
Setelah sampai di rumah, Bina pun segera turun dari motor Arka.
Dan Bina pun berniat untuk masuk kedalam rumahnya namun ia dicegah oleh Arka.
"Kamu kok tumben sih mau masuk duluan, biasanya kan nunggu aku sampai pergi dulu" ucap Arka.
"Aku pingin istirahat" ucap Bina.
"Oh gitu, yaudah" ucap Arka.
Bina pun langsung masuk kedalam rumahnya.
Lalu Arka pun segera pergi ke rumah Bella untuk mengembalikan dompetnya.
Setelah sampai di rumah Bella, Arka pun segera menekan bel rumah Bella.
Tidak lama setelah Arka menekan bel, Bella pun segera datang menghampirinya.
"Arka, kamu ngapain kesini?" tanya Bella.
"Gue mau ngembaliin dompet luh, tadi Bina yang nemuin dideket parkiran" ucap Arka sambil memberikan dompet tersebut.
"Makasih" ucap Bella.
"Bina tahu dari mana kalau ini dompet gue?" tanya Bella.
"Gue juga gak tahu" ucap Arka.
Bella pun teringat bahwa didalam dompetnya ada foto dirinya bersama Arka. Lalu ia pun memastikan apakah fotonya masih ada atau tidak.
"Kenapa, bel? ada yang hilang?" tanya Arka memastikan.
"Gak ada yang hilang kok" ucap Bella.
"Yaudah gue pulang dulu ya" ucap Arka.
"Ka, tunggu!" panggil Bella.
"Kenapa?" tanya Arka.
"Makasih ya, berkat luh orang tua gue gak jadi pisah" ucap Bella.
"Berkat gue? perasaan gue gak ngelakuin apapun" bingung Arka.
"Luh kan waktu itu nyuruh gue buat bilang ke saudara gue, terus kemarin saudara gue nasehati orang tua gue dan mereka damai lagi deh" ucap Bella.
"Harusnya luh berterimakasih sama saudara luh, bukan sama gue" ucap Arka.
"Yaudah gue pulang dulu ya" ucap Arka.
Bella pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arka.
Lalu Arka pun segera pergi menuju rumahnya.
...****...
Bina pun segera menelepon Ririn.
"Kenapa nelpon gue?" tanya Ririn.
"Gue pingin curhat sama luh" ucap Bina.
"Yaudah gue kesana" ucap Ririn.
Setengah jam kemudian, Ririn pun sampai di rumah Bina.
Setelah itu ia pun langsung masuk kedalam rumah Bina, karena ia sudah dianggap seperti keluarga sendiri.
Lalu ia pun segera pergi ke kamar Bina.
Cklek
__ADS_1
Ririn pun segera membuka pintu kamar Bina.
"Mau curhat tentang apa?" tanya Ririn sambil memakan snack yang berada di meja samping tempat tidur Bina.
"Tentang Bella" ucap Bina.
"Bella?" bingung Ririn.
Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ririn.
"Emang dia kenapa?" tanya Ririn.
"Dia masih suka sama Arka" kata Bina.
"Luh tahu dari mana?" tanya Ririn.
"Gue lihat didompet nya ada foto dia bareng Arka" ucap Bina.
"Emang luh yakin itu foto Arka?" tanya Ririn.
"Iya, kan gue lihat dengan mata gue sendiri" ucap Bina.
"Terus kalau dia masih suka sama Arka kenapa? lagian Arka kan udah jadi milik luh" kata Ririn.
"Gue takut aja kalau Arka juga masih suka sama Bella" ucap Bina.
"Enggak lah, Arka cuma sukanya sama luh. Percaya deh sama gue" ucap Ririn.
"Beneran?" tanya Bina.
"Iya" ucap Ririn meyakinkan Bina.
"Lagian luh kenapa sih masih ragu sama Arka?" tanya Ririn.
Bina pun langsung terdiam karena mendengar ucapan Ririn.
"Yaudah lebih baik kita nonton drakor yuk!" ajak Ririn.
Mereka pun segera menonton drakor yang berjudul Hometown Cha Cha Cha di laptop milik Bina.
Trining...trining
(Suara dering telepon Ririn)
"Hah?" ucap Ririn sedikit terkejut.
"Kenapa, Rin?" tanya Bina.
"Ardan nelpon gue" ucap Ririn.
"Yaudah cepet angkat" ucap Bina sambil mempause filmnya karena ia sangat ingin tahu apa yang dikatakan Ardan.
Ririn pun segera mengangkat panggilan telepon dari Ardan dan ia langsung mengaktifkan loud speaker agar Bina bisa mendengar apa yang dibicarakan Ardan.
"Hallo, Rin" ucap Ardan.
"Iya" ucap Ririn.
"Luh dimana sekarang?" tanya Ardan.
"Di rumah Bina" ucap Ririn.
"Oh di rumah Bina, yaudah deh gak jadi" ucap Ardan.
"Eh, tunggu! emang luh tadi mau ngomong apa?" tanya Ririn.
"Gue mau ketemuan sama luh, tapi pasti luh gak bisa soalnya lagi di rumah Bina" ucap Ardan.
"Gue bisa kok! lagian gue baru aja mau pulang ke rumah" ucap Ririn sedikit berbohong.
Bina pun langsung melihat kearah Ririn tanpa ekspresi karena mendengar kebohongan Ririn yang katanya baru mau pulang ke rumahnya padahal kan ia baru datang ke rumah Bina.
__ADS_1
"Oh gitu" ucap Ardan.
"Yaudah mau ketemuan dimana?" tanya Ririn.
"Di cafe deket rumah Bina aja, biar luh gak terlalu jauh perginya" ucap Ardan.
"Oh yaudah nanti bentar lagi gue kesana" ucap Ririn.
"Yaudah gue tutup dulu ya telepon nya" kata Ardan.
"Iya" ucap Ririn.
Lalu Ardan pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Aaaaa!!!" teriak Ririn heboh.
"Cie yang bahagia" ucap Bina.
"Ngomong-ngomong si Ardan kenapa pingin ketemuan sama luh?" tanya Bina.
"Gue juga gak tahu" ucap Ririn.
"Apa jangan-jangan dia mau nembak luh" kata Bina.
"Luh kalau ngomong suka bikin seneng aja, mana mungkin dia nembak gue kan dia gak tahu kalau gue suka sama dia" ucap Ririn.
"Bisa aja Raihan, Robi sama Kevin ngebocorin rahasia luh ke Ardan" ucap Bina.
"Iya juga ya, terus kalau ternyata Ardan nanti di cafe bilang kalau dia gak suka ke gue gimana dong?" tanya Ririn.
"Apa gue gak jadi aja ya ketemuan sama dia nya" kata Ririn.
"Tapi kan tadi luh udah bilang ke Ardan kalau luh mau pergi kesana" ucap Bina.
"Iya juga" ucap Ririn.
"Tapi gue takut kalau kesana, luh temenin gue ya!" ajak Ririn.
"Enggak ah! lagian kan yang diajak Ardan itu luh bukan gue" ucap Bina.
"Luh lebih baik siap-siap deh, nanti Ardan keburu sampai kesana duluan lagi" ucap Bina.
"Na, gue pinjem baju luh ya" ucap Ririn.
"Iya, tapi jangan lupa kembaliin! baju gue yang waktu itu juga belum luh kembaliin" ucap Bina.
"Hehe, iya nanti gue kembaliin kalau inget" ucap Ririn sambil nyengir.
"Baju sama celana gue di rumah luh ada berapa?" tanya Bina.
"Mungkin ada lima" ucap Ririn.
"Udah rampok aja sekalian semua baju sama celana gue" canda Bina.
Ririn pun hanya tertawa mendengar ucapan Bina.
"Yaudah gue ganti baju dulu ya" ucap Ririn sambil mengambil baju dan celana di lemari.
Setelah mengambil baju dan celana, Ririn pun langsung ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Setelah selesai berganti pakaian, Ririn pun segera menghampiri Bina.
"Na" panggil Ririn.
"Kenapa?" tanya Bina.
"Dandanin gue dong" pinta Ririn.
"Yaudah iya" ucap Bina.
Bina pun langsung mengambil alat makeup nya, lalu setelah itu ia pun mendandani Ririn dengan riasan yang sangat natural.
__ADS_1