Prince Of School

Prince Of School
Episode 98


__ADS_3

Lalu Julian pun segera pergi menuju kursi disebelah Robi.


Setelah Julian pergi, Arka pun segera duduk disebelah Bina dan langsung menyenderkan kepala Bina pada bahunya. Lalu ia pun mengelus pelan rambut Bina.


Julian pun langsung duduk disebelah Robi.


"Luh ngapain disini?" tanya Robi.


"Gue duduk disini biar Arka duduk sama Bina" ucap Julian.


Robi pun langsung melihat kebelakang dan memang benar bahwa Arka sedang duduk bersama Bina.


"Arka tadi nyuruh luh pindah?" tanya Robi.


"Enggak, gue sendiri yang inisiatif buat nyuruh tukeran tempat duduk" ucap Julian.


"Kenapa nyuruh Arka duduk disana? bukannya luh suka ya sama Bina" ucap Robi.


"Gue emang suka sama Bina, lagian cowok mana sih yang gak suka sama dia" ucap Julian.


"Terus kalau suka, kenapa luh pingin pindah?" tanya Robi.


"Gue kasihan aja sama Arka. Lagian kalau gue jadi Arka pasti gue bakal sedih banget karena lihat ceweknya sendiri duduk disebelah cowok lain" jelas Julian.


"Lagian gue cuma sekedar suka aja kok ke Bina" ucap Julian.


****


Kemudian supir bis pun mengerem secara tiba-tiba hingga membangunkan seluruh penumpang yang sedang tertidur.


"Anjir kaget gue!" ucap Ardan yang baru saja terbangun.


"Aww" ringis Kevin karena keningnya terbentur dengan kursi di depannya.


"Maaf Jul" ucap Bina sambil duduk dengan posisi tegak.


"Arka" gumam Bina.


"Ngapain disini? Julian mana?" tanya Bina.


"Julian pingin pindah katanya, soalnya dia mual kalau duduk dibelakang" ucap Arka sedikit berbohong.


Bina pun langsung terdiam karena ia canggung dengan Arka.


"Kalau kamu gak mau aku duduk disini, aku bisa duduk di lantai bis kok" ucap Arka.


"Gak usah, duduk disini aja" ucap Bina tanpa melihat kearah Arka.


Arka pun hanya tersenyum mendengar ucapan Bina.


Krining...krining


Bina pun segera mengangkat video call dari Fanny.


"Bina, bis luh udah berangkat belum?" tanya Fanny.


"Udah, ini lagi diperjalanan kok" ucap Bina.


"Luh ada temen gak disitu?" tanya Ririn.


"Ada kok" ucap Bina.


"Siapa?" tanya Ririn.


"Julian" ucap Bina.


Arka pun melirik sekilas kearah Bina.


"Luh duduk sama Julian?" tanya Fanny.


"Iya, tapi dia udah pindah" ucap Bina terus terang.


"Kenapa pindah?" tanya Fanny.


"Dia mual kalau duduk dibelakang" ujar Bina.


"Terus luh duduk sendiri dong sekarang" ucap Ririn.

__ADS_1


"Iya, gue duduk sendiri kok" ucap Bina.


"Ekhem" Arka pun pura-pura batuk.


"Itu suara siapa?" tanya Ririn karena familiar dengan suaranya.


"Itu suara cowok yang duduk didepan gue" ucap Bina berbohong.


Bukannya marah, Arka malah tersenyum saat Bina bilang seperti itu.


"Oh gitu, kirain luh sama Arka" ucap Ririn.


"Enggak kok, gue duduk sendiri" ucap Bina berbohong.


"Bis kalian udah sampe belum?" tanya Bina.


"Belum, kita masih diperjalanan" ucap Fanny.


"Kirain udah sampe" ucap Bina.


"Belum lah, kan perjalanannya jauh" ucap Ririn.


"Ya udah, Na! gue matiin dulu ya video call nya, sampai jumpa di tempat camping" ucap Fanny sambil mematikan video call tersebut.


"Yah, kok dimatiin sih" batin Bina.


"Ini sampe nya kapan sih, kok lama banget" batin Bina.


"Kenapa gak tidur lagi? masih jauh loh perjalanannya" ucap Arka namun tidak dijawab oleh Bina.


Lalu Bina pun melihat kearah jalanan karena ia sangat canggung duduk disebelah Arka.


Lalu Arka pun melihat kearah Bina.


"Jangan ngelihatin aku terus" ucap Bina dingin.


"Siapa yang ngelihatin kamu" ucap Arka.


"Itu buktinya dipantulan kaca" ucap Bina.


"Aku gak ngelihatin kamu kok, aku cuma lihat kearah luar" ucap Arka berbohong.


"Terus aja bohong" batin Bina.


Bina pun langsung menutup mulutnya saat dirinya tengah menguap.


"Udah, tidur lagi aja" ucap Arka namun tidak dijawab oleh Bina.


"Kamu malu ya kalau tidur disebelah aku?" tanya Arka.


"Siapa yang malu" ucap Bina dingin.


"Terus kenapa kamu gak tidur lagi?" tanya Arka.


"Gak ngantuk" ucap Bina singkat.


"Gak ngantuk tapi kok nguap" ucap Arka.


"Ka, bisa gak sih kamu jangan berisik" ucap Bina.


"Iya maaf" ucap Arka.


Kemudian Bina pun menyenderkan kepalanya di kursi yang berada didepannya, lalu tanpa sadar Bina pun tertidur karena ia sangat mengantuk.


****


Akhirnya bis yang Bina tumpangi pun sampai. Semua orang yang berada didalam bis pun segera keluar.


"Arka ayo keluar" ucap Ardan.


"Bentar dulu, gue mau bangunin Bina" ucap Arka.


"Na, bangun" ucap Arka lembut.


Arka pun langsung menyenderkan Bina pada kursinya karena dari tadi kepala Bina menyender di kursi depan.


"Na, bangun" ucap Arka lagi namun Bina tidak terbangun juga.

__ADS_1


Ardan pun segera menghampiri Arka dan Bina.


"Bina!!!" teriak Ardan.


"Luh apa-apaan sih" ucap Arka sambil memukul tangan Ardan.


Lalu Bina pun terbangun akibat teriakan Ardan.


"Maaf ya, Na! Ardan emang gak punya akhlak" ucap Arka.


"Enak aja luh" ucap Ardan tak terima.


Lalu Bina pun beranjak berdiri dari kursinya.


"Mau aku bawa gak tas nya?" tanya Arka.


"Gak usah!" ucap Bina dingin.


Bina pun segera turun dari bis nya.


"Nyari Ririn sama Fanny ya?" tanya Arka.


"Ka, kamu bisa gak sih jangan ngikutin aku mulu" ucap Bina.


"Iya, maaf. Ya udah aku sama Ardan duluan ya" ucap Arka sambil pergi.


Bina pun langsung mengikuti Arka dan Ardan dari belakang. Karena ia tidak tahu harus kemana.


"Luh ngapain ngikutin kita?" tanya Ardan.


"Kan sekolah kita samaan, jadi kan wajar kalau gue ngikutin luh berdua" ucap Bina.


Arka pun langsung tersenyum.


"Kamu mau tidur bareng cowok?" tanya Arka sambil tersenyum.


"Enggak" ucap Bina.


"Tenda-tenda disini tuh khusus cowok, Na. Kalau tenda khusus cewek disebelah sana" ucap Arka sambil menunjuk kearah tenda cewek.


"Oh gitu" ucap Bina sambil menahan malu.


Bina pun buru-buru pergi karena ia sangat malu.


Kemudian Arka pun tersenyum karena melihat Bina yang terburu-buru pergi.


"Luh ngapain senyum?" tanya Ardan.


"Pacar gue lucu soalnya" ucap Arka.


****


"Bina" panggil seseorang.


"Luh Clara temennya Ana kan?" tanya Bina memastikan.


"Iya" Clara.


"Oh iya, luh lihat temen gue gak?" tanya Bina.


"Yang waktu itu di rumah sakit?" tanya Clara.


"Iya" ucap Bina.


"Tadi sih gue lihat, tapi sekarang gue gak lihat lagi" ucap Clara.


"Mau gue bantu cariin gak?" ucap Clara.


"Boleh" ucap Bina.


Akhirnya mereka berdua pun segera berjalan sambil mengobrol untuk mencari tenda Ririn dan Fanny.


"Oh iya, satu tenda isinya murid sekolah yang sama atau dicampur sama sekolah lain sih?" tanya Bina.


"Satu sekolah yang sama" ucap Clara.


"Oh gitu, kirain digabung" ucap Bina.

__ADS_1


__ADS_2