
2 hari kemudian....
"Na" panggil Ririn.
"Ada apa?" tanya Bina.
"Luh siap-siap gih!" perintah Ririn.
"Siap-siap, maksudnya?" bingung Bina.
"Hari ini Arka mau datang sama keluarganya ke rumah" ucap Ririn.
"Hah?! serius?" kaget Bina.
"Iya" ucap Ririn.
"Arka mau lamar gue sekarang ya?" ucap Bina.
Ririn hanya mengangguk mengiyakan ucapan Bina.
"Aduh gimana nih, gue deg-degan" ucap Bina sambil menggigit bibir bawahnya.
"Udah santai aja" ucap Ririn.
"Ya udah sana mandi" suruh Ririn.
"Rin, gue pake baju yang mana ya?" tanya Bina sambil membuka lemarinya.
"Ya terserah luh" ucap Ririn.
"Bagus yang ini atau yang ini?" tanya Bina.
"Hmm...yang ini deh" tunjuk Ririn pada dress berwarna putih.
"Yang ini aja deh" ucap Bina sambil memilih dress berwarna pink.
"Kalau gitu ngapain nanya" ucap Ririn sedikit kesal.
"Ya udah sana mandi" ucap Ririn.
Bina segera pergi menuju kamar mandi.
Skip
Akhirnya Bina selesai mandi.
"Luh kok masih ada disini sih" ucap Bina.
"Soalnya kan gue mau dandanin luh" ucap Ririn.
"Gue bisa dandan sendiri" ucap Bina.
"Udah sama gue aja dandanin nya" ucap Ririn.
"Enggak mau ah! nanti takut jelek" kata Bina.
"Gak bakal jelek kok, gue kan jago makeup" ucap Ririn.
"Ya udah sini duduk" perintah Ririn.
Bina segera duduk disebelah Ririn.
Lalu Ririn segera mendandani Bina.
...****...
* Rumah orang tua Arka & Putra
"Ka, cepet bangun! katanya mau ngelamar Bina" ucap kak Putra.
Arka segera bangun dari tidurnya.
"Oh iya, Arka lupa" ucap Arka.
"Cepet mandi!" perintah kak Putra.
"Iya" ucap Arka.
"Oh iya, ini jas nya" ucap kak Putra sambil meletakan jas di kasur.
Lalu kak Putra segera keluar dari kamar.
"Put, Arka nya udah bangun belum?" tanya mamah tirinya.
"Udah kok, mah" ucap Putra.
"Kamu kapan mau ngelamar cewek kamu?" tanya mamah tirinya.
"Gak tahu, mah" ucap Putra.
"Kok gak tahu sih" ucap mamah tirinya.
"Iya soalnya Putra masih belum siap, mah" ucap Putra.
__ADS_1
"Arka! itu ada temen-temen kamu" ucap papah.
"Arka nya lagi mandi, pah" ucap Putra.
"Ya ampun tuh anak, bukannya dari pagi mandinya" ucap papah.
"Ya udah kamu samperin sana temen-temennya Arka" suruh papah.
Putra segera menghampiri teman-temannya Arka yang berada di ruang tamu.
"Cie yang dilangkahi adiknya" ledek Chandra.
"Apaan sih luh" ucap Putra.
"Arka nya mana, kak?" tanya Kevin.
"Arka nya lagi mandi" ucap Putra.
"Fauzi sama Robi gak kesini ya?" tanya Putra.
"Bang Fauzi kan nanti nunggu nya di rumah Bina" ucap Raihan.
"Kalau Robi mana?" tanya Putra.
"Dia lagi jemput tunangannya dulu" ucap Kevin.
"Robi sama tunangannya nunggu nya di rumah Bina?" tanya Putra.
"Kayaknya sih iya" ucap Chandra.
Skip
Setelah Arka dan rombongannya sudah siap, mereka segera berangkat menuju rumah Bina.
Sesampainya di sana, mereka semua segera turun dari mobil.
Saat turun, mereka semua disambut oleh beberapa saudara Bina, tetangga dan teman-temannya kak Daniel.
"Ya sudah silahkan masuk" ucap kak Daniel.
Akhirnya mereka semua segera masuk kedalam rumah.
Acara pembukaan lamaran langsung dipimpin oleh Om David.
Setelah acara pembukaan selesai, Arka langsung menjelaskan tujuan kedatangannya beserta rombongan ke rumah Bina.
Sesudah menjelaskan tujuannya, Bina disuruh untuk memberikan jawabannya dan Bina langsung memberikan jawaban iya atas lamarannya Arka.
Ketika lamaran diterima oleh Bina, pihak dari Arka langsung memberikan seserahan kepada keluarga Bina yaitu kak Daniel beserta om dan Tante nya yang turut hadir. Sesudah memberikan seserahan, kini Arka langsung memakaikan cincin di jari manis Bina.
Kemudian Arka dan rombongannya segera pulang.
"Cie udah tunangan" ucap Ririn dan Fanny.
"Ih apaan sih" ucap Bina sambil salah tingkah.
"Dek, seserahan nya gue taruh di kamar luh ya" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Bina.
"Fan, kamu mau pulang kapan?" tanya Robi.
"Sekarang" ucap Fanny.
"Fan, luh gak bakal main dulu gitu?" tanya Bina.
"Enggak, soalnya gue lagi gak enak badan jadi bawaannya gue pingin istirahat mulu" ucap Fanny.
"Ya udah gue pulang dulu ya guys" ucap Fanny.
"Iya" ucap Bina dan Ririn.
"Na, Rin! kita pulang dulu ya" ucap Robi.
"Iya" ucap Bina.
Fanny dan Robi segera pergi.
"Bina" panggil tante nya Bina.
"Iya, tante" ucap Bina.
"Selamat ya" ucap tante nya Bina.
"Makasih ya, tante" ucap Bina.
"Iya" ucap tante.
"Bina, selamat ya" ucap om nya.
"Makasih, om" ucap Bina.
"Oh iya, tante sama om gak bisa lama-lama disini" ucap tante.
__ADS_1
"Iya gak apa-apa. Kalian cuma lihat proses lamaran aja Bina juga udah seneng banget kok" ucap Bina.
"Oh iya om, tante! nanti waktu Bina nikah, kalian datang ya" ucap Bina.
"Iya kita pasti datang kok" ucap tante.
"Ya udah, Na! kita pamit pulang dulu ya" ucap tante.
"Oh iya! hati-hati ya tante, om" ucap Bina.
"Iya" ucap tante dan om bersamaan.
Lalu tante dan om Bina segera pergi.
Hoeeek!
"Rin, luh kenapa?" tanya Bina saat melihat Ririn yang seperti sedang muntah.
"Gak tahu, gue tiba-tiba mual" ucap Ririn.
Lalu Ririn segera pergi menuju kamarnya.
Bina langsung menyusul Ririn menuju kamar Ririn dan juga kakaknya.
"Rin, luh gak apa-apa kan?" tanya Bina sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Bina segera pergi menuju kamarnya.
"Kak" panggil Bina.
"Kenapa, dek?" tanya kak Daniel sambil meletakkan seserahan di sudut kamar Bina.
"Ririn lagi sakit" ucap Bina.
"Sakit? perasaan tadi dia gak kenapa-napa deh" heran kak Daniel.
"Ya emang, tapi sekarang dia sakit" ucap Bina.
"Dia juga muntah-muntah" ucap Bina lagi.
Daniel segera pergi menuju kamarnya.
Lalu Bina segera menyusul dari belakang.
"Rin, kamu gak apa-apa kan?" tanya Daniel sambil mengetuk pintu kamar mandinya.
Cklek
Pintu kamar mandi dibuka oleh Ririn.
"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Daniel.
"Aku pusing, Niel" ucap Ririn.
"Ya udah kamu istirahat aja" ucap Daniel sambil menuntun Ririn ke kasur.
Lalu Ririn segera tidur di kasur.
"Kak" panggil Bina.
"Apa?" ucap kak Daniel.
"Ririn hamil kali" ucap Bina.
"Hamil?" ucap Daniel.
"Kayaknya iya deh, soalnya aku telat haid 2 Minggu" ucap Ririn.
"Kamu serius?" tanya Daniel sambil tersenyum.
Ririn hanya mengangguk.
"Coba kamu beli tespek deh, Niel" suruh Ririn.
"Ya udah, sering aku dulu ya tespek nya" ucap Daniel sambil mengambil kunci mobilnya.
Lalu kak Daniel segera pergi.
"Rin, nanti gue punya keponakan dong" ucap Bina sambil tersenyum.
"Ya gak tahu juga, bisa jadi kan emang siklus haid gue yang gak lancar" ucap Ririn.
"Oh iya, Na! karpet yang di ruang tamu beresin sana" suruh Ririn.
"Nanti aja beresin nya, gue mau nemenin luh dulu" ucap Bina.
"Gue gak perlu ditemenin, lagian gue pingin istirahat" ucap Ririn.
"Ya udah deh" ucap Bina.
"Oh iya, nanti pintu kamarnya tutupin ya" perintah Ririn.
"Iya siap nyonya" ucap Bina.
__ADS_1
Lalu Bina segera menutup pintu kamar Ririn dan kakaknya.
Setelah itu, ia segera pergi ke ruang tamu untuk membereskan makanan, minuman dan karpet-karpet yang berada di ruang tamu.