
Malam hari
"Untuk seluruh siswa dan siswi diharapkan berkumpul di lapangan" ucap guru sekolah lain.
Lalu semua siswa dan siswi pun segera berkumpul dilapangan.
Setelah semuanya berkumpul, guru tersebut pun langsung memberikan pengumuman bahwa sekarang akan dilaksanakan makan bersama.
"Setelah selesai makan bersama, kalian boleh menampilkan pertunjukan bebas didepan semuanya. Nanti yang berani tampil, akan dapat hadiah dari guru-guru" ucap guru itu.
"Yeay!!" sorak semuanya.
"Ya sudah, sekarang kalian boleh memakan makanan yang telah disediakan di pos. Tapi kalian harus antri, jangan rebutan" ucap guru tersebut.
"Baik, pak" ucap semuanya.
Lalu murid-murid pun segera pergi untuk mengambil makanan dan minuman. Dan mereka pun mengantri untuk mengambil makanan dan minuman.
Setelah mengambil makanan dan minuman, Bina, Ririn dan Fanny pun segera duduk di lapangan sambil memakan makanan tersebut.
"Na, luh tadi mandi gak?" tanya Fanny.
"Mandi lah" ucap Bina.
"Kalau luh, Rin?" tanya Fanny.
"Mandi dong" ucap Ririn.
"Kok kalian bisa mandi ditempat umum kayak gini sih" heran Fanny.
"Emang luh gak mandi, Fan?" tanya Bina.
"Enggak" ucap Fanny.
"Jorok banget luh" ucap Ririn.
"Habisnya gue takut ada CCTV di kamar mandi nya" ucap Fanny.
"Gak ada lah, Fan" ucap Ririn.
"Kalau ada gimana?" tanya Fanny.
"Ngomongin apa nih?" tanya Ardan yang tiba-tiba menghampiri.
Kemudian Arka, Robi dan Kevin juga segera menghampiri Bina, Ririn dan Fanny. Dan mereka pun langsung duduk.
"Itu loh, Dan! katanya Fanny takut kalau di kamar mandi ada CCTV nya" ucap Ririn.
"Luh semua ngapain sih pada disini, kepo banget sama yang kita omongin" ucap Fanny.
"Kan guru itu bilang kita semua makan bersama, jadi kita boleh dong makan bersama kalian" ucap Ardan.
"Na, lanjut aja makannya! jangan ngedengerin omongan mereka" ucap Arka yang duduk disebelah Bina.
"Berisik luh, bucin!" ucap Fanny.
Bina pun langsung tersenyum karena mendengar ucapan Fanny.
"Ka, kalau luh sampe bohongin Bina lagi, gue bakal baku hantam sama luh" ancam Fanny.
"Mentang-mentang jago karate luh, seenaknya baku hantam sama orang" ucap Arka.
"Oh iya, Na! kamu tahu gak?" tanya Arka.
"Tahu apa?" tanya Bina.
"Waktu kelas sepuluh, Fanny pernah marah tahu sama aku" ucap Arka.
Lalu Ririn, Fanny dan anak-anak Stray Squad pun melihat kearah Arka.
"Jangan didengerin, Na! Arka suka bohong" ucap Fanny.
__ADS_1
"Kenapa sih?" tanya Ririn penasaran.
"Jadi waktu kelas sepuluh, gue tuh pernah ikut karate. Terus waktu itu gue tanding sama Fanny. Terus dia kalah. Saat itu dia langsung nangis gara-gara kalah tanding sama gue, terus dia gak mau ngomong sama gue pas latihan. Akhirnya gue mutusin buat keluar deh dari ekskul karate sebab Fanny ambis banget buat jadi ketua karate" jelas Arka sambil tertawa karena mengingat kejadian itu.
"Dasar pengarang handal" ucap Fanny.
"Luh serius gak sih, Ka? kok ekspresi luh tidak meyakinkan" tanya Ardan.
"Serius lah" kata Arka.
"Tapi Arka emang pernah ikut karate kok" ucap Robi.
"Oh jadi gara-gara itu, pantes aja Fanny kayak kesel ke Arka" ucap Ririn.
"Tapi gue keluar bukan karena kasihan sama luh kok, gue cuma pingin fokus aja di ekskul basket" jelas Arka kepada Fanny.
Fanny pun langsung terdiam karena mendengar penjelasan dari Arka.
"Ka, tadi pagi kamu kasih bunga ke aku ya?" tanya Bina mengalihkan pembicaraan.
"Bunga? enggak kok" bingung Arka.
"Bukannya dari luh ya?" tanya Ririn.
"Gue enggak ngasih bunga ke Bina kok" ucap Arka terus terang.
"Kalau permen?" tanya Bina.
"Kalau permen sih emang aku yang kasih" ucap Arka.
"Gak modal banget, ngasih permen cuma sebiji" sindir Fanny.
"Walaupun cuma sebiji, yang penting ada tulisan penting dipermen itu" jelas Arka.
"Tulisan apa?" tanya Bina pura-pura tidak tahu.
"Emang kamu gak baca?" tanya Arka.
"Aku langsung kasih permennya ke Syara" ucap Bina lagi.
"Kasihan banget luh, udah susah payah nyari permen yang ada tulisan i miss you nya, eh permennya malah dikasih ke orang" ucap Robi sambil tertawa.
"Gak apa-apa, yang penting sekarang Bina udah maafin gue" ucap Arka.
"Terus itu yang ngasih bunga siapa?" tanya Kevin.
"Apa jangan-jangan cowok yang tadi pagi deketin Bina" tebak Robi.
"Bisa jadi tuh" sahut Ardan.
"Lain kali kalau ada yang ngasih bunga jangan diterima" ucap Arka cemburu.
"Emangnya kenapa?" tanya Bina.
"Ya aku cemburu lah" ucap Arka.
"Aku bakal terima ah, soalnya aku suka bunga" ucap Bina menjahili Arka.
"Kalau mau bunga minta aja ke aku, tapi jangan terima bunga dari siapapun kecuali aku" ucap Arka.
"Posesif banget luh jadi cowok" ucap Fanny.
"Fan, baku hantam yuk!" ajak Arka karena kesal kepada Fanny.
"Yuk, dimana?" sahut Fanny.
"Eh jangan deh, nanti luh nangis lagi" ucap Arka sambil tertawa.
"Sialan luh" ucap Fanny.
Bina, Ririn dan anak-anak Stray Squad pun tertawa akibat kelakuan Arka dan Fanny yang seperti Tom and Jerry.
__ADS_1
...****...
Setelah selesai makan, semua orang pun duduk sambil menunggu pengumuman lagi.
"Selamat malam semuanya" ucap bu Nana.
"Malam" ucap semuanya.
"Gila, Bu Nana cantik banget" ucap Robi terpukau karena memang Bu Nana sangat cantik dibandingkan dengan guru perempuan yang lainnya.
"Woy istighfar! Itu guru loh" ucap Fanny.
"Kan emang Bu Nana cantik" ucap Robi dengan jujur.
"Yang mau menunjukkan bakatnya, silahkan ke depan. Nanti kami bakal ngasih hadiah kepada yang mau tampil" ucap Bu Nana.
"Saya, Bu!" teriak Robi.
Dan semua orang pun langsung melihat kearah Robi.
"Luh mau nampilin apaan njir?" bisik Ardan kepada Robi.
"Luh ngapain teriak, Rob! luh kan gak punya bakat" bisik Kevin.
"Silahkan maju ke depan" ucap Bu Nana.
Lalu Robi pun segera pergi ke depan menghampiri Bu Nana.
"Silahkan perkenalan dulu" suruh Bu Nana kepada Robi.
"Malam semuanya" ucap Robi.
"Malam" teriak semuanya.
"Perkenalkan nama saya Robi, dari SMA Mutiara" ucap Robi.
"Robi, mau nampilin apa?" tanya Bu Nana.
"Mau gombal boleh gak, Bu?" tanya Robi.
"Boleh, ya sudah silahkan pilih mau gombalin siapa" ucap Bu Nana.
"Gombalin ibu boleh gak?" tanya Robi.
"Hah? Gombalin saya?" kaget Bu Nana.
"Iya" ucap Robi.
"Ya udah boleh deh" ucap Bu Nana.
"Ibu tahu gak, apa yang lebih manis dari pada gula" ucap Robi.
"Apa tuh?" tanya Bu Nana.
"Senyuman ibu" ucap Robi.
Semua orang pun langsung tertawa karena ucapan Robi, bukan karena lucu tapi karena gombalannya garing.
"Ibu tahu gak kenapa malam ini bintang nya banyak banget?" tanya Robi.
Semua orang pun sontak melihat kearah langit untuk memastikan benar atau tidaknya ucapan Robi. Dan ternyata memang benar bahwa banyak bintang di langit.
"Enggak tahu, emang kenapa?" tanya Bu Nana.
"Karena bintangnya pingin memastikan bahwa bidadarinya aman dibumi" ucap Robi.
"Udah ah Bu!" ucap Robi karena ia kehabisan kata-kata.
"Ya sudah, nih hadiahnya" ucap Bu Nana sambil memberikan kotak hadiah kepada Robi.
Lalu Robi pun kembali duduk bersama teman-temannya.
__ADS_1