
Setelah sampai, Arka pun segera menaiki tangga untuk menuju ke rooftop.
"Guys, maaf ya gue telat" ucap Arka.
"Emang luh dari mana dulu tadi? kok bisa telat" tanya Robi.
"Gue tadi habis dari rumah sakit dulu" jelas Arka.
"Luh sakit?" tanya kak Chandra.
"Enggak, tapi papah gue yang sakit" ucap Arka.
"Papah luh sakit apa?" tanya kak Chandra.
"Guys, lebih baik kita makan dulu yuk! soalnya gue laper" ucap Ardan mengalihkan pembicaraan agar bang Chandra tidak menanyakan soal papahnya Arka.
"Ya udah yuk" ucap kak Fauzi.
Lalu Arka pun segera duduk di kursi.
Kemudian mereka semua pun langsung memakan makanan yang telah disediakan.
"Itu kado buat siapa?" tanya Arka.
"Ya buat luh" ucap Raihan.
"Kenapa kasih gue kado?" tanya Arka.
"Soalnya kita mau kasih kenang-kenangan buat luh sebelum luh pindah" ucap Ardan.
"Oh iya, Ka! Luh punya temen gak disana?" tanya Chandra.
"Punya sih beberapa" ucap Arka.
"Awas aja kalau luh punya geng baru" ucap Robi.
"Emang kalau gue punya geng baru kenapa?" tanya Arka.
"Ya gue gak terima lah" ucap Robi.
"Cewek-cewek kenapa pada diem?" tanya Kevin.
"Lagian kalian gak ajakin kita ngobrol, makanya kita diem" ucap Ririn.
"Oh iya, Rin! nanti kayaknya kita bakal double date deh" ucap Ardan kepada Ririn.
"Sama siapa?" tanya Ririn.
"Fanny sama Robi" ucap Ardan.
"Ngapain luh bawa-bawa nama gue" kesal Fanny.
"Bercanda kali, Fan" ucap Ardan.
Trining...trining
Sontak Bina pun langsung melihat ke layar ponselnya, dan ternyata ada panggilan telepon dari kak Daniel.
Lalu Bina pun segera pergi ke bawah agar tidak mengganggu teman-temannya yang sedang makan.
"Hallo, kak" ucap Bina.
"Kamu sama temen-temen kamu lagi dimana?" tanya kak Daniel.
"Lagi di cafe, kak" ucap Bina.
"Oh gitu" ucap kak Daniel.
"Nanti pulangnya jangan malem-malem ya" ucap kak Daniel.
"Iya kak" ucap Bina.
"Ya udah, kalau gitu kakak tutup dulu ya teleponnya" ucap kak Daniel.
"Iya" ucap Bina.
Lalu kak Daniel pun segera mematikan panggilan teleponnya.
Saat Bina mau kembali ke rooftop, tiba-tiba ia berpapasan dengan Arka.
"Di telepon kak Daniel ya?" tanya Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Kak Daniel nyuruh pulang?" tanya Arka memastikan.
"Enggak" ucap Bina.
__ADS_1
"Dia cuma nyuruh, jangan pulang malam-malam" jelas Bina.
"Oh gitu" ucap Arka.
"Na" ucap Arka.
"Iya?" ucap Bina.
"Makasih ya udah datang kesini" ucap Arka.
"Iya" ucap Bina.
"Ya udah kita ke rooftop lagi yuk!" ucap Arka.
Bina pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arka.
Lalu Bina dan Arka pun segera pergi menuju rooftop.
Setelah sampai, mereka pun langsung duduk dan melanjutkan makannya.
"Ka, nanti disana luh jangan ikutan basket ya" ucap Raihan.
"Loh! emang kenapa gue gak boleh ikut basket?" tanya Arka.
"Ya luh pikir aja, masa nanti kita jadi lawan" ucap Raihan.
"Terserah gue dong, mau ikut basket atau enggak" ucap Arka.
"Na" ucap Ririn.
"Kenapa?" tanya Bina.
"Luh punya temen kan di SMA Doa Bangsa?" tanya Ririn.
"Iya, punya" ucap Bina.
"Siapa sih namanya? gue lupa" ucap Ririn.
"Adzril" ucap Bina.
"Cowok?" tanya Fanny.
"Ya iyalah, Fan! masa cewek" ucap Ririn.
"Cowok yang tadi pagi ketemu di kantin?" tanya Arka.
"Iya, yang tadi ketemu gue di kantin" ucap Bina.
"Cowok yang mana sih?" tanya Raihan penasaran.
"Yang tadi ikut lomba basket, yang nomor punggung 12" ucap Arka.
"Tahu ah! gue lupa" ucap Raihan.
"Guys! nanti kalau udah selesai makan, kita karaoke yuk" ucap Ardan.
"Yang nyanyi nya siapa?" tanya kak Chandra.
"Ya Arka lah, kan dia yang bisa nyanyi" ucap Kevin.
"Kita karaoke bareng aja" ucap Ardan.
"Emang mic nya ada berapa?" tanya Robi.
"Ada satu" ucap Ardan.
"Ya udah nyanyi nya gantian aja" ucap kak Fauzi.
"Nah, bener tuh kata bang Fauzi" ucap Kevin.
"Ya udah lebih baik kita habisin dulu makanannya, baru habis itu kita karaoke" ucap kak Chandra.
Lalu semuanya pun segera menghabiskan makanannya.
"Arka, cepet nyanyi!" suruh Ardan.
"Iya" pasrah Arka.
Lalu Arka pun segera maju ke depan dan ia pun segera mengambil microphone, lalu ia pun langsung menyanyikan lagu Glenn Fredly yang berjudul sekali ini saja.
"Bersamamu ku lewati"
"Lebih dari seribu malam"
"Bersamamu yang ku mau"
"Namun kenyataannya tak sejalan"
__ADS_1
"Tuhan, bila masih ku diberi kesempatan"
"Izinkan aku untuk mencintanya"
"Namun bila waktuku telah habis dengannya"
"Biar cinta hidup sekali ini saja
bersamamu"
"Kulewati, lebih dari seribu malam"
"Bersamamu yang ku mau"
"Namun kenyataannya tak sejalan"
"Tuhan, bila masih ku diberi kesempatan"
"Izinkan aku untuk mencintanya"
"Namun bila waktuku telah habis dengannya"
"Biar cinta hidup sekali ini saja"
"Tak sanggup bila harus jujur"
"Hidup tanpa hembusan nafasnya"
"Tuhan, bila waktu dapat kuputar kembali"
"Sekali lagi untuk mencintanya"
"Namun bila waktuku telah habis dengannya"
"Biarkan cinta ini"
"Hidup untuk sekali ini saja"
Setelah selesai, semua orang pun bertepuk tangan.
Lalu setelah itu Arka pun segera menyimpan mic tersebut dan ia pun segera kembali duduk di tempat semula.
"Buat siapa tuh lagunya?" tanya kak Chandra.
"Buat seseorang yang spesial" ucap Arka sambil melihat kearah Bina.
Bina pun hanya bisa terdiam setelah mendengar ucapan Arka barusan.
"Guys! lebih baik main truth or dare yuk" saran Fanny.
"Enggak ah! nanti luh nyuruh nya yang iya-iya" ucap Robi.
"Yang enggak-enggak anjir! bukan yang iya-iya" ucap kak Fauzi.
"Nah, itu maksudnya bang" ucap Robi.
"Mau truth or dare atau mau nyanyi lagi nih?" tanya Ardan.
"Truth or dare" teriak Fanny.
"Nyanyi" teriak Robi.
"Ya udah, luh aja yang nyanyi" sahut Fanny.
"Ya udah, gue nyanyi" ucap Robi sambil berdiri.
"Eh jangan...jangan! kita main truth or dare aja" ucap kak Chandra.
"Mau main truth or dare aja?" tanya Ardan.
"Iya" teriak Fanny.
"Iya, truth or dare aja. Soalnya kalau nanti Robi nyanyi, kayaknya kita semua bakal sakit perut gara-gara ketawa mulu" ucap Ririn.
"Kurang ajar luh! gue udah berdiri juga" ucap Robi.
Semuanya pun langsung tertawa karena mendengar ucapan Robi.
Lalu Robi pun segera duduk kembali.
"Ya udah kita duduk lesehan aja yuk!" ucap kak Fauzi.
"Enggak ah! nanti celana gue kotor" ucap Fanny.
"Ribet banget ya jadi cewek. Katanya pingin truth or dare, tapi duduk lesehan aja gak mau" ucap Robi.
"Berisik luh Jamal!" ucap Fanny.
__ADS_1