
Bina pun segera melepaskan pelukannya dari kak Daniel.
"Luh habis dari mana? kok pulang jam segini" tanya kak Daniel.
"Bina habis dari pantai" ucap Bina.
"Ke pantai sama siapa?" tanya kak Daniel.
"Ririn sama Fanny" ucap Bina.
"Ya udah, luh sekarang lebih baik mandi deh. Nanti selesai mandi, jangan lupa makan" ucap kak Daniel.
Bina pun segera pergi menuju kamarnya, lalu ia pun segera mandi. Setelah mandi ia pun langsung berganti pakaian.
****
*Rumah Arka
Tok..tok
Pintu kamar Arka pun diketuk oleh seseorang.
"Masuk aja" teriak Arka.
Lalu orang itu pun masuk kedalam kamar Arka.
"Mau ngapain kesini?" ketus Arka.
"Gue mau minta maaf sama luh" ucap Robi sambil menghampiri Arka.
"Gue ngerti kok yang luh rasain, luh pasti cemburu kan liat Bina sama Julian waktu kerja kelompok" ucap Robi lagi.
"Bina cerita sama luh?" tanya Arka.
"Enggak, Ririn yang cerita" ucap Robi.
"Ka, emang luh gak kasihan apa sama Bina? dia nangis loh gara-gara kejadian waktu pagi dilapangan basket" ucap Robi.
"Lagian dia yang salah, ngapain coba marah-marah gak jelas" ucap Arka.
"Ya karena Bina cemburu, kan bukannya luh seneng kalau lihat Bina cemburu?" tanya Robi.
"Kalau cemburu nya gak sambil marah-marah sih gue seneng, tapi ini dia malah marah-marah sama Bella. Kan gue jadi gak enak sama Bella, padahal gue yang nyuruh Bella buat beliin air mineral masa jadi dia yang dimarahin" jelas Arka.
"Iya gue tahu, tapi setidaknya luh minta maaf sama dia. Kasihan loh mata dia sembab gitu gara-gara nangis" ucap Robi.
"Apa luh tega ngebiarin cewek luh nangis terus-terusan?" tanya Robi lagi.
Arka pun segera beranjak dari tempat tidur.
"Mau kemana?" tanya Robi.
"Mau ke rumah Bina" ucap Arka
"Nah gitu dong!" ujar Robi.
Arka pun segera pergi menuju rumah Bina dengan menaiki motor sport miliknya.
****
* Rumah Bina
Setelah sampai di rumah Bina, Arka pun segera mengetuk pintu rumah Bina.
Lalu pintu pun dibuka oleh kak Daniel.
"Ngapain kesini?" tanya kak Daniel.
"Gue mau ketemu Bina, kak" ucap Arka.
__ADS_1
"Luh ngapain adik gue, sampe adik gue nangis kayak gitu?" tanya kak Daniel sedikit kesal.
Arka pun langsung terdiam karena mendengar ucapan kak Daniel.
"Gue tahu luh cemburu sama Julian, tapi jangan sampe marah gitu sama adik gue" kesal kak Daniel.
"Iya gue tahu, justru itu gue kesini mau minta maaf sama dia" ucap Arka merasa bersalah.
"Ya udah, luh samperin gih ke kamarnya" ucap kak Daniel.
Akhirnya Arka pun segera menuju ke kamarnya Bina.
Tok...tok
Arka pun mengetuk pintu kamar Bina, namun Bina tidak membuka pintu tersebut. Akhirnya Arka pun segera membuka pintu tersebut.
Saat membuka pintu, Arka pun melihat Bina yang sedang melamun menatap lurus ke depan. Lalu Arka pun segera menutup pintu kamar Bina.
"Na" ucap Arka sambil menghampiri Bina dan duduk dipinggir kasur.
"Arka" lirih Bina sambil mengusap air matanya.
"Arka maafin aku" ucap Bina sambil menangis.
"Iya udah aku maafin kok" ucap Arka sambil memeluk Bina.
"Maafin aku" ucap Bina sambil sesenggukan.
"Iya, Na" ucap Arka.
Bina pun tidak berhenti menangis.
"Na, maafin aku juga ya" ucap Arka dengan mata berkaca-kaca.
"Arka gak salah kok, tapi Bina yang salah" ucap Bina.
Arka pun melepaskan pelukannya. Dan ia pun segera mengusap air mata Bina.
"Aku merasa gagal jadi cowok, kalau bikin kamu nangis" ucap Arka lagi.
"Udah ya, jangan nangis lagi" mohon Arka.
Bina pun langsung mengangguk mendengar ucapan Arka dan Bina pun langsung tersenyum.
"Nah gitu dong" ucap Arka.
Bina pun langsung memeluk Arka. Lalu Arka pun membalas pelukan Bina.
Tanpa sadar Arka pun meneteskan air mata karena Bina memeluknya.
Bina pun berniat untuk melepaskan pelukannya namun dicegah Arka, sebab Arka tidak mau kalau Bina tahu kalau ia sedang menangis.
Lalu Arka pun segera mengusap air matanya dan segera melepaskan pelukannya.
"Sembab banget mata kamu" ucap Arka.
Bina pun hanya terdiam mendengar ucapan Arka.
"Maaf ya soal tadi pagi" ucap Arka.
Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arka.
Tok...tok
"Masuk aja" ucap Bina.
Mamah Bina pun segera membuka pintu kamar Bina.
"Eh, ada Arka" ucap mamah Bina.
__ADS_1
Arka pun segera bersalaman dengan mamahnya Bina.
"Maaf ya mah, Arka masuk ke kamarnya Bina" ucap Arka.
"Iya gak apa-apa" ucap mamah Bina.
"Bina mata kamu kenapa? kamu habis nangis ya?" tanya mamah.
"Maaf mah, Arka udah bikin Bina nangis" ucap Arka merasa bersalah.
"Gak apa-apa kok, Ka! lagian nangis gara-gara cinta kan udah biasa" ucap mamah.
"Ya udah mamah pergi aja ya, mamah gak mau ganggu kalian berdua" ucap mamah sambil pergi.
"Mau jalan-jalan gak?" tanya Arka.
"Jalan-jalan kemana?" tanya Bina.
"Kemana aja yang penting jalan-jalan" ucap Arka.
"Gak mau ah! soalnya mata aku sembab banget, aku jadi malu kalau ada orang yang ngelihat" ucap Bina.
Arka pun mengambil kacamata hitam yang berada di meja dekat kasur Bina. Lalu Arka pun memakaikan kacamata itu ke mata Bina.
"Jadi gak malu lagi kan sekarang?" tanya Arka.
"Iya gak malu tapi akunya jadi aneh" ucap Bina.
"Aneh dari mana? orang cantik gitu masa dibilang aneh" ucap Arka.
"Ya udah bentar, aku mau ngambil tas dulu" ucap Bina.
Setelah mengambil tas, ia pun segera menghampiri Arka lagi.
"Ayo" ucap Bina.
Arka pun langsung terdiam setelah melihat penampilan Bina.
"Kenapa?" tanya Bina.
"Lebih baik kamu ganti celana dulu deh" ucap Arka tanpa melihat kearah Bina.
Bina pun langsung tersadar karena dirinya memakai celana pendek.
"Aku tunggu diluar ya" ucap Arka sambil pergi.
Bina pun segera mengambil jeans panjang dilemari nya, lalu ia pun segera menggantinya di kamar mandi.
Setelah selesai berganti celana, Bina pun segera menemui Arka.
"Luh kenapa pake kacamata?" tanya kak Daniel.
"Mata Bina kan sembab, nanti malu kalau dilihat orang" ucap Bina.
"Emang luh berdua mau kemana?" tanya kak Daniel.
"Mau jalan-jalan" ucap Bina.
"Ya udah kak, gue sama Bina pergi dulu ya" ucap Arka.
"Iya, tapi inget jangan buat adik gue nangis lagi" ucap kak Daniel.
"Kakak" ucap Bina sambil menatap tajam kak Daniel.
"Na, pamit dulu yuk sama mamah, papah kamu" ucap Arka.
"Luh berdua pergi aja, nanti gue yang bilang sama mereka" ucap kak Daniel.
"Ya udah deh kalau gitu" ucap Arka.
__ADS_1
Arka dan Bina pun segera pergi dengan mengendarai motor Arka.