Prince Of School

Prince Of School
Episode 93


__ADS_3

Lalu Bu Nana pun segera masuk kedalam kelas.


"Pagi anak-anak" kata Bu Nana.


"Pagi Bu" ucap semuanya.


"Silahkan kalian kumpulkan tugas kelompok masing-masing" ucap Bu Nana.


Semua siswa dan siswi kelas XI MIPA 2 pun segera mengumpulkan kerajinan yang mereka buat.


Lalu setelah semuanya mengumpulkan kerajinan, Bu Nana pun segera menilai kerajinan tersebut.


"Fan, kelompok luh udah buat belum?" tanya Ririn memastikan.


"Udah kok! kemarin habis nganterin Bina, gue langsung ke rumahnya Nino" ucap Fanny.


"Cie" sahut Ririn.


"Apaan sih luh, gak jelas banget" ucap Fanny datar.


"Bina, luh kenapa?" tanya Rizky yang duduk disebelah Fanny.


"Dia lagi galau, soalnya tadinya tuh dia mau cuekin Arka tapi nyatanya dia gak bisa" ucap Ririn.


"Bukan karena itu kok" ucap Bina.


"Terus kenapa luh jadi galau?" tanya Fanny.


"Gue bukan lagi galau, tapi gue lagi marah sama Arka" ucap Bina.


"Marah?" ucap Rizky sambil tertawa.


"Luh kok malah ketawa sih" ucap Bina.


"Habisnya ekspresi wajah luh kayak bukan lagi marah" ucap Rizky.


"Emang luh marah kenapa?" tanya Ririn.


"Gue marah sama dia karena dia udah ngebohongin gue" ucap Bina.


"Bohong tentang apa?" tanya Rizky penasaran.


"Arka bilang kalau dia udah nemuin gelangnya, padahal kan gelang dia ada di gue" ucap Bina.


"Oh jadi Arka beli gelang yang baru?" tanya Fanny.


"Iya" ucap Bina sedih.


"Padahal kan tadinya hari ini tuh mau gue kasih gelangnya ke dia, tapi pas malem dia ke rumah gue terus bilang bahwa gelangnya udah ketemu jadi gue sedih aja karena tahu Arka ngebohongin gue" jelas Bina.


"Emang ya omongan lelaki tuh gak bisa dipercaya" ucap Fanny.


"Gak semua lelaki kayak gitu kok" bela Rizky.


"Luh ngomong gitu karena luh nya lelaki. Coba kalau luh perempuan pasti bakal ngomong yang sama kayak gue" ucap Fanny.


"Iya aja deh, kan cewek selalu benar" pasrah Rizky karena ia tidak mau berdebat dengan Fanny.


"Billy" panggil Bu Nana.


"Iya, Bu" ucap Billy.

__ADS_1


"Tolong nanti bawa kerajinan-kerajinan ini ke ruang prakarya ya" ucap Bu Nana.


"Baik, Bu" ucap Billy.


Lalu Bu Nana pun segera pergi.


"Ky, bantuin" teriak Billy.


"Gak mau!" sahut Rizky.


"Luh gimana sih! temen minta bantuan bukannya tolongin" ucap Fanny kepada Rizky.


"Gue lagi mager soalnya" ucap Rizky.


"Luh aja Fan, yang bantuin" ucap Ririn.


"Males banget" ucap Fanny.


"Bil, biar gue aja yang bantu" ucap Bina sambil menghampiri Billy.


Lalu Bina pun segera membantu Billy membawa kerajinan-kerajinan tersebut.


"Gue boleh ikut bantuin gak?" tanya Julian.


"Ya boleh lah" ucap Billy.


Lalu Bina, Julian dan Billy pun segera pergi menuju ruang prakarya.


Saat melewati kelas XI MIPA 3, Bina pun melihat Arka yang sedang duduk bersama Robi, Kevin, dan Raihan. Lalu Bina pun memalingkan wajahnya saat Arka melihat kearahnya.


"Na, mau kemana?" tanya Raihan namun tidak dijawab.


"Anjir! gue dicuekin lagi dong" ucap Raihan.


"What's wrong with you?" tanya Kevin kepada Arka.


"Bina marah sama gue gara-gara gue ngebohongin dia" ucap Arka.


"Kok bisa?" heran Robi.


"Gue semalem ke rumah dia, terus gue bilang ke dia bahwa gelangnya udah ketemu. Tapi ternyata dia tahu kalau gue ngebohong" ucap Arka.


"Kok bisa tahu sih?" heran Robi.


"Karena sebenarnya gelang itu udah ketemu sama dia" jelas Arka.


"Kalau udah ketemu, kenapa gak ngasih tahu luh?" tanya Robi.


"Lagian salah dia, ngapain coba gak ngasih tahu luh. Dia gak mikir apa kalau luh berusaha cari mati-matian tuh gelang sampe nyuruh Robi sama Kevin segala" sahut Raihan.


"Udah guys! tahan emosi kalian" ucap Kevin.


"Ka, luh jadi cowok harus tegas dong! masa luh terus sih yang harus minta maaf sama dia, sekali-kali Bina kek yang minta maaf" ucap Raihan sambil emosi.


"Han, udah jangan emosi" ucap Kevin.


****


Bel istirahat pun berbunyi.


"Guys, ke kantin yuk!" ucap Fanny kepada Bina dan Ririn.

__ADS_1


"Enggak ah! luh berdua aja yang ke kantin, gue lagi diet soalnya" ucap Bina berbohong.


"Oh gitu, yaudah kalau gitu gue sama Ririn ke kantin dulu ya" ucap Fanny.


"Iya" ucap Bina.


Fanny dan Ririn pun segera pergi menuju kantin.


Bina pun mengambil earphone didalam tas miliknya, lalu ia pun segera memasang earphone tersebut pada telinganya. Kemudian ia pun langsung memutarkan lagu kesukaannya.


Tiba-tiba Raihan pun datang ke kelas Bina, dan segera menghampiri Bina.


Bina pun langsung melepaskan earphone miliknya saat Raihan datang menghampirinya.


"Kenapa?" tanya Bina.


"Luh bisa gak sih pengertian dikit sama Arka, kasihan tahu dia udah bela-belain nyari gelang itu bahkan dia sampe nyuruh Robi sama Kevin buat nemuin gelang itu" ucap Raihan emosi.


Bina pun langsung terdiam dan tanpa sadar matanya pun mulai berkaca-kaca.


"Luh tahu gak? dia itu sampe bela-belain buat beli gelang yang sama persis biar luh gak marah lagi sama dia" ucap Raihan.


"Lagian luh juga yang salah, ngapain coba gak ngasih tahu ke Arka bahwa gelangnya udah ketemu" ucap Raihan sambil emosi.


"Gue kalau jadi Arka, udah gue putusin luh" ucap Raihan.


Sontak Bina pun langsung menangis setelah mendengar ucapan terakhir Raihan.


"Kenapa, nih?" tanya Julian yang baru datang.


Lalu Julian pun segera menghampiri Bina dan Raihan.


"Luh jangan merasa jadi orang yang paling tersakiti deh, Na!" ucap Raihan.


"Luh apa-apaan sih, Han!" ucap Julian.


"Diem luh!" ucap Raihan kepada Julian.


Julian pun segera menarik tangan Raihan.


"Apaan sih luh, ikut campur aja" kesal Raihan sambil menghempaskan tangannya.


"Ya jelas gue ikut campur lah, Bina kan temen gue" ucap Julian.


"Bilang aja luh suka sama dia" sahut Raihan.


"Oh iya, Na! kayaknya luh lebih cocok sama dia deh, dari pada sama Arka. Soalnya Arka terlalu baik buat luh" ucap Raihan lalu ia pun segera pergi.


Lalu Julian pun segera menghampiri Bina yang sedang menangis.


"Hiks...hiks" Bina pun tidak bisa berhenti menangis.


"Udah, Na! jangan didengerin ucapan Raihan" ucap Julian sambil mengusap air mata Bina.


Lalu Ririn dan Fanny pun segera masuk kedalam kelas.


Saat masuk kedalam kelas, mereka berdua pun langsung menghampiri Bina dan Julian.


Fanny pun langsung terdiam ketika melihat Julian yang sedang menghapus air mata Bina.


"Bina kenapa, Jul?" tanya Ririn kepada Julian.

__ADS_1


"Dia nangis karena dimarahin sama Raihan" ucap Julian.


__ADS_2