit perut nih, gue ke toilet bentar ya" ucap Ririn.


"Ya udah sana" ucap Fanny.


Lalu Ririn pun segera pergi.


"Fan" panggil Bina.


"Kenapa?" tanya Fanny.


"Gue juga gak tahu, Na" ucap Fanny.


"Kok gak tahu?" heran Bina.


"Iya gue tuh sebenernya gak tahu suka sama siapa sekarang. Makanya gue suka bingung sama diri gue sendiri" ucap Fanny.


"Atau jangan-jangan luh gak bisa move on dari Nino ya?" tanya Bina.


"Enak aja! gue udah move on sama dia" ucap Fanny.


"Udah ah! gue mau mandi dulu" ucap Fanny sambil pergi.


"Fan, tungguin gue" ucap Bina sambil menyusul Fanny.


Setelah sampai di villa, Bina dan Fanny pun menunggu Ririn yang sedang di kamar mandi.


"Rin, udah belum?" teriak Fanny.


"Belum, gue sakit perut nih! sekalian gue mau mandi dulu jadi pasti agak lama" ucap Ririn.


"Fan, luh sama orang tua luh kalau liburan suka kesini ya?" tanya Bina.


"Iya, tapi kadang juga gue doang yang kesini sendirian" ucap Fanny.


"Kenapa sendirian?" tanya Bina.


"Soalnya orang tua gue sibuk kerja" ucap Fanny.


"Rizky pernah kesini gak, Fan?" tanya Bina.


"Pernah, satu kali. Tapi cuma sebentar" jelas Fanny.


"Kenapa sebentar?" tanya Bina.


"Soalnya waktu itu gue ada masalah sama orang tua gue terus gue curhat ke Rizky. Dan ternyata Rizky nyamperin gue kesini" ucap Fanny.

__ADS_1


"Rizky datang kesini?" tanya Bina.


"Iya" ucap Fanny.


"Rizky kayaknya suka deh sama luh" ucap Bina.


"Enggak kok, kita kan cuma sahabatan" ucap Fanny.


"Iya sih sahabat, tapi katanya sahabatan antara cowok sama cewek tuh gak bisa, pasti salah satunya nyimpen rasa" ucap Bina.


"Tapi kita gak saling bawa perasaan kok, Na. Lagian Rizky suka sama seseorang" ucap Fanny.


"Oh gitu, kirain gue dia suka sama luh" ucap Bina.


"Enggak, dia juga suka curhat kok tentang cewek yang ditaksirnya" ucap Fanny.


"Ngomong-ngomong si Ririn lama banget sih mandinya" ucap Bina.


"Iya bener, lama banget dia" ucap Fanny.


"Woy! gue denger" ucap Ririn yang sedang mandi.


5 menit kemudian, Ririn pun keluar dari kamar mandi.


"Na, gue dulu ya" ucap Fanny sambil mengambil baju dan celana kopernya


"Iya, silahkan" ucap Bina.


Lalu Fanny pun segera masuk kedalam kamar mandi.


"Na, gue mau snack dong" ucap Ririn.


"Ambil aja di kantong plastik, Rin" ucap Bina.


"Ok" ucap Ririn sambil mengambil snack didalam kantong plastik.


"Na, snack luh banyak banget" ucap Ririn.


"Iya, soalnya dikasih sama Arka" ucap Bina.


"Perhatian banget si Arka" ucap Ririn.


"Iya, dia emang perhatian banget sama gue" ucap Bina.


"Itu sebabnya gue suka sama dia" ucap Bina lagi.


"Ngomong-ngomong luh udah pacaran berapa lama sama Arka?" tanya Ririn.


"Lima bulan ada kali" ucap Bina.


"Gak kerasa banget udah lima bulan aja" ucap Ririn.


"Iya gak kerasa banget" ucap Bina.


"Oh iya, Na! nanti waktu kuliah mau ngambil jurusan apa?" tanya Ririn.


"Gue mau ngambil jurusan psikologi" ucap Bina.


"Kalau luh?" tanya Bina.


"Gue gak tahu, soalnya gue bingung mau ngambil jurusan apa" ucap Ririn.


"Ambil jurusan sesuai dengan keinginan luh aja" ucap Bina.


"Masalahnya gue gak tahu keinginan gue apa" ucap Ririn.


"Masa gak ada sih" heran Bina.


"Apa gue langsung kerja aja ya" ucap Ririn.


"Ya terserah luh" ucap Bina.


"Tapi kerja apa ya?" bingung Ririn.


"Kerja rodi" ucap Bina sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2