
Skip
Keesokan harinya
"Fan, Luh beneran mau pulang sekarang?" tanya Bina.
"Iya" ucap Fanny yang sedang memasukan pakaian nya kedalam koper.
"Nanti jangan lupa kesini lagi ya" ucap Bina.
"Iya, nanti gue kesini lagi" ucap Fanny.
"Nanti pas bawa mobil nya jangan ngebut-ngebut ya" ucap Bina.
"Iya, nanti gue bakal hati-hati kok bawa mobilnya" ucap Fanny.
Tok...tok...tok
"Buka aja, kak" ucap Bina.
Kak Daniel segera membuka pintu kamar Bina.
"Beres-beres nya udah belum?" tanya kak Daniel kepada Fanny.
"Udah" ucap Fanny.
"Ya udah siniin kopernya, biar gue bawa keluar" ucap kak Daniel.
Fanny segera memberikan koper nya kepada kak Daniel. Lalu kak Daniel segera pergi keluar dengan membawa koper milik Fanny.
Kemudian Bina dan Fanny segera mengikuti kak Daniel dari belakang.
Setelah sampai diluar, Fanny segera memasukan koper nya kedalam mobil.
"Na, gue pergi dulu ya" ucap Fanny.
"Iya" ucap Bina.
"Kak Daniel, Fanny pergi dulu ya" ucap Fanny.
"Iya, hati-hati ya" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Fanny sambil masuk kedalam mobil.
Setelah itu, Fanny segera pergi.
"Kak, mau kemana?" tanya Bina saat melihat kak Daniel berjalan menghampiri mobilnya.
"Mau ke cafe lah" ucap kak Daniel.
"Emang kak Daniel gak kerja?" tanya Bina.
"Kan sekarang hari Minggu, jadi kerjanya libur" ucap kak Daniel.
"Oh iya lupa" ucap Bina.
"Luh mau ikut ke cafe gak?" tanya kak Daniel sambil masuk kedalam mobil.
"Enggak ah!" ucap Bina.
"Ya udah kalau gitu gue berangkat ya" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Bina.
Lalu kak Daniel segera melajukan mobilnya menuju cafe.
Setelah kak Daniel pergi, Bina segera menutup pagar. Setelah itu, Bina segera masuk kedalam rumahnya.
Baru saja Bina mau menyalakan televisi, tiba-tiba bel rumah Bina berbunyi.
"Ih siapa sih! baru juga gue mau nyalain tv,. udah ada tamu aja" ucap Bina.
Akhirnya Bina segera keluar.
Sesampainya diluar, Bina segera membuka pagar rumahnya.
Saat pagar dibuka ternyata orang yang menekan bel rumah adalah Arka.
Bina berteriak heboh dan ia langsung memeluk tubuh Arka.
"Kangen" ucap Bina.
"Sama, aku juga kangen sama kamu" ucap Arka sambil membalas pelukan Bina.
"Kamu kesini sendiri?" tanya Bina.
__ADS_1
"Enggak, aku kesini sama Robi" ucap Arka.
"Terus Robi nya mana?" tanya Bina.
"Dia pulang ke rumah orangtuanya"jawab Arka.
"Oh gitu" ucap Bina.
"Ya udah lepasin pelukannya, aku nya sesak nih" ucap Arka.
Bina langsung melepaskan pelukannya.
"Oh iya, aku bawa oleh-oleh buat kamu" ucap Arka sambil menghampiri mobil.
Kemudian Arka segera mengambil oleh-oleh tersebut.
"Ini buat kamu" ucap Arka.
"Makasih" ucap Bina.
"Iya sama-sama" ucap Arka.
"Ya udah ayo masuk, Ka" ucap Bina.
Mereka berdua segera masuk kedalam rumah.
"Kamu tunggu dulu disini ya, aku mau ambilin minum dulu" ucap Bina.
"Iya" ucap Arka.
Bina segera pergi menuju dapur.
Setelah itu, Bina segera kembali menghampiri Arka.
"Ini" ucap Bina sambil meletakkan air minum dan cemilan di meja.
"Makasih" ucap Arka sambil tersenyum.
"Iya sama-sama" ucap Bina.
Arka segera meminum air minum tersebut.
"Ka, kemarin kan ada fans kamu yang datang ke cafe aku" ucap Bina.
"Iya, terus kenapa?" tanya Arka.
"Oh iya! dia juga kasih nomer telepon dia ke aku" ucap Bina.
"Ngapain dia ngasih nomer nya?" tanya Arka.
"Soalnya dia nyuruh aku buat ngabarin kapan kamu datang kesininya" jawab Bina.
"Kamu mau gak video call sama dia?" tanya Bina.
"Video call?" ucap Arka.
"Iya video call" ucap Bina.
"Dia cewek atau cowok?" tanya Arka.
"Cewek" ucap Bina.
"Dia masih SMA, Ka" ucap Bina.
"Ya udah ayo video call dia" ucap Arka.
Bina segera mem-video call Dinda.
Tidak menunggu lama, Dinda langsung mengangkat panggilan video call dari Bina.
"Hallo Dinda" sapa Bina.
"Eh pacar nya kak Arka" ucap Dinda.
"Oh iya, Dinda! kakak punya kejutan buat kamu" ucap Bina.
"Kak Arka bakal datang ya, kak?" tanya Dinda.
"Dia udah datang. Ini orangnya" ucap Bina sambil mengarahkan kamera ponselnya kearah Arka.
"Kak Arka!!!" teriak Dinda.
"Hallo Dinda" ucap Arka.
"Kak Arka, Dinda pingin foto bareng" ucap Dinda.
__ADS_1
"Loh! bukannya kemarin pingin minta tanda tangan ya?" ucap Bina.
"Dinda kemarin salah ngomong kak" ucap Dinda.
Arka dan Bina hanya bisa menahan tawanya.
"Kak Bina, sekarang ke cafe yang kemarin dong! terus ajak kak Arka nya. Nanti Dinda bakal kesana" ucap Dinda.
"Ka, gimana? mau kesana gak?" tanya Bina.
"Kak Arka, please!" mohon Dinda.
"Nanti sore aja kesananya" ucap Arka.
"Kalau sore banyak pelanggan, Ka" ucap Bina.
"Ya udah deh sekarang aja" ucap Arka.
"Yeay!!! makasih kak Arka" ucap Dinda.
"Bilang makasih nya ke Bina dong" suruh Arka.
"Makasih kak Bina" ucap Dinda.
"Iya sama-sama" ucap Bina.
"Oh iya, Din! nanti kamu jangan bilang-bilang temen kamu ya, soalnya nanti pasti cafe nya jadi rame kalau dibilangin ada Arka" ucap Bina.
"Iya, kak! nanti aku kesananya datang sendiri kok" ucap Dinda.
"Ya udah kalau gitu Dinda matiin dulu ya video call nya, soalnya Dinda mau siap-siap kesana" ucap Dinda.
"Oh ya udah" ucap Bina.
Dinda segera mematikan panggilan video call nya.
"Ya udah ayo berangkat, Ka" ucap Bina.
"Nanti dulu lah, kan dia nya juga mau siap-siap dulu" ucap Arka.
"Oh iya, Fanny mana?" tanya Arka.
"Dia udah pulang" ucap Bina.
"Yah kasihan banget Robi, padahal tadinya dia pingin ketemu Fanny" ucap Arka.
"Oh iya, Ka! emang besok kamu gak kuliah ya?" tanya Bina.
"Enggak" ucap Arka.
"Kuliah kamu libur?" tanya Bina.
"Enggak juga" ucap Arka.
"Berarti kamu bolos dong" ucap Bina.
"Enggak, aku ijin" ucap Arka.
"Ijin nya berapa hari?" tanya Bina.
"Tiga hari" ucap Arka.
"Oh berarti kamu disini nya cuma tiga hari?" tanya Bina.
"Enggak, aku mau seminggu disini" ucap Arka.
"Tumben lama kesininya" ucap Bina.
"Ya udah deh kalau gitu tiga hari aja disininya" canda Arka.
"Ih jangan dong, bentar amat" ucap Bina.
"Oh iya, kalau kak Daniel mana?" tanya Arka.
"Dia ke cafe" jawab Bina.
"Kak Daniel kapan nikahin Ririn?" tanya Arka.
"Aku gak tahu!" kesal Bina karena Arka terus menanyakan hal itu.
"Terus kita kapan nih?" tanya Arka.
"Tahun depan" canda Bina.
"Oke berarti tahun depan aku sama keluarga aku datang ke rumah kamu ya buat ngelamar kamu" ucap Arka.
__ADS_1
"Ih jangan tahun depan dong, aku belum siap" ucap Bina.
"Pokoknya fix tahun depan" ucap Arka sambil tersenyum.