Prince Of School

Prince Of School
Episode 112


__ADS_3

"Kalian sahabat nya Bina bukan sih?" tanya Arka.


"Ya iyalah, Ka" ucap Ririn dan Fanny.


"Ya udah cepet anter! kasihan dia" ucap Arka.


"Ya udah deh" ucap Ririn dan Fanny bersamaan.


Akhirnya mereka bertiga pun segera menuju toilet.


"Luh berdua tunggu disini ya, jangan tinggalin gue" ucap Bina.


Lalu Bina pun segera masuk kedalam toilet.


Setelah selesai, Bina pun segera membuka pintu toilet tersebut namun pintu tersebut tidak mau terbuka.


"Rin, Fan!!" teriak Bina.


"Kenapa, Na?" tanya Ririn dan Fanny sambil menghampiri toilet yang digunakan oleh Bina.


"Pintunya gak bisa dibuka" ucap Bina.


"Bentar, gue panggilin Arka dulu" ucap Ririn sambil pergi.


"Na, luh tunggu dulu disini" ucap Fanny sambil mengejar Ririn.


"Guys jangan tinggalin gue" ucap Bina ketakutan.


Tubuh Bina pun langsung bergetar dan wajahnya pun langsung memucat karena ia sangat ketakutan.


"Hiks..hiks" Bina pun langsung menangis sebab ia sangat takut berada didalam toilet sendirian.


****


"Arka" panggil Ririn.


"Kenapa?" tanya Arka.


"Bina ke kunci didalam toilet" ucap Ririn.


"Ka, Bina ke kunci didalam toilet" ucap Fanny yang baru datang.


Lalu Arka pun segera berlari menuju toilet yang berada didekat tenda cewek.


"Luh kenapa kesini? bukannya nungguin Bina" ucap Ririn.


"Gue takut" ucap Fanny.


"Ya udah ayo kesana lagi" ucap Ririn.


Lalu Ririn dan Fanny pun segera pergi menuju toilet.


****


"Na" teriak Arka.


"Arka, bukain pintunya" ucap Bina lemas karena ia merasa sesak nafas akibat berada didalam toilet yang tidak ada lubang ventilasi nya.


"Kamu minggir dulu! biar aku dobrak pintunya" ucap Arka.


Lalu Arka pun langsung mendobrak pintu tersebut. Dan pintu toilet pun terbuka.


Lalu Arka pun segera menarik tangan Bina agar keluar dari toilet.


"Kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Arka khawatir karena melihat wajah Bina yang pucat dan tubuhnya mengeluarkan banyak keringat dingin.


Tiba-tiba tubuh Bina pun ambruk dan untung saja Arka langsung sigap menahan tubuh Bina agar tidak jatuh ke bawah.


Lalu Arka pun segera menggendong Bina.


"Bina kenapa?" tanya Ririn dan Fanny khawatir.

__ADS_1


Arka pun segera membawa Bina ke tenda tanpa menjawab ucapan dari Ririn dan Fanny.


Lalu Ririn dan Fanny pun segera mengikuti Arka dan Bina dari belakang.


Arka pun segera masuk kedalam tenda, dan langsung menidurkan Bina.


"Ada yang bawa minyak kayu putih gak?" tanya Arka kepada Ririn dan Fanny.


"Gue bawa" ucap Fanny.


Fanny pun langsung mengambil minyak kayu putih didalam tas nya, dan langsung memberikannya kepada Arka.


Lalu Arka pun segera mendekatkan minyak kayu putih itu pada lubang hidung Bina agar Bina cepat sadar.


"Luh berdua kenapa sih gak nungguin dia?" tanya Arka sedikit kesal.


"Gue kan mau manggil luh" ucap Ririn.


"Kenapa gak chat gue aja" kesal Arka.


"Handphone gue ada di Ardan" ucap Ririn.


"Luh juga, Fan! ngapain ikut Ririn, bukannya tungguin Bina" kesal Arka.


"Soalnya gue takut" ucap Fanny terus terang.


Ririn dan Fanny pun langsung terdiam karena merasa bersalah karena telah meninggalkan Bina sendirian di toilet.


Arka pun langsung memegang kedua tangan Bina yang dingin.


"Gue panggil guru ya, Ka! takutnya Bina kenapa-napa" ucap Ririn.


"Ya udah sana" ucap Arka.


Lalu Ririn pun segera pergi.


"Maafin gue ya, Na" ucap Fanny yang merasa bersalah.


"Kenapa ini?" tanya Bu Nana.


"Bina pingsan, Bu" ucap Arka.


"Kenapa bisa pingsan?" tanya Bu Nana.


"Dia ketakutan gara-gara ke kunci di toilet" ucap Arka.


"Ya udah, kalian ke lapangan aja. Biar ibu yang nungguin Bina" ucap Bu Nana.


"Enggak Bu! saya disini aja" ucap Arka.


"Luh berdua ke lapangan aja, biar gue sama Bu Nana yang jagain Bina" ucap Arka.


"Ya udah kalau gitu, kita berdua pergi dulu" ucap Ririn.


Lalu Ririn dan Fanny pun segera pergi menuju lapangan.


"Bina punya trauma gak, Ka?" tanya Bu Nana.


"Saya gak tahu, Bu" ucap Arka.


"Biasanya kebanyakan orang yang panic attack tuh punya trauma masa lalu" ucap Bu Nana.


10 menit kemudian...


Bina pun membuka matanya dan ia melihat ada Arka dan Bu Nana yang sedang melihat kearahnya.


Bina pun segera duduk karena ia merasa tidak enak kepada Bu Nana.


"Nih minum dulu" ucap Bu Nana sambil memberikan air mineral kepada Bina.


"Makasih, Bu" ucap Bina.

__ADS_1


"Iya sama-sama" ucap Bu Nana.


Lalu Bina pun segera meminum air mineral tersebut.


"Ya udah kalau gitu ibu pergi ke lapangan lagi ya" ucap Bu Nana.


"Arka, kamu jagain Bina ya. Ingat! jangan macem-macem" ucap Bu Nana.


"Iya, Bu! Arka bakal jagain Bina dan Arka gak bakal macem-macem kok sama Bina" kata Arka.


"Ya udah kalau gitu, ibu pergi ya" ucap Bu Nana sambil pergi menuju lapangan.


"Are you okay?" tanya Arka namun Bina tidak menjawab pertanyaan dari Arka.


"Udah jangan takut, aku kan ada disini" ucap Arka.


Lalu Bina pun langsung menangis karena mendengar ucapan Arka.


"Lupain aja kejadian yang tadi" ucap Arka.


Arka pun segera memeluk Bina untuk menenangkannya.


Bina pun semakin menangis tersedu-sedu.


"Udah jangan nangis, masa princess nangis sih" ucap Arka.


"Arka" lirih Bina.


"Iya, kenapa?" tanya Arka masih memeluk Bina.


"Aku takut" ucap Bina sambil menangis sesenggukan.


"Gak usah takut, kan aku ada disini" ucap Arka.


Lalu Arka pun segera melepaskan pelukannya.


"Udah ya jangan nangis, nanti mata kamu bisa bengkak kalau terus-terusan nangis" ucap Arka sambil mengusap air mata Bina.


Lalu Putri, Syara dan Kholiana pun masuk kedalam tenda.


"Luh berdua ngapain berduaan didalam tenda?" tanya Kholiana.


"Na, luh gak diapa-apain sama Arka kan?" tanya Syara.


"Enak aja luh, main tuduh gue yang enggak-enggak" ucap Arka.


"Terus Bina kenapa nangis? pasti luh berbuat yang macem-macem ya sama dia" tuduh Syara.


"Arka gak macem-macem kok, Ra" ucap Bina.


"Beneran?" tanya Syara.


"Iya, tadi gue pingsan terus Arka bawa gue kesini. Tadi ada Bu Nana juga kok kesini" ucap Bina terus terang.


"Syukur deh kalau gitu" ucap Syara.


"Ya udah luh sana pergi" usir Syara.


"Luh ngusir gue?" tanya Arka.


"Ya iyalah, kan ini tenda cewek. Jadi cowok gak boleh ada ditenda cewek" ucap Syara.


"Na, aku pergi dulu ya" ucap Arka.


"Iya" ucap Bina.


"Kalau gak bisa tidur, telepon aku aja" ucap Arka.


Lalu Arka pun segera pergi.


"Na, kok Arka bisa bucin banget sih sama luh" heran Putri.

__ADS_1


"Mungkin karena Bina nya terlalu cantik, makanya Arka jadi bucin sama Bina" sahut Kholiana.


__ADS_2